Wednesday, June 27, 2012

2 NVidia Geforce GTX 690 Base Graphic Processor

ASUS GeForce GTX 590
ASUS GeForce GTX 590


Technical Detile :
  • Fully support NVIDIA 3D Vision to bring fully immersive stereoscopic 3D experience to the PC!
  • Transferred hundreds of PC games into full stereoscopic 3D
  • Dual GPUs with Gigantic 3GB GDDR5 memoryASUS GeForce GTX 590
  • One card supports 3 display output in 3D Vision Surround
  • Three dual-link DVI outputs enable panoramic gaming across three 1080p screens in full stereoscopic 3D - all from a single ASUS GTX590 card!
Buy Now



EVGA GeForce GTX 590 Classified 3072 MB GDDR5 PCI Express 2.0 3DVI/Mini-Display Port SLI Ready
EVGA GeForce GTX 590 Classified 3072 MB GDDR5 PCI Express 2.0 3DVI/Mini-Display Port SLI Ready

Introducing the world's fastest DirectX 11 graphics card; the EVGA GeForce GTX 590 Classified. This card combines the power of two GTX 500 GPUs on a single card, and a massive 3,072MB of GDDR5 memory leaves the competition begging for mercy. Experience a whole new level of interactive gaming and combine up to three displays on a single card for the ultimate 3D gaming experience.

With these features and more, the EVGA GeForce GTX 590 Classified dEVGA GeForce GTX 590 Classified 3072 MB GDDR5 PCI Express 2.0 3DVI/Mini-Display Port SLI Readyoes not just obliterate the competition, it completely annihilates it. Specifications include the GTX 590 (630 MHz core clock) chipset, 3072MB of 0.4 ns GDDR5 memory with a 3456 MHz Effective memory clock, 768 bit memory interface, 1260 MHz Shader Clock, 1024 CUDA cores, 331.7 GB/sec Memory Bandwidth, 80.6 GT/s Texture Fill Rate and PCI Express 2.0 compatibility.

Additional features include Microsoft DirectX 11 Support, NVIDIA PhysX and NVIDIA PureVideo HD Technologies, NVIDIA Quad SLI readiness, NVIDIA 3D Vision Surround readiness, NVIDIA CUDA technology with CUDA C/C++, DirectCompute 5.0 and OpenCL support, PCI-Express 2.0 support and OpenGL 4.1 support. Connections are 1 Mini-DisplayPort connector and 3 Dual-Link DVI-I HDCP capable connectors.

Package includes the EVGA Driver/Software Disc with EVGA Precision Tuning Utility, 1 DVI to VGA adapter, 1 DVI to HDMI adapter, 2 Dual 6-pin to 8-pin adapters and a Limited Lifetime warranty if registered within 30 days at evga.com.

Buy Now

AMD Radeon HD6990 Graphic Card

XFX AMD Radeon HD 6990 830M 4 GB GDDR5 Four MINIDP DVI PCI-E Video Card, HD699AENF9
XFX AMD Radeon HD 6990 830M 4 GB GDDR5 Four MINIDP DVI PCI-E Video Card, HD699AENF9


The XFX HD6990 is the fastest video card on the planet and provides the most realistic and rich gaming experience possible.


User Review

Great card so far. Went from an HD5870 to this HD6990 and it was a big improvement.
I'm not sure what everyone is talking about who complains about this card being "loud" or "noisy", I honestly find it to be no louder than any other card I've used (which is to say, it's not loud at all).

The only thing I don't like about it is that it vents some of the warm air back into your case (due to the new heat-sync design), but it's not really an issue as it hasn't impacted on anything.

If you don't feel like waiting for the x7000 series, get this thing... it's awesome.
Buy Now

Monday, June 25, 2012

Cara Merubah Port Default SSH di Debian Squeeze


SSH (Secure SHell) merupakan aplikasi remote control yang dikenal sangat powerful dan juga aman. Saya sendiri sering menggunakan aplikasi ini di Debian Squeeze saya. Apalagi jika ingin mengkonfigurasikan komputer yang jaraknya jauh, daripada saya sendiri yang harus ke tempat komputer tersebut, lebih baik saya mengkonfigurasikannya melalui komputer teman saya lewat SSH bukan?
Kemudian, tentunya kalian tahu jika port asli dari SSH ini adalah di port 22. Nah, biasanya di dunia jaringan itu, service-service penting seperti ini harusnya dirubah port defaultnya ke port lain untuk keperluan keamanan. Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman Cara Merubah Port Default SSH di Debian Squeeze

Sebelum merubah port SSH, kalian harus mengetahui port-port mana saja yang sudah digunakan oleh komputer kalian, sehingga nanti tidak akan terjadi bentrok jika kalian telah merubah port SSH kalian. Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut :

netstat -ntulp

Contoh :

root@router:~# netstat -ntulp
Active Internet connections (only servers)
Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address State PID/Program name
tcp 0 0 0.0.0.0:111 0.0.0.0:* LISTEN 1029/portmap
tcp 0 0 192.168.100.1:53 0.0.0.0:* LISTEN 1322/named
tcp 0 0 117.74.74.1:53 0.0.0.0:* LISTEN 1322/named
tcp 0 0 127.0.0.1:53 0.0.0.0:* LISTEN 1322/named
tcp 0 0 0.0.0.0:22 0.0.0.0:* LISTEN 1316/sshd
tcp 0 0 0.0.0.0:23 0.0.0.0:* LISTEN 1297/inetutils-inet
tcp 0 0 0.0.0.0:3128 0.0.0.0:* LISTEN 22466/(squid)
tcp 0 0 127.0.0.1:25 0.0.0.0:* LISTEN 1701/exim4


Jika sudah mengetahui port-port mana saja yang sudah digunakan, maka saatnya kalian mengganti port SSH dengan port yang belum digunakan, misal port 21212. Caranya :

nano /etc/ssh/sshd_config

Akan muncul file konfigurasi ssh, dan pada baris yang saya tandai merah :

# Package generated configuration file
# See the sshd_config(5) manpage for details

# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 22


Kalian ganti port 22 nya menjadi port 21212 :

# Package generated configuration file
# See the sshd_config(5) manpage for details

# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 21212


Save dan tutup file tersebut. Lalu restart service SSH nya :

/etc/init.d/ssh restart

Semoga bermanfaat :)

Cara Merubah Port Default SSH di Debian Squeeze


SSH (Secure SHell) merupakan aplikasi remote control yang dikenal sangat powerful dan juga aman. Saya sendiri sering menggunakan aplikasi ini di Debian Squeeze saya. Apalagi jika ingin mengkonfigurasikan komputer yang jaraknya jauh, daripada saya sendiri yang harus ke tempat komputer tersebut, lebih baik saya mengkonfigurasikannya melalui komputer teman saya lewat SSH bukan?
Kemudian, tentunya kalian tahu jika port asli dari SSH ini adalah di port 22. Nah, biasanya di dunia jaringan itu, service-service penting seperti ini harusnya dirubah port defaultnya ke port lain untuk keperluan keamanan. Oleh karena itu, pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman Cara Merubah Port Default SSH di Debian Squeeze

Sebelum merubah port SSH, kalian harus mengetahui port-port mana saja yang sudah digunakan oleh komputer kalian, sehingga nanti tidak akan terjadi bentrok jika kalian telah merubah port SSH kalian. Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut :

netstat -ntulp

Contoh :

root@router:~# netstat -ntulp
Active Internet connections (only servers)
Proto Recv-Q Send-Q Local Address Foreign Address State PID/Program name
tcp 0 0 0.0.0.0:111 0.0.0.0:* LISTEN 1029/portmap
tcp 0 0 192.168.100.1:53 0.0.0.0:* LISTEN 1322/named
tcp 0 0 117.74.74.1:53 0.0.0.0:* LISTEN 1322/named
tcp 0 0 127.0.0.1:53 0.0.0.0:* LISTEN 1322/named
tcp 0 0 0.0.0.0:22 0.0.0.0:* LISTEN 1316/sshd
tcp 0 0 0.0.0.0:23 0.0.0.0:* LISTEN 1297/inetutils-inet
tcp 0 0 0.0.0.0:3128 0.0.0.0:* LISTEN 22466/(squid)
tcp 0 0 127.0.0.1:25 0.0.0.0:* LISTEN 1701/exim4


Jika sudah mengetahui port-port mana saja yang sudah digunakan, maka saatnya kalian mengganti port SSH dengan port yang belum digunakan, misal port 21212. Caranya :

nano /etc/ssh/sshd_config

Akan muncul file konfigurasi ssh, dan pada baris yang saya tandai merah :

# Package generated configuration file
# See the sshd_config(5) manpage for details

# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 22


Kalian ganti port 22 nya menjadi port 21212 :

# Package generated configuration file
# See the sshd_config(5) manpage for details

# What ports, IPs and protocols we listen for
Port 21212


Save dan tutup file tersebut. Lalu restart service SSH nya :

/etc/init.d/ssh restart

Semoga bermanfaat :)

Friday, June 22, 2012

Trik Mengatasi Gagal Boot Ubuntu Server 12.04 LTS di Virtualbox



Sekitar dua minggu yang lalu, saya mengikuti kelas belajar server FUI di Jakarta. Disana itu saya belajar administrasi server menggunakan Ubuntu Server 12.04 LTS. Nah, kemudian salah satu peserta ada yang menanyakan kalau dia tidak bisa menginstalasi Ubuntu Server 12.04 di Virtualbox. Katanya ada pesan error gimanaa gitu.
Akhirnya saya pun mencobanya dirumah, dan ternyata benar muncul pesan error gagal boot seperti gambar dibawah ini :



Tenang, solusinya mudah kok. Kalian tinggal pilih Settings > System > Processor > Centang pada Enable PAE/NX seperti gambar di bawah ini :



Setelah itu save dan coba booting kembali pasti bisa. :D



Semoga bermanfaat :)

Trik Mengatasi Gagal Boot Ubuntu Server 12.04 LTS di Virtualbox



Sekitar dua minggu yang lalu, saya mengikuti kelas belajar server FUI di Jakarta. Disana itu saya belajar administrasi server menggunakan Ubuntu Server 12.04 LTS. Nah, kemudian salah satu peserta ada yang menanyakan kalau dia tidak bisa menginstalasi Ubuntu Server 12.04 di Virtualbox. Katanya ada pesan error gimanaa gitu.
Akhirnya saya pun mencobanya dirumah, dan ternyata benar muncul pesan error gagal boot seperti gambar dibawah ini :



Tenang, solusinya mudah kok. Kalian tinggal pilih Settings > System > Processor > Centang pada Enable PAE/NX seperti gambar di bawah ini :



Setelah itu save dan coba booting kembali pasti bisa. :D



Semoga bermanfaat :)

Thursday, June 21, 2012

Pengertian Routing dan NAT



Apa sih sebenernya routing itu? apa sih NAT itu? Routing adalah proses pengiriman informasi/data dari pengirim di suatu jaringan ke penerima yang berada di jaringan yang lain. Kalian tentunya sudah tau kan kalo komputer tidak akan bisa berhubungan jika berbeda networknya? Misalnya lihat penjelasan dibawah ini :


PC1(192.168.7.1)-------(172.16.7.1)PC2


Kedua komputer tersebut tidak akan bisa saling berhubungan karena berbeda networknya, yaitu network 192.168.7.0 dan network 172.16.7.0. Nah supaya bisa berhubungan, harus ada sebuah router ditengahnya.


PC1(192.168.7.1)----(192.168.7.2)PCrouter(172.16.7.2)----(172.16.7.1)PC2


Kira-kira seperti itulah, hehe

Sedangkan pengertian NAT (Network Address Translation) adalah suatu cara untuk membuat 1 ip address dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa komputer/pengguna. Misalnya nih, kalian membeli satu buah ip publik dari ISP di komputer kalian. Nah tapi dirumah kalian, adek kalian dan kakak kalian yang mempunyai laptop juga ingin menikmati internet, caranya gimana? ya NAT inilah solusinya. Lihat gambar dibawah :

Internet-----(200.100.1.1)PCRouter(192.168.100.1)-------(192.168.100.2)client


Ip yang saya warnai merah itu adalah ip publik yang kalian beli di ISP masing-masing. Seharusnya ip publik ini hanya bisa digunakan berinternet oleh satu komputer yaitu PCRouter. Sedangkan ip PCRouter yang satu lagi (192.168.100.1), hanyalah ip private yang tidak bisa digunakan untuk berinternet. Otomatis client pun tidak akan bisa berinternet juga. Kemudian apa yang harus kita lakukan? Yap, kita harus melakukan perintah routing NAT agar ip private yang digunakan oleh para client juga bisa digunakan untuk berinternet.

Perintah NAT :

iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE

Mekanismenya kira-kira yaitu disaat komputer client meminta request untuk ke internet, maka ip private yang digunakan client akan dirubah terlebih dahulu menjadi ip publik ketika melewati PCRouter sebelum diteruskan ke internet. Begitu pula sebaliknya, ketika internet mengirimkan request untuk masuk ke client, maka ip publik tadi dirubah terlebih dahulu menjadi ip private ketika masuk ke PCRouter sebelum diteruskan ke client.
Implementasi dari NAT ini salah satunya dapat kita lihat di pusat-pusat internet wireless atau yang biasa disebut sebagai hotspot. Ketika kita terhubung ke suatu hotspot sebenarnya kita hanya menggunakan ip private seperti 192.168.1.1 atau 172.16.1.1. Nah, yang membuat kalian bisa terkoneksi ke internet yaa itu karena kalian sebenarnya sedang menggunakan ip publik dari PCRouter si penyedia hotspot.
Intinya, NAT ini adalah suatu penerapan penggunaan ip publik secara bersama oleh banyak ip private. Gunanya apa? Tentunya NAT menghemat penggunaan ip address. Ip address publik yang dapat digunakan untuk berinternet di dunia ini jumlahnya terbatas dan juga harus dibeli, nah daripada setiap orang juga ikut membeli ip publik yang notabene mahal, lebih baik menggunakan satu ip publik tetapi di bagi ke beberapa ip private yang gratis bukan?

Semoga kalian mendapat pencerahan tentang pengertian routing dan NAT setelah membaca artikel ini.

Semoga bermanfaat :)

Pengertian Routing dan NAT



Apa sih sebenernya routing itu? apa sih NAT itu? Routing adalah proses pengiriman informasi/data dari pengirim di suatu jaringan ke penerima yang berada di jaringan yang lain. Kalian tentunya sudah tau kan kalo komputer tidak akan bisa berhubungan jika berbeda networknya? Misalnya lihat penjelasan dibawah ini :


PC1(192.168.7.1)-------(172.16.7.1)PC2


Kedua komputer tersebut tidak akan bisa saling berhubungan karena berbeda networknya, yaitu network 192.168.7.0 dan network 172.16.7.0. Nah supaya bisa berhubungan, harus ada sebuah router ditengahnya.


PC1(192.168.7.1)----(192.168.7.2)PCrouter(172.16.7.2)----(172.16.7.1)PC2


Kira-kira seperti itulah, hehe

Sedangkan pengertian NAT (Network Address Translation) adalah suatu cara untuk membuat 1 ip address dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa komputer/pengguna. Misalnya nih, kalian membeli satu buah ip publik dari ISP di komputer kalian. Nah tapi dirumah kalian, adek kalian dan kakak kalian yang mempunyai laptop juga ingin menikmati internet, caranya gimana? ya NAT inilah solusinya. Lihat gambar dibawah :

Internet-----(200.100.1.1)PCRouter(192.168.100.1)-------(192.168.100.2)client


Ip yang saya warnai merah itu adalah ip publik yang kalian beli di ISP masing-masing. Seharusnya ip publik ini hanya bisa digunakan berinternet oleh satu komputer yaitu PCRouter. Sedangkan ip PCRouter yang satu lagi (192.168.100.1), hanyalah ip private yang tidak bisa digunakan untuk berinternet. Otomatis client pun tidak akan bisa berinternet juga. Kemudian apa yang harus kita lakukan? Yap, kita harus melakukan perintah routing NAT agar ip private yang digunakan oleh para client juga bisa digunakan untuk berinternet.

Perintah NAT :

iptables -t nat -A POSTROUTING -j MASQUERADE

Mekanismenya kira-kira yaitu disaat komputer client meminta request untuk ke internet, maka ip private yang digunakan client akan dirubah terlebih dahulu menjadi ip publik ketika melewati PCRouter sebelum diteruskan ke internet. Begitu pula sebaliknya, ketika internet mengirimkan request untuk masuk ke client, maka ip publik tadi dirubah terlebih dahulu menjadi ip private ketika masuk ke PCRouter sebelum diteruskan ke client.
Implementasi dari NAT ini salah satunya dapat kita lihat di pusat-pusat internet wireless atau yang biasa disebut sebagai hotspot. Ketika kita terhubung ke suatu hotspot sebenarnya kita hanya menggunakan ip private seperti 192.168.1.1 atau 172.16.1.1. Nah, yang membuat kalian bisa terkoneksi ke internet yaa itu karena kalian sebenarnya sedang menggunakan ip publik dari PCRouter si penyedia hotspot.
Intinya, NAT ini adalah suatu penerapan penggunaan ip publik secara bersama oleh banyak ip private. Gunanya apa? Tentunya NAT menghemat penggunaan ip address. Ip address publik yang dapat digunakan untuk berinternet di dunia ini jumlahnya terbatas dan juga harus dibeli, nah daripada setiap orang juga ikut membeli ip publik yang notabene mahal, lebih baik menggunakan satu ip publik tetapi di bagi ke beberapa ip private yang gratis bukan?

Semoga kalian mendapat pencerahan tentang pengertian routing dan NAT setelah membaca artikel ini.

Semoga bermanfaat :)

Tanggapan Nvidia Terhadap Bapak Linux


Beberapa waktu lalu muncul berita mengenai bapak sistem operasi open source Linux, Linus Torvalds, yang memberikan pernyataan yang kontroversial terkait dukungan produsen kartu grafis terkemuka, Nvidia.

Pendiri Linux ini mengacungkan jari tengah sambil melemparkan kritik terhadap produsen yang terkenal dengan jajaran produk GeForce-nya.

Linus merasa tidak puas dengan dukungan yang diberikan oleh Nvidia terhadap sistem operasi open source besutannya, terutama masalah driver perangkat keras, dalam hal ini adalah driver kartu grafis GeForce-nya.

Kabarnya, Nvidia menolak memberikan source code driver nya karena hal tersebut mengakibatkan kebocoran informasi mengenai desain teknis perangkat keras yang dibuat dan dikembangkan oleh Nvidia.

Seperti yang dikutip dari fudzilla, Kritik tajam dan kasar yang dilontarkan Linus Torvalds ini ternyata langsung mendapat tanggapan dari para petinggi produsen grafis terkemuka ini.

Nvidia mengatakan bahwa mendukung Linux adalah sesuatu yang penting bagi perusahaan, pihaknya mengaku terus bekerja untuk mendukung linux. Proyek open source Bumblebee adalah salah satu bentuk dukungan Nvidia untuk membawa teknologi Nvidia Optimus ke sistem operasi Linux.

    “Meskipun demikian, kami memahami beberapa orang yang telah memilih produk kami serta mendorong untuk menyediakan dokumentasi rinci mengenai semua hal teknis mengenai GPU kami dalam diskusi pengembangan kernel Linux.”

    “Kami telah mengambil keputusan untuk mendukung Linux pada GPU kami dengan memanfaatkan kode-kode umum Nvidia dan bukan infrastruktur umum Linux. Meskipun ini tidak menyenangkan bagi banyak orang, hal itu memungkinkan kami untuk memberikan pengalaman GPU yang konsisten bagi pelanggan kami, terlepas dari platform atau sistem operasi,” kata Nvidia.

Nvidia melanjutkan dengan menunjukan pada pengguna Linux mengenai manfaat GPU Nvidia dalam komputasi sehari-hari serta melakukan update driver Linux mulai dari jajaran GeForce hingga Quadro.

Sumber: sidomi.com

Tanggapan Nvidia Terhadap Bapak Linux


Beberapa waktu lalu muncul berita mengenai bapak sistem operasi open source Linux, Linus Torvalds, yang memberikan pernyataan yang kontroversial terkait dukungan produsen kartu grafis terkemuka, Nvidia.

Pendiri Linux ini mengacungkan jari tengah sambil melemparkan kritik terhadap produsen yang terkenal dengan jajaran produk GeForce-nya.

Linus merasa tidak puas dengan dukungan yang diberikan oleh Nvidia terhadap sistem operasi open source besutannya, terutama masalah driver perangkat keras, dalam hal ini adalah driver kartu grafis GeForce-nya.

Kabarnya, Nvidia menolak memberikan source code driver nya karena hal tersebut mengakibatkan kebocoran informasi mengenai desain teknis perangkat keras yang dibuat dan dikembangkan oleh Nvidia.

Seperti yang dikutip dari fudzilla, Kritik tajam dan kasar yang dilontarkan Linus Torvalds ini ternyata langsung mendapat tanggapan dari para petinggi produsen grafis terkemuka ini.

Nvidia mengatakan bahwa mendukung Linux adalah sesuatu yang penting bagi perusahaan, pihaknya mengaku terus bekerja untuk mendukung linux. Proyek open source Bumblebee adalah salah satu bentuk dukungan Nvidia untuk membawa teknologi Nvidia Optimus ke sistem operasi Linux.

    “Meskipun demikian, kami memahami beberapa orang yang telah memilih produk kami serta mendorong untuk menyediakan dokumentasi rinci mengenai semua hal teknis mengenai GPU kami dalam diskusi pengembangan kernel Linux.”

    “Kami telah mengambil keputusan untuk mendukung Linux pada GPU kami dengan memanfaatkan kode-kode umum Nvidia dan bukan infrastruktur umum Linux. Meskipun ini tidak menyenangkan bagi banyak orang, hal itu memungkinkan kami untuk memberikan pengalaman GPU yang konsisten bagi pelanggan kami, terlepas dari platform atau sistem operasi,” kata Nvidia.

Nvidia melanjutkan dengan menunjukan pada pengguna Linux mengenai manfaat GPU Nvidia dalam komputasi sehari-hari serta melakukan update driver Linux mulai dari jajaran GeForce hingga Quadro.

Sumber: sidomi.com

Wednesday, June 20, 2012

GRAND THEFT AUTO III Untuk Ponsel Android Dan Tablet (QVGA, WVGA, HVGA)



Kali ini saya akan posting cara install game GTA 3 untuk Ponsel Android dan Tablet. Bagi Anda yang gila Gaming seperti saya, ini merupakan game yang patut Anda coba!

GTA3 adalah salah satu permainan RPG paling populer yang sekarang tersedia dan dapat dimainkan pada hampir semua perangkat android. Berikut adalah beberapa perangkat Android yang telah ditest :

Ponsel: Sony Ericsson Xperia Play, HTC Rezound, LG Optimus 2x, Motorola Atrix 4G, Motorola Droid X2, Motorola Foton 4G, Samsung Galaxy R, T-Mobile G2xAndroid

Tablet: Acer Iconia, Motorola Xoom, HTC Rezound, Asus Eee Pad Transformer, Dell Streak 7, LG Optimus, Sony Tablet S, Toshiba Thrive, Samsung Galaxy Tab 8,9 dan 10,1, dll

Fitur-Fitur GTA 3:
  • Visual yang menakjubkan, dengan grafis, karakter dan model kendaraan yang telah diperbaharui.
  • Kualitas resolusi HD yang menakjubkan.
  • Gameplay dioptimalkan untuk perangkat layar sentuh
  • Custom kontrol untuk platform mobile
  • Tak terhitung jam gameplay
  • Gamepad dukungan untuk perangkat USB


Download apk :
Download Data:

Cara Install :
1. Instal APK
2. Ekstrak file data ke SDcard/Android /data/
3. RUN THE GAME

Semoga Bermanfaat :)

GRAND THEFT AUTO III Untuk Ponsel Android Dan Tablet (QVGA, WVGA, HVGA)



Kali ini saya akan posting cara install game GTA 3 untuk Ponsel Android dan Tablet. Bagi Anda yang gila Gaming seperti saya, ini merupakan game yang patut Anda coba!

GTA3 adalah salah satu permainan RPG paling populer yang sekarang tersedia dan dapat dimainkan pada hampir semua perangkat android. Berikut adalah beberapa perangkat Android yang telah ditest :

Ponsel: Sony Ericsson Xperia Play, HTC Rezound, LG Optimus 2x, Motorola Atrix 4G, Motorola Droid X2, Motorola Foton 4G, Samsung Galaxy R, T-Mobile G2xAndroid

Tablet: Acer Iconia, Motorola Xoom, HTC Rezound, Asus Eee Pad Transformer, Dell Streak 7, LG Optimus, Sony Tablet S, Toshiba Thrive, Samsung Galaxy Tab 8,9 dan 10,1, dll

Fitur-Fitur GTA 3:
  • Visual yang menakjubkan, dengan grafis, karakter dan model kendaraan yang telah diperbaharui.
  • Kualitas resolusi HD yang menakjubkan.
  • Gameplay dioptimalkan untuk perangkat layar sentuh
  • Custom kontrol untuk platform mobile
  • Tak terhitung jam gameplay
  • Gamepad dukungan untuk perangkat USB


Download apk :
Download Data:

Cara Install :
1. Instal APK
2. Ekstrak file data ke SDcard/Android /data/
3. RUN THE GAME

Semoga Bermanfaat :)

Tuesday, June 19, 2012

APLIKASI MENYENANGKAN DAN MENARIK DI UBUNTU


Saya baru saja menemukan aplikasi ubuntu yang menyenangkan dan menarik di salah satu blog. Blog tersebut beralamat di rehmoe.blogspot.com. Jika anda pengguna ubuntu yang baik, anda harus mencoba aplikasi yang menyenangkan dan menarik ini di ubuntu anda.


Berikut beberapa aplikasi kecil yang menarik buat anda. Bahkan diantara anda akan tersenyum dibuatnya:




1. Oneko
Merupakan aplikasi yang menampilkan seekor kucing berlari-larian mengejar tikus (pointer mouse) di desktop anda. Tiap kali anda menggerakan/memindahkan posisi pointer mouse, kucing akan mengejarnya.
* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install oneko

* menjalankan, pada terminal ketik
oneko

* mengakhiri, tekan CTRL+C

*Screenshot












2. Xpenguins
Merupakan aplikasi yang memunculkan banyak penguins sedang terjun bebas dari atas desktop anda, ada yang selamat, ada yang tidak. Penguin-penguin yang selamat tersebut akan melakukan aktifitas-aktifitas yang berbeda, ada yang baca buku, bermain skateboard, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install xpenguins

* menjalankan, pada terminal ketik
xpenguins

* mengakhiri, tekan CTRL+C

*Screenshot
















3. Xsnow
Merupakan aplikasi yang menampilkan nuansa Christmas di desktop anda.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install xsnow

* menjalankan, pada terminal ketik
xsnow

* mengakhiri, tekan CTRL+C

*Screenshot
















4. Free The Fish
Merupakan Easter Egg dari Gnome desktop Ubuntu Anda.

* Mengaktifkannya, tekan tombol ALT+F2, dan ketik
free the fish

* mengakhiri, buka terminal dan ketik
killall gnome-panel

*Screenshot













5. Figlet
Merupakan aplikasi untuk membuat/menampilkan karakter dalam ukuran besar. Kalau melihat output dari aplikasi ini, saya jadi ingat tentang Ascii Art.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install figlet

* contoh penggunaan, pada terminal ketik
figlet rehmoe

*Screenshot















6. Cowsay
Merupakan aplikasi mengenai ucapan/pikiran sapi dalam bentuk Ascii Art.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install cowsay

* contoh penggunaan, pada terminal ketik
cowsay "aloha.., saya rehmoe"

*Screenshot




















Bagaiman? Menarik 'kan??
Selamat mencoba!
Semoga Bermanfaat.. :-)


Sumber




APLIKASI MENYENANGKAN DAN MENARIK DI UBUNTU


Saya baru saja menemukan aplikasi ubuntu yang menyenangkan dan menarik di salah satu blog. Blog tersebut beralamat di rehmoe.blogspot.com. Jika anda pengguna ubuntu yang baik, anda harus mencoba aplikasi yang menyenangkan dan menarik ini di ubuntu anda.


Berikut beberapa aplikasi kecil yang menarik buat anda. Bahkan diantara anda akan tersenyum dibuatnya:




1. Oneko
Merupakan aplikasi yang menampilkan seekor kucing berlari-larian mengejar tikus (pointer mouse) di desktop anda. Tiap kali anda menggerakan/memindahkan posisi pointer mouse, kucing akan mengejarnya.
* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install oneko

* menjalankan, pada terminal ketik
oneko

* mengakhiri, tekan CTRL+C

*Screenshot












2. Xpenguins
Merupakan aplikasi yang memunculkan banyak penguins sedang terjun bebas dari atas desktop anda, ada yang selamat, ada yang tidak. Penguin-penguin yang selamat tersebut akan melakukan aktifitas-aktifitas yang berbeda, ada yang baca buku, bermain skateboard, jalan-jalan, dan lain sebagainya.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install xpenguins

* menjalankan, pada terminal ketik
xpenguins

* mengakhiri, tekan CTRL+C

*Screenshot
















3. Xsnow
Merupakan aplikasi yang menampilkan nuansa Christmas di desktop anda.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install xsnow

* menjalankan, pada terminal ketik
xsnow

* mengakhiri, tekan CTRL+C

*Screenshot
















4. Free The Fish
Merupakan Easter Egg dari Gnome desktop Ubuntu Anda.

* Mengaktifkannya, tekan tombol ALT+F2, dan ketik
free the fish

* mengakhiri, buka terminal dan ketik
killall gnome-panel

*Screenshot













5. Figlet
Merupakan aplikasi untuk membuat/menampilkan karakter dalam ukuran besar. Kalau melihat output dari aplikasi ini, saya jadi ingat tentang Ascii Art.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install figlet

* contoh penggunaan, pada terminal ketik
figlet rehmoe

*Screenshot















6. Cowsay
Merupakan aplikasi mengenai ucapan/pikiran sapi dalam bentuk Ascii Art.

* Install, buka terminal dan ketik
sudo apt-get install cowsay

* contoh penggunaan, pada terminal ketik
cowsay "aloha.., saya rehmoe"

*Screenshot




















Bagaiman? Menarik 'kan??
Selamat mencoba!
Semoga Bermanfaat.. :-)


Sumber




Konfigurasi IP Address, DNS dan NAT di Ubuntu Server 10.10


Selamat Pagi semuanya perkenalkan saya Faizal Akbar atau biasa dipanggil Ichal di sekolah, saya penulis baru di LinuxKu saya diundang untuk bantu ngisi postingan disini okedeh langsung aja gausah kepanjangan perkenalannya :D
Dalam kesempatan kali ini saya mau berbagi cara Konfigurasi IP, DNS dan NAT di Ubuntu Server dan kebetulan yang diapakai adalah ubuntu server 10.10

Tampilan dari Ubuntu Server 10.10 itu adalah text, bukan seperti yang kalian lihat kaya distro distro lain selain yang berabsis GUI (Graphic User Interface), apasih GUI itu? googling dulu ajadeh kalau begitu hehe 

Pada Ubuntu Server semuanya dilakukan dengan mengetikkan command atau mengetikan secara manual perintah melalui keyboard. Sebenarnya Ubuntu Server 10.10 juga bisa dibuat dengan mode GUI, namun itu akan sangat memberatkan bagi server, karena harus melakukan instalasi mode GUI yang memakan banyak kapasitas, terutama Memory dan Hard Disk. Pada dasarnya tingkat keamanan dengan menggunakan mode CLI akan lebih baik daripada menggunakan mode GUI.

Agar Ubuntu Server 10.10 dapat melakukan koneksi ke jaringan, baik itu jaringan lokal maupun internet, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan konfigrasi alamat IP. Untuk mengkonfigurasi alamat IP langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Masuklah menggunakan username dan password yang telah diatur pada langkah sebelumnya. Pada artikel ini username yang saya gunakan adalah ichal dan password saya 123 (biar gampang diinget hehe).

  • Setelah berhasil masuk akan diperlihatkan kapan pengguna adamkurniawan terakhir login. Pada baris paling bawah terlihat tulisan ichal@server01:~$, ini berarti pengguna dengan id ichal masih berstatus sebagai pengguna biasa dan belum bisa melakukan pengaturan (root). Agar dapat melakukan pengaturan, pengguna harus masuk sebagai mode root atau mode tertinggi dalam sistem (administrator) dengan mengetikkan perintah sudo su, maka akan akan muncul tulisan [sudo] password for ichal: itu berarti sistem meminta password agar pengguna dengan id ichal dapat masuk sebagai mode root. Password yang digunakan untuk mode root ini adalah password yang sama yang digunakan untuk login pada awal tadi. Masukkan password-nya dan tekan Enter. Jika password yang dimasukkan benar, maka akan muncul tulisanroot@server01:/home/ichal#, ini berarti pengguna dengan id ichal sudah masuk sebagai mode root dan sudah bisa melakukan konfigurasi.

  • Sebelum melakukan konfigurasi  pada  alamat IP, cek terlebih dahulu apa nama kartu jaringan (ethernet card) yang tersedia yang dapat digunakan dengan mengetikkan: # ifconfig –a | more. Penamaan kartu jaringan pada sistem Linux diawali dengan eth lalu diikuti dengan nomor kartu jaringannya yang dimulai dengan 0, misal eth0, eth1, eth2, dan seterusnya. Karena pada artikel ini saya menggunakan dua buah kartu jaringan maka setelah diketikkan # ifonfig –a | more, didapati bahwa nama kartu jaringan yang saya miliki pada sistem linux dikenal dengan nama eth0 dan eth1.

  • Ketikkan perintah # nano /etc/network/interfaces untuk mulai melakukan konfigurasi alamat IP Ubuntu Server 10.10. Pada baris paling akhir ketikkan skrip berikut:
    auto eth0 iface eth0 inet static
    address 192.168.6.200
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.6.254
    Script diatas adalah script yang digunakan untuk melakukan pengaturan kartu jaringan pertama (eth0) yang akan dihubungkan ke internet. Alamat IP yang saya berikan harus satu segmen dengan jaringan yang ada di atas Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan dan gateway dari kartu jaringan pertama juga harus merupakan alamat IP dari perangkat yang bertindak sebagai gerbang dari Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan ke internet. Sedangkan untuk pengaturan kartu jaringan kedua yang akan digunakan sebagai interface ke jaringan lokal adalah sebagai berikut:
    auto eth1
    iface eth1 inet static
    address 10.10.1.254
    netmask 255.255.255.0
    Jika telah selesai tekan tombol Ctrl + O untuk menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan, berikan nama berkas konfigurasi yang baru saja dibuat, pada artikel ini saya tidak memberikan nama baru, jadi saya langsung saja menekan tombol Enter. Kemudia tekan tombol Ctrl + X untuk keluar. Restart kartu jaringan menggunakan perintah # /etc/init.d/networking restart agar konfigurasi yang baru saja dilakukan bisa terbaca oleh sistem.

  • Pada umumnya, jika kartu jaringan belum pernah dikonfigurasi menggunakan Ubuntu Server 10.10 atau Ubuntu Server 10.10 yang digunakan masih baru diinstal (fresh install), kartu jaringan yang dipasang di komputer sudah terbaca namun belum aktif. Untuk melihat apakah kartu jaringan sudah aktif atau belum, ketikkan perintah #ifconfig. Pada artikel ini, kartu jaringan yang saya gunakan belum aktif.

  • Untuk mengaktifkannya ketikkan perintah # ifconfig eth0 up (mengaktifkan kartu jaringan pertama) dan # ifconfig eth1 up (mengaktifkan kartu jaringan kedua). Setelah itu restart kembali kartu jaringan menggunaka# /etc/init.d/networking restart. Jika dilakukan pengecekan kembali menggunakan perintah # ifconfig, maka akan bisa dilihat bahwa kartu jaringan sudah aktif dan sudah memiliki alamat IP sesuai dengan yang sudah di konfigurasi.

  • Langkah selanjutnya adalah memberikan DNS (Domain Name System). DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP, dan sebaliknya, yaitu dari alamat IP ke nama domain. Jadi apabila pengguna mengetikkan google.com di web browser, maka itu berarti pengguna memanggil alamat IP dari google.com yaitu 74.125.71.103. Untuk mengatur DNS di Ubuntu Server 10.10 pengguna harus membuat sebuah berkas baru bernama resolv.conf yang diletakkan di direktori /etc dengan mengetikkan # nano /etc/resolv.conf, namun sebelumnya pengguna harus masuk ke dalam mode root. Setelah berhasil membuatnya, selanjutnya adalah mengisi berkas resolve.conf tersebut dengan alamat IP yang bisa menerjemahkan nama domain ke alamat IP dan sebaliknya, dengan cara mengetikkan perintah # nano /etc/resolv.conf. Kemudian ketikkan nameserver dan diikuti dengan alamat IP yang dapat digunakan sebagai DNS, pada artikel ini saya menggunakan 2 buah DNS, yaitu 192.168.4.254 yang merupakan alamat IP gateway Ubuntu Server 10.10 dan 8.8.8.8 yang merupakan alamat penyedia DNS yang dibuat oleh Google. Jadi penulisannya adalah sebagai berikut:
    nameserver 192.168.4.254
    nameserver 8.8.8.8
    Simpan dengan menekan Ctrl + O, tekan tombol Enter untuk replace nama yang lama dan tekan Ctrl + X untuk keluar. Lakukan kembali restart jaringan dengan mengetikkan # /etc/init.d/networking.
  • Tahap berikutnya adalah melakukan pengecekan apakah Ubuntu Server 10.10 sudah bisa melakukan koneksi ke internet dan apakah DNS sudah bekerja dengan baik. Cara melakukannya adalah dengan melakukan ping ke sebuah alamat domain. Pada artikel ini, saya melakukan pengecekan dengan melakukan ping ke domain yahoo.com. Perintah yang diketikkan adalah # ping yahoo.com. disini saya sudah mendapatkan balasan dari yahoo.com dan berarti Ubuntu Server 10.10 yang digunakan sebagai server sudah terkoneksi ke internet dengan baik, begitu juga dengan DNS-nya.

  • Selanjutnya, lakukan konfigurasi agar semua klien yang berada pada jaringan lokal bisa mengakses ke jaringan yang berada di jaringan luar (internet) atau melakukan NAT. Jika tidak dikonfigurasi maka paket-paket yang berasal dari kartu jaringan lokal (eth1) tidak akan bisa diteruskan ke kartu jaringan yang mengarah ke internet (eth0). Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut ini: iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE, lalu tekan Enter. Jika ingin rule ini dijalankan pada saat komputer dinyalakan, maka ketikkanlah rule diatas pada file/etc/rc.local sebelum baris exit 0.
Maaf kalo kurang jelas, Semoga Bermanfaat :)

Jangan lupa mampir ke linuxinside2cikbar.blogspot.com :D

Konfigurasi IP Address, DNS dan NAT di Ubuntu Server 10.10


Selamat Pagi semuanya perkenalkan saya Faizal Akbar atau biasa dipanggil Ichal di sekolah, saya penulis baru di LinuxKu saya diundang untuk bantu ngisi postingan disini okedeh langsung aja gausah kepanjangan perkenalannya :D
Dalam kesempatan kali ini saya mau berbagi cara Konfigurasi IP, DNS dan NAT di Ubuntu Server dan kebetulan yang diapakai adalah ubuntu server 10.10

Tampilan dari Ubuntu Server 10.10 itu adalah text, bukan seperti yang kalian lihat kaya distro distro lain selain yang berabsis GUI (Graphic User Interface), apasih GUI itu? googling dulu ajadeh kalau begitu hehe 

Pada Ubuntu Server semuanya dilakukan dengan mengetikkan command atau mengetikan secara manual perintah melalui keyboard. Sebenarnya Ubuntu Server 10.10 juga bisa dibuat dengan mode GUI, namun itu akan sangat memberatkan bagi server, karena harus melakukan instalasi mode GUI yang memakan banyak kapasitas, terutama Memory dan Hard Disk. Pada dasarnya tingkat keamanan dengan menggunakan mode CLI akan lebih baik daripada menggunakan mode GUI.

Agar Ubuntu Server 10.10 dapat melakukan koneksi ke jaringan, baik itu jaringan lokal maupun internet, maka langkah awal yang dilakukan adalah melakukan konfigrasi alamat IP. Untuk mengkonfigurasi alamat IP langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Masuklah menggunakan username dan password yang telah diatur pada langkah sebelumnya. Pada artikel ini username yang saya gunakan adalah ichal dan password saya 123 (biar gampang diinget hehe).

  • Setelah berhasil masuk akan diperlihatkan kapan pengguna adamkurniawan terakhir login. Pada baris paling bawah terlihat tulisan ichal@server01:~$, ini berarti pengguna dengan id ichal masih berstatus sebagai pengguna biasa dan belum bisa melakukan pengaturan (root). Agar dapat melakukan pengaturan, pengguna harus masuk sebagai mode root atau mode tertinggi dalam sistem (administrator) dengan mengetikkan perintah sudo su, maka akan akan muncul tulisan [sudo] password for ichal: itu berarti sistem meminta password agar pengguna dengan id ichal dapat masuk sebagai mode root. Password yang digunakan untuk mode root ini adalah password yang sama yang digunakan untuk login pada awal tadi. Masukkan password-nya dan tekan Enter. Jika password yang dimasukkan benar, maka akan muncul tulisanroot@server01:/home/ichal#, ini berarti pengguna dengan id ichal sudah masuk sebagai mode root dan sudah bisa melakukan konfigurasi.

  • Sebelum melakukan konfigurasi  pada  alamat IP, cek terlebih dahulu apa nama kartu jaringan (ethernet card) yang tersedia yang dapat digunakan dengan mengetikkan: # ifconfig –a | more. Penamaan kartu jaringan pada sistem Linux diawali dengan eth lalu diikuti dengan nomor kartu jaringannya yang dimulai dengan 0, misal eth0, eth1, eth2, dan seterusnya. Karena pada artikel ini saya menggunakan dua buah kartu jaringan maka setelah diketikkan # ifonfig –a | more, didapati bahwa nama kartu jaringan yang saya miliki pada sistem linux dikenal dengan nama eth0 dan eth1.

  • Ketikkan perintah # nano /etc/network/interfaces untuk mulai melakukan konfigurasi alamat IP Ubuntu Server 10.10. Pada baris paling akhir ketikkan skrip berikut:
    auto eth0 iface eth0 inet static
    address 192.168.6.200
    netmask 255.255.255.0
    gateway 192.168.6.254
    Script diatas adalah script yang digunakan untuk melakukan pengaturan kartu jaringan pertama (eth0) yang akan dihubungkan ke internet. Alamat IP yang saya berikan harus satu segmen dengan jaringan yang ada di atas Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan dan gateway dari kartu jaringan pertama juga harus merupakan alamat IP dari perangkat yang bertindak sebagai gerbang dari Ubuntu Server 10.10 yang saya gunakan ke internet. Sedangkan untuk pengaturan kartu jaringan kedua yang akan digunakan sebagai interface ke jaringan lokal adalah sebagai berikut:
    auto eth1
    iface eth1 inet static
    address 10.10.1.254
    netmask 255.255.255.0
    Jika telah selesai tekan tombol Ctrl + O untuk menyimpan konfigurasi yang telah dilakukan, berikan nama berkas konfigurasi yang baru saja dibuat, pada artikel ini saya tidak memberikan nama baru, jadi saya langsung saja menekan tombol Enter. Kemudia tekan tombol Ctrl + X untuk keluar. Restart kartu jaringan menggunakan perintah # /etc/init.d/networking restart agar konfigurasi yang baru saja dilakukan bisa terbaca oleh sistem.

  • Pada umumnya, jika kartu jaringan belum pernah dikonfigurasi menggunakan Ubuntu Server 10.10 atau Ubuntu Server 10.10 yang digunakan masih baru diinstal (fresh install), kartu jaringan yang dipasang di komputer sudah terbaca namun belum aktif. Untuk melihat apakah kartu jaringan sudah aktif atau belum, ketikkan perintah #ifconfig. Pada artikel ini, kartu jaringan yang saya gunakan belum aktif.

  • Untuk mengaktifkannya ketikkan perintah # ifconfig eth0 up (mengaktifkan kartu jaringan pertama) dan # ifconfig eth1 up (mengaktifkan kartu jaringan kedua). Setelah itu restart kembali kartu jaringan menggunaka# /etc/init.d/networking restart. Jika dilakukan pengecekan kembali menggunakan perintah # ifconfig, maka akan bisa dilihat bahwa kartu jaringan sudah aktif dan sudah memiliki alamat IP sesuai dengan yang sudah di konfigurasi.

  • Langkah selanjutnya adalah memberikan DNS (Domain Name System). DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP, dan sebaliknya, yaitu dari alamat IP ke nama domain. Jadi apabila pengguna mengetikkan google.com di web browser, maka itu berarti pengguna memanggil alamat IP dari google.com yaitu 74.125.71.103. Untuk mengatur DNS di Ubuntu Server 10.10 pengguna harus membuat sebuah berkas baru bernama resolv.conf yang diletakkan di direktori /etc dengan mengetikkan # nano /etc/resolv.conf, namun sebelumnya pengguna harus masuk ke dalam mode root. Setelah berhasil membuatnya, selanjutnya adalah mengisi berkas resolve.conf tersebut dengan alamat IP yang bisa menerjemahkan nama domain ke alamat IP dan sebaliknya, dengan cara mengetikkan perintah # nano /etc/resolv.conf. Kemudian ketikkan nameserver dan diikuti dengan alamat IP yang dapat digunakan sebagai DNS, pada artikel ini saya menggunakan 2 buah DNS, yaitu 192.168.4.254 yang merupakan alamat IP gateway Ubuntu Server 10.10 dan 8.8.8.8 yang merupakan alamat penyedia DNS yang dibuat oleh Google. Jadi penulisannya adalah sebagai berikut:
    nameserver 192.168.4.254
    nameserver 8.8.8.8
    Simpan dengan menekan Ctrl + O, tekan tombol Enter untuk replace nama yang lama dan tekan Ctrl + X untuk keluar. Lakukan kembali restart jaringan dengan mengetikkan # /etc/init.d/networking.
  • Tahap berikutnya adalah melakukan pengecekan apakah Ubuntu Server 10.10 sudah bisa melakukan koneksi ke internet dan apakah DNS sudah bekerja dengan baik. Cara melakukannya adalah dengan melakukan ping ke sebuah alamat domain. Pada artikel ini, saya melakukan pengecekan dengan melakukan ping ke domain yahoo.com. Perintah yang diketikkan adalah # ping yahoo.com. disini saya sudah mendapatkan balasan dari yahoo.com dan berarti Ubuntu Server 10.10 yang digunakan sebagai server sudah terkoneksi ke internet dengan baik, begitu juga dengan DNS-nya.

  • Selanjutnya, lakukan konfigurasi agar semua klien yang berada pada jaringan lokal bisa mengakses ke jaringan yang berada di jaringan luar (internet) atau melakukan NAT. Jika tidak dikonfigurasi maka paket-paket yang berasal dari kartu jaringan lokal (eth1) tidak akan bisa diteruskan ke kartu jaringan yang mengarah ke internet (eth0). Caranya adalah dengan mengetikkan perintah berikut ini: iptables –t nat –A POSTROUTING –o eth0 –j MASQUERADE, lalu tekan Enter. Jika ingin rule ini dijalankan pada saat komputer dinyalakan, maka ketikkanlah rule diatas pada file/etc/rc.local sebelum baris exit 0.
Maaf kalo kurang jelas, Semoga Bermanfaat :)

Jangan lupa mampir ke linuxinside2cikbar.blogspot.com :D