Showing posts with label Debian. Show all posts
Showing posts with label Debian. Show all posts

Friday, June 27, 2025

Cara restart otomatis Debian, ketika penggunaan memory mencapai 99%

Restart otomatis Debian ketika penggunaan memori mencapai 99% dapat diimplementasikan dengan beberapa cara. Pendekatan yang paling umum melibatkan penggunaan script yang dipadukan dengan cron job atau systemd service untuk memantau penggunaan memori dan memicu restart jika ambang batas tercapai.

Penting untuk Dipertimbangkan Sebelum Menerapkan:

  • Penyebab Penggunaan Memori Tinggi: Restart otomatis adalah solusi sementara. Anda harus mencari tahu akar penyebab penggunaan memori yang tinggi (misalnya, memory leak di aplikasi, konfigurasi yang salah, atau beban kerja yang terlalu besar untuk kapasitas server Anda). Restart otomatis hanya mengatasi gejalanya.
  • Risiko Restart Otomatis: Restart paksa dapat menyebabkan kehilangan data jika aplikasi tidak dimatikan dengan benar. Pastikan aplikasi Anda dapat menangani pemadaman yang tiba-tiba, atau pertimbangkan untuk mengimplementasikan graceful shutdown sebelum restart.
  • Alternatif: Daripada langsung restart, Anda mungkin ingin mencoba membersihkan cache memori (sync; echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches) atau me-restart layanan spesifik yang mengonsumsi memori paling banyak terlebih dahulu. Restart sistem adalah upaya terakhir.

Berikut adalah beberapa metode yang bisa Anda gunakan:

Metode 1: Menggunakan Script Bash dengan Cron Job (Paling Sederhana)

Ini adalah cara yang paling cepat dan mudah untuk diimplementasikan.

  1. Buat Script Pemantau Memori: Buat file baru, misalnya /usr/local/bin/mem_monitor.sh, dan isi dengan kode berikut:

    Bash
    #!/bin/bash
    
    # Ambang batas penggunaan memori (dalam persen)
    # Sesuaikan sesuai kebutuhan, misalnya 95 atau 99
    MEM_THRESHOLD=99
    
    # Dapatkan penggunaan memori saat ini dalam persen
    # Menggunakan 'free -m' untuk MB, lalu kalkulasi persen
    # -m: menampilkan dalam MB
    # awk '{print $NF}' di baris kedua (Mem:) adalah kolom 'used' (kolom 3)
    # kolom 4 adalah 'free', kolom 6 adalah 'available'
    # Pada sistem Linux modern, 'available' adalah metrik yang lebih baik untuk ketersediaan memori bagi aplikasi baru.
    # Namun, untuk deteksi 99% usage, 'used' masih relevan jika Anda ingin mencegah server crash.
    # Atau bisa juga pakai: PERCENTAGE=$(free | awk '/Mem:/ { printf("%d\n", ($3/$2)*100) }')
    # Atau jika ingin pakai available memory: PERCENTAGE=$(free | awk '/Mem:/ { printf("%d\n", ($3/$2)*100) }')
    # Atau lebih tepatnya pakai: PERCENTAGE=$(free | awk '/Mem:/ { print 100 - ($7/$2)*100 }' | cut -d'.' -f1) # ($7 adalah available, $2 adalah total)
    
    # Contoh yang lebih robust menggunakan available
    TOTAL_MEM=$(free -m | awk 'NR==2{print $2}')
    AVAILABLE_MEM=$(free -m | awk 'NR==2{print $7}') # Available memory, lebih akurat
    USED_MEM_PERCENT=$(( (TOTAL_MEM - AVAILABLE_MEM) * 100 / TOTAL_MEM ))
    
    LOG_FILE="/var/log/mem_monitor.log"
    DATE=$(date +"%Y-%m-%d %H:%M:%S")
    
    echo "$DATE - Current memory usage: $USED_MEM_PERCENT%" >> "$LOG_FILE"
    
    if [ "$USED_MEM_PERCENT" -ge "$MEM_THRESHOLD" ]; then
        echo "$DATE - Memory usage ($USED_MEM_PERCENT%) reached threshold ($MEM_THRESHOLD%). Restarting system." >> "$LOG_FILE"
        /sbin/shutdown -r now # Perintah untuk restart
    fi
    
  2. Buat Script Bisa Dieksekusi:

    Bash
    sudo chmod +x /usr/local/bin/mem_monitor.sh
    
  3. Tambahkan ke Cron Job: Edit crontab untuk user root:

    Bash
    sudo crontab -e
    

    Tambahkan baris berikut di akhir file untuk menjalankan script setiap 5 menit (Anda bisa sesuaikan frekuensinya):

    Code snippet
    */5 * * * * /usr/local/bin/mem_monitor.sh >> /var/log/mem_monitor_cron.log 2>&1
    
    • */5 * * * *: Menjalankan setiap 5 menit.
    • >> /var/log/mem_monitor_cron.log 2>&1: Mengalihkan output standar dan error ke file log terpisah untuk debugging cron.

Metode 2: Menggunakan Systemd Service (Lebih Modern dan Robust)

Metode ini lebih disukai pada sistem Linux modern karena menawarkan integrasi yang lebih baik dengan systemd dan kontrol yang lebih granular.

  1. Buat Script Pemantau Memori: Sama seperti Metode 1, simpan script Anda di /usr/local/bin/mem_monitor.sh. Pastikan tidak ada perintah shutdown -r now di dalamnya untuk saat ini. Kita akan memicu restart dari service systemd itu sendiri.

    Bash
    #!/bin/bash
    
    MEM_THRESHOLD=99
    TOTAL_MEM=$(free -m | awk 'NR==2{print $2}')
    AVAILABLE_MEM=$(free -m | awk 'NR==2{print $7}')
    USED_MEM_PERCENT=$(( (TOTAL_MEM - AVAILABLE_MEM) * 100 / TOTAL_MEM ))
    
    echo "Current memory usage: $USED_MEM_PERCENT%"
    
    if [ "$USED_MEM_PERCENT" -ge "$MEM_THRESHOLD" ]; then
        exit 1 # Keluar dengan status non-nol jika ambang batas tercapai
    else
        exit 0 # Keluar dengan status nol jika OK
    fi
    
  2. Buat Script Bisa Dieksekusi:

    Bash
    sudo chmod +x /usr/local/bin/mem_monitor.sh
    
  3. Buat Unit Systemd Timer: Buat file baru bernama /etc/systemd/system/mem_monitor.timer:

    Ini, TOML
    [Unit]
    Description=Run memory monitor script every 5 minutes
    
    [Timer]
    OnBootSec=1min
    OnUnitActiveSec=5min
    Unit=mem_monitor.service
    
    [Install]
    WantedBy=timers.target
    
  4. Buat Unit Systemd Service: Buat file baru bernama /etc/systemd/system/mem_monitor.service:

    Ini, TOML
    [Unit]
    Description=Monitor memory usage and restart if necessary
    After=network.target
    
    [Service]
    Type=oneshot
    ExecStart=/usr/local/bin/mem_monitor.sh
    # Perintah di bawah ini akan dijalankan jika ExecStart keluar dengan status non-nol (yaitu, memori tinggi)
    OnFailure=reboot.target # Trigger reboot.target jika script gagal (exit 1)
    # Atau, jika Anda ingin lebih spesifik:
    # ExecStopPost=/sbin/shutdown -r now
    
    [Install]
    WantedBy=multi-user.target
    
    • OnFailure=reboot.target: Ini akan memicu system reboot jika script mem_monitor.sh keluar dengan status non-nol.
    • Catatan: Type=oneshot berarti service akan berjalan sekali dan kemudian berhenti. OnFailure hanya berlaku jika service gagal.
  5. Reload Systemd, Enable, dan Start Timer:

    Bash
    sudo systemctl daemon-reload
    sudo systemctl enable mem_monitor.timer
    sudo systemctl start mem_monitor.timer
    
  6. Cek Status:

    Bash
    sudo systemctl status mem_monitor.timer
    sudo systemctl status mem_monitor.service
    journalctl -u mem_monitor.service -f # Untuk melihat log dari service
    

Pertimbangan Keamanan dan Robustness:

  • Pengguna (User): Pastikan script dieksekusi dengan hak akses yang memadai (root untuk shutdown -r now). Cron job sudo crontab -e menjalankan sebagai root. Systemd service juga berjalan sebagai root secara default.
  • Logging: Selalu tambahkan logging yang cukup untuk melacak kapan script berjalan dan apa hasilnya.
  • Ambang Batas: Pilih ambang batas dengan hati-hati. Terlalu rendah bisa menyebabkan restart yang tidak perlu. Terlalu tinggi bisa menyebabkan server crash sebelum restart.
  • Prioritas: Pastikan tidak ada proses lain yang memiliki prioritas lebih tinggi yang dapat mencegah perintah shutdown dijalankan.
  • drop_caches (Alternatif yang Lebih Lembut): Pertimbangkan untuk membersihkan cache memori terlebih dahulu sebelum restart. Anda bisa menambahkan baris ini ke script Anda:
    Bash
    # Dalam mem_monitor.sh, sebelum perintah shutdown
    if [ "$USED_MEM_PERCENT" -ge "$MEM_THRESHOLD" ]; then
        echo "$DATE - Memory usage ($USED_MEM_PERCENT%) reached threshold ($MEM_THRESHOLD%). Trying to drop caches." >> "$LOG_FILE"
        sudo sync
        sudo sh -c 'echo 3 > /proc/sys/vm/drop_caches'
        sleep 10 # Beri waktu untuk sistem menyesuaikan
        # Hitung ulang memori, dan baru restart jika masih tinggi
        TOTAL_MEM_AFTER=$(free -m | awk 'NR==2{print $2}')
        AVAILABLE_MEM_AFTER=$(free -m | awk 'NR==2{print $7}')
        USED_MEM_PERCENT_AFTER=$(( (TOTAL_MEM_AFTER - AVAILABLE_MEM_AFTER) * 100 / TOTAL_MEM_AFTER ))
        echo "$DATE - Memory usage after dropping caches: $USED_MEM_PERCENT_AFTER%" >> "$LOG_FILE"
        if [ "$USED_MEM_PERCENT_AFTER" -ge "$MEM_THRESHOLD" ]; then
            echo "$DATE - Still high. Restarting system." >> "$LOG_FILE"
            /sbin/shutdown -r now
        fi
    fi
    

Pilih metode yang paling sesuai dengan tingkat kenyamanan dan kebutuhan pengelolaan sistem Anda. Systemd adalah pendekatan yang lebih modern, tetapi cron job lebih cepat untuk disiapkan.

Tuesday, August 16, 2016

How to install Web / HTTP Server on Debian 8 using Oracle VirtualBox

-HTTP server or the Web server is a service that provides access to resources by using the HTTP protocol. HTTP resources is usually in the form of an HTML document, equipped also with other beformat documents that support HTML.

There are a wide variety of popular HTTP server, such as Staticlet, Apache, Nginx, IIS, Tomcat, GlassFish, Node, etc. Http server is installed with the operating system is Debian Apache (if the chosen Web Server during installation).

The Apache web server is known as the most popular and gained control of the market, work with enough, can be configured according to needs, supporting more than one site, also developed continuously by the maker. Installation of Apache on Debian is fairly easy, once installed and turned on, then it can serve http requests.

Following the installation process of the Web/HTTP Server:

1. If during the installation of Debian unchecked the option to install the Apache Web Server, then it will already be installed. If not, use apt to install it.

apt-get install apache2

2. To see if Apache is already on the server, try to see if there is a directory/etc/apache2. Then, use wget to try Apache.

wget – O/usr/index.html localhost

3. If the display is obtained like this, then Apache already running smoothly. Means Apache yg is now running on the server (localhost), is already running. To view a web page that just now we download, we can use the command cat.

cat/usr/index.html

4. Contents of index.html we have just open is as above. If want to do changes to the URindex.html file, Apache store files used by the server in the/var/www. directory

There is only a index.html file, now try the Fox content of the file index.html be like below to prove that it really is a file provided by Apache. Then try using wget again to get the contents of a file provided your localhost. If the content of the file obtained by wget contains as above. Mean is correct that index.html file that is provided by the Apache server in the US.
Remember when DNS configuration we have ever made a domain with the name of smkdebian.ga that leads to our own server, try using wget to see if smkdebian.ga is equal to
localhost.

wget – O smkdebian.ga/usr/index2.html

5. contents are same because Surely smkdebian.ga refer to the same as localhost refers, namely to 127.0.0.1.
Because Apache can be configured, we will try to perform configuration changes on Apache. Go into the main folder of Apache which is at/etc/apache2.
We will be adding a subdomain at smkdebian.ga so that he has a sub domain of hello and bye.


6. file a Fox /etc/bind/smkdebian.ga be like this. Don't forget to restart the bind, use the


/etc/init.d/bind9 restart or service bind9 restart


7. After that, we'll create a sub domain in Apache so that the page hello.smkdebian.ga and bye.smkdebian.ga not equally refers to the same page. Apache has the capability to support more than one site. Therefore there is a directory named sites-available and sites-enabled in a
/etc/apache2. Go into the Directory sites-available to make sub domain hello.smkdebian.ga.
Gunakkan an existing template for your primary domain, or localhost, with the default name.


CP default hello.smkdebian.ga


8. After that, so the Fox like this. We add sub domain hello.smkdebian.ga, where the resources that will be provided are in the directory/var/www/hello.smkdebian.ga. Also do the same for the sub domain bye.smkdebian.ga with the resources directory at/var/www/bye.smkdebian.ga.


9. After that, trying to create the directory/var/www/hello.smkdebian.ga and create a page with PHP extensions in that directory, as we will try to use server side language, i.e. php, name
index.php. Fill in file index.php is up to you


10. then, do the same for the sub domain bye.smkdebian.ga, but this time the contents of URindex.php like this. Since we only make these sites available (located in the Directory sites-available) then we must enable these sites by using the default Apache program, namely a2ensite (Apache 2 Enable Site).


11. activate sub domains that we've created, use a2ensite < nama_direktori >


12. The opposite of the a2dissite is, a2ensite is used to disable the active site. Once activated, try using wget to see if results from different hello.smkdebian.ga with bye.smkdebian.ga and smkdebian.ga.


13. use Paint to view the contents of each file.

index.html
index_hello.html


14. The content of index_hello.html is long enough, that contains information about an existing PHP module in Apache.
index_bye.html

Now all sub domains are already correctly configured successfully

Monday, November 17, 2014

Cara Menambahkan Guest OS Baru di Proxmox VE 3.0

Ini merupakan kelanjutan dari artikel kemarin yang membahas mengenai langkah-langkah instalasi Proxmox VE 3.0.

Setelah kalian berhasil menginstall Proxmox di server, selanjutnya tentu kalian harus membuat server-server Guest baru di dalamnya. Karena sebenarnya server Guest inilah yang akan kalian gunakan sebagai "the real" server nantinya. Misalnya kalian ingin membuat 3 buah server Guest yang masing-masing berperan sebagai Mail Server, Active Directory, dan Webserver, dan seterusnya.

Disini saya akan memberikan contoh bagaimana cara membuat sebuah server Guest baru. Server ini nantinya akan saya isi dengan OS Ubuntu Server 12.04 LTS.

1. Loginlah sebagai user root di control panel Proxmox kemudian klik tombol Create VM di pojok kanan atas halaman control panel.


2. Isi pada kolom Name dengan hostname server baru yang ingin dibuat. Pada bagian lainnya tidak perlu diubah.


3. Karena Ubuntu 12.04 sudah menggunakan kernel 3.xx maka saya disini memilih Linux 3.xx sebagai tipe OSnya.


4. Untuk CD Installer yang akan kita gunakan untuk menginstall OS baru ini, kita masukkan saja ke CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Jadi si server guest ini akan membaca CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Pilih Use Physical CD/DVD Drive.


5. Pada bagian Harddisk tidak ada yang perlu dirubah kecuali saya memilih SATA pada tipe harddisk dan angka 1 pada jumlah harddisk. Jika kalian ingin mengcustom sendiri konfigurasi harddisk kalian, bebas-bebas saja. Selanjutnya tinggal klik Next.


6. Untuk CPU tidak ada yang perlu diubah kecuali kalian ingin mengcustomnya sendiri (seperti jumlah core, dll).


7. Selanjutnya adalah konfigurasi RAM. Kalian bisa memilih metode pengalokasian memori secara tetap atau dinamis. Disini saya memilih metode tetap dengan besarnya memori 512MB.


8. Terakhir pastikan bahwa konfigurasi jaringan kalian adalah mode bridge ke interface vmbr0. Ini bertujuan agar si server guest bisa juga berhubungan dengan jaringan nyata si server proxmox.


9. Selanjutnya akan tampil review dari seluruh konfigurasi yang telah kalian buat. Klik Finish.


10. Untuk menjalankan si server guest, kalian tinggal klik kanan > Start pada menu server guest yang telah muncul.


Pastikan bahwa muncul pesan status OK pada bagian bawah halaman proxmox.



Catatan : Jika terjadi error : No accelerator found! pada saat menjalankan server guest, maka kalian perlu mendisable fitur KVM hardware virtualization dengan cara mengklik 2 kali pada menu server guest, lalu pada tab option kalian klik dua kali lagi menu KVM hardware virtualization. Hilangkan centangnya.


11. Untuk melihat tampilan dari server guest yang telah kalian jalankan, kalian bisa mengklik kanan > Console pada menu server guest yang sudah dibuat. Selanjutnya kalian tinggal menginstall si server guest seperti instalasi Ubuntu Server pada komputer asli pada umumnya.



Catatan : Untuk melihat tampilan melalui console, pastikan bahwa browser yang kalian pakai sudah mempunyai plugin java player. Kalian bisa install terlebih dahulu plugin tersebut. Untuk Ubuntu, kalian bisa melihat artikel saya yang ini :  Install Java Plugin di Firefox Ubuntu

Semoga bermanfaat :)

Cara Menambahkan Guest OS Baru di Proxmox VE 3.0

Ini merupakan kelanjutan dari artikel kemarin yang membahas mengenai langkah-langkah instalasi Proxmox VE 3.0.

Setelah kalian berhasil menginstall Proxmox di server, selanjutnya tentu kalian harus membuat server-server Guest baru di dalamnya. Karena sebenarnya server Guest inilah yang akan kalian gunakan sebagai "the real" server nantinya. Misalnya kalian ingin membuat 3 buah server Guest yang masing-masing berperan sebagai Mail Server, Active Directory, dan Webserver, dan seterusnya.

Disini saya akan memberikan contoh bagaimana cara membuat sebuah server Guest baru. Server ini nantinya akan saya isi dengan OS Ubuntu Server 12.04 LTS.

1. Loginlah sebagai user root di control panel Proxmox kemudian klik tombol Create VM di pojok kanan atas halaman control panel.


2. Isi pada kolom Name dengan hostname server baru yang ingin dibuat. Pada bagian lainnya tidak perlu diubah.


3. Karena Ubuntu 12.04 sudah menggunakan kernel 3.xx maka saya disini memilih Linux 3.xx sebagai tipe OSnya.


4. Untuk CD Installer yang akan kita gunakan untuk menginstall OS baru ini, kita masukkan saja ke CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Jadi si server guest ini akan membaca CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Pilih Use Physical CD/DVD Drive.


5. Pada bagian Harddisk tidak ada yang perlu dirubah kecuali saya memilih SATA pada tipe harddisk dan angka 1 pada jumlah harddisk. Jika kalian ingin mengcustom sendiri konfigurasi harddisk kalian, bebas-bebas saja. Selanjutnya tinggal klik Next.


6. Untuk CPU tidak ada yang perlu diubah kecuali kalian ingin mengcustomnya sendiri (seperti jumlah core, dll).


7. Selanjutnya adalah konfigurasi RAM. Kalian bisa memilih metode pengalokasian memori secara tetap atau dinamis. Disini saya memilih metode tetap dengan besarnya memori 512MB.


8. Terakhir pastikan bahwa konfigurasi jaringan kalian adalah mode bridge ke interface vmbr0. Ini bertujuan agar si server guest bisa juga berhubungan dengan jaringan nyata si server proxmox.


9. Selanjutnya akan tampil review dari seluruh konfigurasi yang telah kalian buat. Klik Finish.


10. Untuk menjalankan si server guest, kalian tinggal klik kanan > Start pada menu server guest yang telah muncul.


Pastikan bahwa muncul pesan status OK pada bagian bawah halaman proxmox.



Catatan : Jika terjadi error : No accelerator found! pada saat menjalankan server guest, maka kalian perlu mendisable fitur KVM hardware virtualization dengan cara mengklik 2 kali pada menu server guest, lalu pada tab option kalian klik dua kali lagi menu KVM hardware virtualization. Hilangkan centangnya.


11. Untuk melihat tampilan dari server guest yang telah kalian jalankan, kalian bisa mengklik kanan > Console pada menu server guest yang sudah dibuat. Selanjutnya kalian tinggal menginstall si server guest seperti instalasi Ubuntu Server pada komputer asli pada umumnya.



Catatan : Untuk melihat tampilan melalui console, pastikan bahwa browser yang kalian pakai sudah mempunyai plugin java player. Kalian bisa install terlebih dahulu plugin tersebut. Untuk Ubuntu, kalian bisa melihat artikel saya yang ini :  Install Java Plugin di Firefox Ubuntu

Semoga bermanfaat :)

Friday, November 14, 2014

Langkah-Langkah Instalasi Proxmox VE 3.0

Proxmox mulai populer belakangan ini. Dengan maraknya konsep cloud computing, maka sudah sepatutnya kita juga mencoba OS yang satu ini. Proxmox merupakan distro Linux berbasis Debian yang bertujuan untuk dapat menjalankan berbagai macam virtual OS didalamnya. Konsepnya sih semacam aplikasi Virtualbox atau VMWare. Namun jika kalian ingin mengetahui apa itu Proxmox secara lebih jelas, silahkan langsung merujuk ke situs resminya di www.proxmox.com.

Mari kita mulai saja proses penginstalasian Proxmox.

Spesifikasi Komputer

Intel Core i3
RAM 4GB
HDD 80GB

Catatan : Proxmox hanya bisa diinstall di komputer yang berasitektur 64 bit.

Persiapan

1. Download terlebih dahulu installer Proxmox melalui situs resminya : https://www.proxmox.com/downloads. Pilihlah yang Proxmox VE ISO Installer.
2. Setelah terdownload, silahkan burn iso tersebut kedalam CD/DVD.

Tahap Instalasi

1. Booting lah komputer kalian melalui CD Installer Proxmox yang sudah kalian miliki. Jika berhasil maka kalian akan mendapati tampilan seperti berikut :


Tekan Enter.

2. Pilih I Agree pada tampilan persetujuan lisensi.


3. Disini kalian akan diperingatkan bahwa seluruh harddisk kalian akan di bantai untuk proxmox. Jadi jangan pernah mempraktekkan instalasi Proxmox di komputer yang memang masih banyak data penting di Harddisknya. Jika sudah siap, pilih Next.



 4. Selanjutnya isilah bagian negara dan zona waktu, jika sudah klik Next.


5. Isikan password beserta email untuk akun root (administrator) dari Proxmox. Password minimal harus 8 karakter dengan gabungan huruf, simbol, dan angka. Klik Next.


6. Disini isikan dengan konfigurasi jaringan yang kalian inginkan sesuai dengan topologi jaringan yang kalian miliki. Untuk Hostname itu bebas saja diisi dengan gabungan nama hostname.dan.domain.


7. Kemudian silahkan tunggu hingga proses instalasi selesai.


8. Jika sudah, maka kalian akan mendapati halaman seperti berikut. Klik Reboot untuk merestart komputer kalian.


Sampai sini proses penginstalasian telah selesai. Untuk mengakses control panel dari Proxmox yang berbasis web, kalian tinggal arahkan melalui browser ke alamat server Proxmox dengan port 8006, yaitu https://192.168.0.16:8806. Gantilah 192.168.0.16 dengan ip server kalian masing-masing.

Catatan : Jika muncul peringatan bahwa alamat yang akan kalian kunjungi berbahaya, abaikan saja. Pilih I Understand the Risk kemudian Confirm Security Exception jika kalian menggunakan Mozilla Firefox.

Jika berhasil, kalian akan diminta untuk memasukkan username dan password. Isikan username dengan root, sedangkan passwordnya adalah password yang sudah kalian buat pada saat instalasi.



Semoga bermanfaat :)

Langkah-Langkah Instalasi Proxmox VE 3.0

Proxmox mulai populer belakangan ini. Dengan maraknya konsep cloud computing, maka sudah sepatutnya kita juga mencoba OS yang satu ini. Proxmox merupakan distro Linux berbasis Debian yang bertujuan untuk dapat menjalankan berbagai macam virtual OS didalamnya. Konsepnya sih semacam aplikasi Virtualbox atau VMWare. Namun jika kalian ingin mengetahui apa itu Proxmox secara lebih jelas, silahkan langsung merujuk ke situs resminya di www.proxmox.com.

Mari kita mulai saja proses penginstalasian Proxmox.

Spesifikasi Komputer

Intel Core i3
RAM 4GB
HDD 80GB

Catatan : Proxmox hanya bisa diinstall di komputer yang berasitektur 64 bit.

Persiapan

1. Download terlebih dahulu installer Proxmox melalui situs resminya : https://www.proxmox.com/downloads. Pilihlah yang Proxmox VE ISO Installer.
2. Setelah terdownload, silahkan burn iso tersebut kedalam CD/DVD.

Tahap Instalasi

1. Booting lah komputer kalian melalui CD Installer Proxmox yang sudah kalian miliki. Jika berhasil maka kalian akan mendapati tampilan seperti berikut :


Tekan Enter.

2. Pilih I Agree pada tampilan persetujuan lisensi.


3. Disini kalian akan diperingatkan bahwa seluruh harddisk kalian akan di bantai untuk proxmox. Jadi jangan pernah mempraktekkan instalasi Proxmox di komputer yang memang masih banyak data penting di Harddisknya. Jika sudah siap, pilih Next.



 4. Selanjutnya isilah bagian negara dan zona waktu, jika sudah klik Next.


5. Isikan password beserta email untuk akun root (administrator) dari Proxmox. Password minimal harus 8 karakter dengan gabungan huruf, simbol, dan angka. Klik Next.


6. Disini isikan dengan konfigurasi jaringan yang kalian inginkan sesuai dengan topologi jaringan yang kalian miliki. Untuk Hostname itu bebas saja diisi dengan gabungan nama hostname.dan.domain.


7. Kemudian silahkan tunggu hingga proses instalasi selesai.


8. Jika sudah, maka kalian akan mendapati halaman seperti berikut. Klik Reboot untuk merestart komputer kalian.


Sampai sini proses penginstalasian telah selesai. Untuk mengakses control panel dari Proxmox yang berbasis web, kalian tinggal arahkan melalui browser ke alamat server Proxmox dengan port 8006, yaitu https://192.168.0.16:8806. Gantilah 192.168.0.16 dengan ip server kalian masing-masing.

Catatan : Jika muncul peringatan bahwa alamat yang akan kalian kunjungi berbahaya, abaikan saja. Pilih I Understand the Risk kemudian Confirm Security Exception jika kalian menggunakan Mozilla Firefox.

Jika berhasil, kalian akan diminta untuk memasukkan username dan password. Isikan username dengan root, sedangkan passwordnya adalah password yang sudah kalian buat pada saat instalasi.



Semoga bermanfaat :)