Showing posts with label Fedora. Show all posts
Showing posts with label Fedora. Show all posts
Wednesday, January 16, 2013
Fedora 18 "Spherical Cow" Dirilis !
Salah satu distro Linux yang cukup terkenal, Fedora, hari ini merilis versi terbarunya yaitu Fedora 18 dengan Codename Spherical Cow. Fedora 18 hadir dengan Kernel 3.6 dan GNOME 3.6 sebagai Desktop Environment defaultnya.
Selain itu, Fedora 18 juga tampil dengan User Interface installer yang baru bernama UEFI Secure Boot support. Dengan fitur ini Fedora 18 dapat diinstall berbarengan dengan Windows 8. Jadi bagi kalian yang ingin dual-boot dengan Windows, jangan kawatir lagi ya. :D
Aplikasi-aplikasi default bawaan dari Fedora 18 ini antara lain : Nautilus 3.6.3, GNOME Control Center 3.6.3, Evolution 3.6.3, GNOME Documents 3.6.2, GNOME Boxes 3.6.2, Deja Dup backup tool 24.0, Rhythmbox 2.98, Empathy 3.6.2, Firefox 18, Cheese 3.6.2, Shotwell 0.13.1, Transmission 2.72, GDM 3.6.2 and LibreOffice 3.6.3.2, dan tidak lupa juga GNOME 3.6 serta GTK 3.6.2.
Berikut adalah beberapa screenshot Fedora 18 :
Naaah, sekarang bagi kalian yang ingin menjajal distro Linux yang satu ini silahkan klik gambar dibawah ya :
Semoga bermanfaat :)
SUMBER
Fedora 18 "Spherical Cow" Dirilis !
Salah satu distro Linux yang cukup terkenal, Fedora, hari ini merilis versi terbarunya yaitu Fedora 18 dengan Codename Spherical Cow. Fedora 18 hadir dengan Kernel 3.6 dan GNOME 3.6 sebagai Desktop Environment defaultnya.
Selain itu, Fedora 18 juga tampil dengan User Interface installer yang baru bernama UEFI Secure Boot support. Dengan fitur ini Fedora 18 dapat diinstall berbarengan dengan Windows 8. Jadi bagi kalian yang ingin dual-boot dengan Windows, jangan kawatir lagi ya. :D
Aplikasi-aplikasi default bawaan dari Fedora 18 ini antara lain : Nautilus 3.6.3, GNOME Control Center 3.6.3, Evolution 3.6.3, GNOME Documents 3.6.2, GNOME Boxes 3.6.2, Deja Dup backup tool 24.0, Rhythmbox 2.98, Empathy 3.6.2, Firefox 18, Cheese 3.6.2, Shotwell 0.13.1, Transmission 2.72, GDM 3.6.2 and LibreOffice 3.6.3.2, dan tidak lupa juga GNOME 3.6 serta GTK 3.6.2.
Berikut adalah beberapa screenshot Fedora 18 :
Naaah, sekarang bagi kalian yang ingin menjajal distro Linux yang satu ini silahkan klik gambar dibawah ya :
Semoga bermanfaat :)
SUMBER
Tuesday, December 4, 2012
Cara Mendownload Seluruh Isi Folder Website dengan Wget
Baru-baru ini saya punya rencana untuk mendownload seluruh isi materi milik pak Onno yang tersedia di web belajar.internetsehat.org/pustaka. Namun ketika saya ingin coba download, ternyata agak sulit untuk dapat mendownload seluruh isi folder sekaligus dengan cara mendownload yang biasa.
AKhirnya setelah mencari-cari di google, saya pun mendapatkan cara untuk mendownload seluruh isi folder Website menggunakan aplikasi Wget. Wget adalah download manager bawaannya linux yang dapat bekerja di latar belakang dan membiarkan Wget menyelesaikan pekerjaan donwnloadnya sampai selesai. Wget dapat mengikuti link pada halaman HTML dan XHTML dan membuat versi lokal situs web remote, sepenuhnya menciptakan struktur direktori situs asli. Ini kadang-kadang disebut sebagai “rekursif men-download”. Wget dirancang untuk koneksi lebih lambat atau koneksi jaringan tidak stabil, jika download gagal karena masalah jaringan, ia akan terus mencoba lagi sampai seluruh file selesai di download. Jika server mendukung regetting, ia akan memerintahkan server untuk melanjutkan download dari mana ia tinggalkan.
Nah, untuk prakteknya, langsung saja ketikkan perintah wget -m urllengkap di terminal. Contohnya adalah seperti ini :
$ wget -m http://belajar.internetsehat.org/pustaka/Semoga bermanfaat :)
SUMBER
Cara Mendownload Seluruh Isi Folder Website dengan Wget
Baru-baru ini saya punya rencana untuk mendownload seluruh isi materi milik pak Onno yang tersedia di web belajar.internetsehat.org/pustaka. Namun ketika saya ingin coba download, ternyata agak sulit untuk dapat mendownload seluruh isi folder sekaligus dengan cara mendownload yang biasa.
AKhirnya setelah mencari-cari di google, saya pun mendapatkan cara untuk mendownload seluruh isi folder Website menggunakan aplikasi Wget. Wget adalah download manager bawaannya linux yang dapat bekerja di latar belakang dan membiarkan Wget menyelesaikan pekerjaan donwnloadnya sampai selesai. Wget dapat mengikuti link pada halaman HTML dan XHTML dan membuat versi lokal situs web remote, sepenuhnya menciptakan struktur direktori situs asli. Ini kadang-kadang disebut sebagai “rekursif men-download”. Wget dirancang untuk koneksi lebih lambat atau koneksi jaringan tidak stabil, jika download gagal karena masalah jaringan, ia akan terus mencoba lagi sampai seluruh file selesai di download. Jika server mendukung regetting, ia akan memerintahkan server untuk melanjutkan download dari mana ia tinggalkan.
Nah, untuk prakteknya, langsung saja ketikkan perintah wget -m urllengkap di terminal. Contohnya adalah seperti ini :
$ wget -m http://belajar.internetsehat.org/pustaka/Semoga bermanfaat :)
SUMBER
Monday, December 3, 2012
Kompresi Gambar dengan Converseen di Fedora 17
Hai teman-teman setia LinuxKU.com. Rasanya sudah lama sekali saya absen dari dunia perbloggingan karena banyaknya kesibukan dan rutinitas saya. Huff maklum sudah mendekati UAS nih -_-
Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit trik untuk mengkompresi gambar dengan cepat dan mudah di Linux. Yaitu menggunakan aplikasi yang bernama Converseen. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan powerfull sekali. Karena cukup dengan beberapa klik sana sini, kita sudah bisa mengkompres ukuran gambar dengan cepat. Bahkan kemarin saya berhasil mengkompress ukuran sekitar 500 gambar dengan ukuran awalnya sebesar 4GB, hanya dalam setengan jam, ukuran itu bisa diperkecil hingga 80 MB saja.
Penasaran? Berikut adalah cara menginstall Converseen di Fedora 17.
Buka terminal dan kemudian ketikkan perintah berikut :
$ sudo yum -y install converseenTunggu hingga proses selesai.
Untuk menjalankannya kalian tinggal cari aplikasi Converseen di bagian Graphic. Cara penggunaannya cukup mudah kok. Tinggal pilih saja disitu terdapat banyak menu yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kalian masing-masing.
Semoga bermanfaat :)
Kompresi Gambar dengan Converseen di Fedora 17
Hai teman-teman setia LinuxKU.com. Rasanya sudah lama sekali saya absen dari dunia perbloggingan karena banyaknya kesibukan dan rutinitas saya. Huff maklum sudah mendekati UAS nih -_-
Nah, pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit trik untuk mengkompresi gambar dengan cepat dan mudah di Linux. Yaitu menggunakan aplikasi yang bernama Converseen. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan powerfull sekali. Karena cukup dengan beberapa klik sana sini, kita sudah bisa mengkompres ukuran gambar dengan cepat. Bahkan kemarin saya berhasil mengkompress ukuran sekitar 500 gambar dengan ukuran awalnya sebesar 4GB, hanya dalam setengan jam, ukuran itu bisa diperkecil hingga 80 MB saja.
Penasaran? Berikut adalah cara menginstall Converseen di Fedora 17.
Buka terminal dan kemudian ketikkan perintah berikut :
$ sudo yum -y install converseenTunggu hingga proses selesai.
Untuk menjalankannya kalian tinggal cari aplikasi Converseen di bagian Graphic. Cara penggunaannya cukup mudah kok. Tinggal pilih saja disitu terdapat banyak menu yang dapat digunakan sesuai kebutuhan kalian masing-masing.
Semoga bermanfaat :)
Wednesday, November 21, 2012
Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 2)
Setelah postingan sebelumnya kita sudah bermain-main dengan iptables, sekarang saya ingin melanjutkan kembali postingan saya beberapa hari yang lalu yaitu Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1).
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, di part 2 ini kita akan menerapkan cara sharing file menggunakan autentikasi password. Sehingga orang yang boleh mengakses file sharing kita hanyalah yang sudah memiliki akun saja. Caranya bagaimana? Yuk simak terus postingan ini!
Disini saya sudah anggap kalian telah menginstall samba dengan benar. Jika kalian belum tau cara menginstall samba di Fedora 17, silahkan merujuk ke postingan Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1)
1. Setelah samba berhasil terinstall dengan baik, edit file /etc/samba/smb.conf dengan mengetikkan perintah berikut :
# nano /etc/samba/smb.conf2. Edit beberapa bagian terlebih dahulu seperti workgroup dan host allow sama seperti pada postingan saya yang part 1. Jika kalian masih belum tau caranya, kalian bisa langsung meluncur ke sini.
3. Jika sudah, barulah kalian bisa melanjutkan ke bagian yang ini. Pada baris paling bawah, tambahkan kode berikut :
[Software] # Nama folder yang ingin kalian share (bebas)
path = /home/rizal/Downloads # directory yang akan dishare writable = no # tidak dapat ditulis (cut,delete,dll)
browseable = yes # bisa diakses
create mode = 0700 # Akses penuh pada seluruh file hanya untuk pemilik direktori
directory mode = 0700 # Akses penuh pada seluruh direktori hanya untuk pemilik direktori security = user # Akses menggunakan autentikasi password Setelah itu simpan dan tutup file tersebut
4. Langkah selanjutnya adalah memberikan user kalian password Samba agar memiliki hak akses untuk membuka direktori yang telah kalian share barusan. Caranya adalah sebagai berikut :
# smbpasswd -a namauserKemudian isikan password baru sebanyak dua kali. Namauser disini adalah nama user kalian masing-masing, misalnya kalau saya namausernya adalah rizal, maka ditulisnya adalah smbpasswd -a rizal. Nantinya user dan password ini yang akan kalian gunakan untuk mengakses direktori yang telah kalian share.
4. Terakhir jalankan service dan aktifkan Samba pada saat komputer booting dengan perintah ini :
# systemctl start smb.service
# systemctl start nmb.service
# systemctl enable smb.service
# systemctl enable nmb.serviceSekarang cobalah untuk mengakses folder yang telah kalian sharing tersebut dari komputer lain, maka kalian akan dimintai password terlebih dahulu sebelum dapat mengakses foldernya.
Semoga bermanfaat :)
Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 2)
Setelah postingan sebelumnya kita sudah bermain-main dengan iptables, sekarang saya ingin melanjutkan kembali postingan saya beberapa hari yang lalu yaitu Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1).
Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, di part 2 ini kita akan menerapkan cara sharing file menggunakan autentikasi password. Sehingga orang yang boleh mengakses file sharing kita hanyalah yang sudah memiliki akun saja. Caranya bagaimana? Yuk simak terus postingan ini!
Disini saya sudah anggap kalian telah menginstall samba dengan benar. Jika kalian belum tau cara menginstall samba di Fedora 17, silahkan merujuk ke postingan Cara Sharing File dengan Samba di Fedora 17 (Part 1)
1. Setelah samba berhasil terinstall dengan baik, edit file /etc/samba/smb.conf dengan mengetikkan perintah berikut :
# nano /etc/samba/smb.conf2. Edit beberapa bagian terlebih dahulu seperti workgroup dan host allow sama seperti pada postingan saya yang part 1. Jika kalian masih belum tau caranya, kalian bisa langsung meluncur ke sini.
3. Jika sudah, barulah kalian bisa melanjutkan ke bagian yang ini. Pada baris paling bawah, tambahkan kode berikut :
[Software] # Nama folder yang ingin kalian share (bebas)
path = /home/rizal/Downloads # directory yang akan dishare writable = no # tidak dapat ditulis (cut,delete,dll)
browseable = yes # bisa diakses
create mode = 0700 # Akses penuh pada seluruh file hanya untuk pemilik direktori
directory mode = 0700 # Akses penuh pada seluruh direktori hanya untuk pemilik direktori security = user # Akses menggunakan autentikasi password Setelah itu simpan dan tutup file tersebut
4. Langkah selanjutnya adalah memberikan user kalian password Samba agar memiliki hak akses untuk membuka direktori yang telah kalian share barusan. Caranya adalah sebagai berikut :
# smbpasswd -a namauserKemudian isikan password baru sebanyak dua kali. Namauser disini adalah nama user kalian masing-masing, misalnya kalau saya namausernya adalah rizal, maka ditulisnya adalah smbpasswd -a rizal. Nantinya user dan password ini yang akan kalian gunakan untuk mengakses direktori yang telah kalian share.
4. Terakhir jalankan service dan aktifkan Samba pada saat komputer booting dengan perintah ini :
# systemctl start smb.service
# systemctl start nmb.service
# systemctl enable smb.service
# systemctl enable nmb.serviceSekarang cobalah untuk mengakses folder yang telah kalian sharing tersebut dari komputer lain, maka kalian akan dimintai password terlebih dahulu sebelum dapat mengakses foldernya.
Semoga bermanfaat :)
Membuat Background Conky Transparan di Fedora KDE
Ketika saya dulu masih memakai Ubuntu dengan Unity sebagai Desktop Environtmentnya, saya hampir tidak pernah mengalami masalah dalam hal mengkonfigurasi conky. Begitu mudahnya sampai hampir seminggu sekali saya gonta-ganti tampilan conky di mesin saya. Namun setelah saya memakai Fedora 17 yang menggunakan KDE sebagai Desktop Environtmentnya, baru hari ini saya mencoba untuk menginstall conky. Overall, secara instalasi maupun konfigurasi conky di Ubuntu dengan di Fedora hampir seluruhnya mirip. Namun ketika saya coba jalankan script conkynya, ada keanehan yang terjadi. Tampilan conky yang muncul memiliki sebuah background hitam di belakangnya. Jadi tidak transparant gitu. Maaf saya tidak bisa memberikan skrinsutnya nih -_-
Nah, setelah saya searching di internet, ternyata hal tersebut terjadi karena 2 hal, yaitu :
1. Conky menggunakan pseudo-transparency bukannya actual-transparency yang dimiliki KDE.
2. KDE tidak menggambar wallpaper ke root window, melainkan hanya ke plasma desktopnya saja. Jadi ketika si conky meminta wallpaper ke root window, yang muncul hanya background hitam saja karena memang di root window tidak ada wallpapernya.
Oleh karena sebab diatas, kita memerlukan sebuah aplikasi yang dapat menggambarkan wallpaper ke root window. Disini kita akan memakai aplikasi yang bernama feh. Caranya adalah sebagai berikut :
1. Install feh nya terlebih dahulu :
$ sudo yum install feh2. Buatlah sebuah file startup atau edit file startup conky yang telah kalian buat sebelumnya dengan isi seperti ini :
#!/bin/sh
feh --bg-scale /tempatwallpaperberada/wallpaper.png
sleep 10
conky &
exit 0Berikut adalah contoh milik saya :
#!/bin/sh
feh --bg-scale /home/rizal/Pictures/Firefox_wallpaper.png
sleep 20
conky &
exit 03. Berikan hak akses executable pada file tersebut dengan perintah berikut :
$ chmod +x namafilestartup4. Setelah itu letakkan file startup tersebut pada System Settings > Startup and Shutdown > Autostart agar ketika booting conky akan langsung tampil.
5. Terakhir restart komputer kalian dan sekarang lihat conky kalian pasti sudah transparan seperti layaknya conky yang biasanya. :D
Semoga bermanfaat :)
Membuat Background Conky Transparan di Fedora KDE
Ketika saya dulu masih memakai Ubuntu dengan Unity sebagai Desktop Environtmentnya, saya hampir tidak pernah mengalami masalah dalam hal mengkonfigurasi conky. Begitu mudahnya sampai hampir seminggu sekali saya gonta-ganti tampilan conky di mesin saya. Namun setelah saya memakai Fedora 17 yang menggunakan KDE sebagai Desktop Environtmentnya, baru hari ini saya mencoba untuk menginstall conky. Overall, secara instalasi maupun konfigurasi conky di Ubuntu dengan di Fedora hampir seluruhnya mirip. Namun ketika saya coba jalankan script conkynya, ada keanehan yang terjadi. Tampilan conky yang muncul memiliki sebuah background hitam di belakangnya. Jadi tidak transparant gitu. Maaf saya tidak bisa memberikan skrinsutnya nih -_-
Nah, setelah saya searching di internet, ternyata hal tersebut terjadi karena 2 hal, yaitu :
1. Conky menggunakan pseudo-transparency bukannya actual-transparency yang dimiliki KDE.
2. KDE tidak menggambar wallpaper ke root window, melainkan hanya ke plasma desktopnya saja. Jadi ketika si conky meminta wallpaper ke root window, yang muncul hanya background hitam saja karena memang di root window tidak ada wallpapernya.
Oleh karena sebab diatas, kita memerlukan sebuah aplikasi yang dapat menggambarkan wallpaper ke root window. Disini kita akan memakai aplikasi yang bernama feh. Caranya adalah sebagai berikut :
1. Install feh nya terlebih dahulu :
$ sudo yum install feh2. Buatlah sebuah file startup atau edit file startup conky yang telah kalian buat sebelumnya dengan isi seperti ini :
#!/bin/sh
feh --bg-scale /tempatwallpaperberada/wallpaper.png
sleep 10
conky &
exit 0Berikut adalah contoh milik saya :
#!/bin/sh
feh --bg-scale /home/rizal/Pictures/Firefox_wallpaper.png
sleep 20
conky &
exit 03. Berikan hak akses executable pada file tersebut dengan perintah berikut :
$ chmod +x namafilestartup4. Setelah itu letakkan file startup tersebut pada System Settings > Startup and Shutdown > Autostart agar ketika booting conky akan langsung tampil.
5. Terakhir restart komputer kalian dan sekarang lihat conky kalian pasti sudah transparan seperti layaknya conky yang biasanya. :D
Semoga bermanfaat :)
Monday, November 19, 2012
Cara Mendisable SELinux di Fedora 17
Lanjut lagi postingan mengenai Fedora 17, kali ini saya akan membahas mengenai SELinux. Apa itu SELinux? SELinux adalah Varian Linux yang mengimplementasikan berbagai kebijakan keamanan melalui penggunaan Linux Security Modules (LSM) di dalam kernel Linux. Jadi semacam metode pengamanan gitu lah, hampir hampir mirip kayak Firewall. Namun SELinux berbeda dengan Firewall, begitupun sebaliknya.
Untuk ukuran pengamanan server SELinux merupakan pilihan yang sangat cocok untuk mengamankan server-server kalian karena keampuhan dan kekompleksannya. Namun untuk ukuran sebuah komputer desktop, SELinux menurut saya agak kurang cocok untuk diterapkan, karena sangat ribet dan terlalu rewel. Untuk mengakses segala sesuatu menjadi sulit karena dibatasi oleh SELinux ini.
Nah oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin membagikan cara untuk mendisable SELinux di Fedora 17. Bagaimana ya caranya? Yuk simak terus postingan yang ini.
1. Edit file /etc/selinux/config
Setelah terbuka, carilah bagian SELINUX=enforcing didalamnya. Kalo udah ketemu, ganti bagian enforcing tersebut menjadi disabled seperti yang terlihat pada gambar dibawah :
Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.
Apabila tidak ada kesalahan ketika mengedit, maka seharusnya sekarang SELinux Fedora 17 kailan sudah tidak aktif kembali.
Semoga bermanfaat :)
Cara Mendisable SELinux di Fedora 17
Lanjut lagi postingan mengenai Fedora 17, kali ini saya akan membahas mengenai SELinux. Apa itu SELinux? SELinux adalah Varian Linux yang mengimplementasikan berbagai kebijakan keamanan melalui penggunaan Linux Security Modules (LSM) di dalam kernel Linux. Jadi semacam metode pengamanan gitu lah, hampir hampir mirip kayak Firewall. Namun SELinux berbeda dengan Firewall, begitupun sebaliknya.
Untuk ukuran pengamanan server SELinux merupakan pilihan yang sangat cocok untuk mengamankan server-server kalian karena keampuhan dan kekompleksannya. Namun untuk ukuran sebuah komputer desktop, SELinux menurut saya agak kurang cocok untuk diterapkan, karena sangat ribet dan terlalu rewel. Untuk mengakses segala sesuatu menjadi sulit karena dibatasi oleh SELinux ini.
Nah oleh karena itu pada postingan kali ini saya ingin membagikan cara untuk mendisable SELinux di Fedora 17. Bagaimana ya caranya? Yuk simak terus postingan yang ini.
1. Edit file /etc/selinux/config
Setelah terbuka, carilah bagian SELINUX=enforcing didalamnya. Kalo udah ketemu, ganti bagian enforcing tersebut menjadi disabled seperti yang terlihat pada gambar dibawah :
Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.
Apabila tidak ada kesalahan ketika mengedit, maka seharusnya sekarang SELinux Fedora 17 kailan sudah tidak aktif kembali.
Semoga bermanfaat :)
Monday, November 12, 2012
Mengatasi Error "Can not open font file True" di Fedora 17
Sudah beberapa hari ini saya menyadari ada yang aneh pada Fedora 17 saya ketika melakukan booting. Sesaat sebelum muncul tampilan plymouth, entah kenapa di layar saya muncul sebuah pesan error yaitu Can not open font file True. Sayangnya maaf saya tidak bisa mengambil screenshotnya T.T.
Nah, walaupun pesan error ini tidak menimbulkan efek yang aneh-aneh, tapi menurut saya munculnya pesan error tersebut agak mengganggu saja. Tidak sedap dipandang lah pokoknya.
Pesan error ini muncul kira-kira karna tidak adanya file font yang dipilih oleh si Fedora 17 ketika ia booting. Makanya disini kita akan mengarahkan konfigurasi font tersebut ke arah letak file font yang benar. Berikut ini adalah cara-caranya :
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah berikut :
$ sudo nano /etc/default/grubSetelah terbuka, cari baris GRUB_CMDLINE_LINUX dan disitu carilah skrip SYSFONT=True. Jika sudah ketemu, ganti dan tambahkan skrip tersebut menjadi seperti berikut :
SYSFONT=latarcyrheb-sun16Sehingga kira-kira baris tersebut akan menjadi begini :
GRUB_CMDLINE_LINUX="rd.md=0 rd.lvm=0 rd.dm=0 SYSFONT=latarcyrheb-sun16 KEYTABLE=us rd.luks=0 LANG=en_US.UTF-8"Simpan dan tutup file tersebut dengan menekan CTRL + W, lalu tekan Y, lalu Enter.
2. Kemudian edit juga file /etc/sysconfig/i18n dengan perintah berikut ini :
$ sudo nano /etc/sysconfig/i18nDidalamnya juga kira-kira ada baris yang sama yaitu SYSFONT=True. Ganti menjadi sama seperti yang barusan telah kalian lakukan, yaitu mengganti baris SYSFONT=True menjadi SYSFONT=latarcyrheb-sun16.
Jika sudah, simpan dan tutup file tersebut.
3. Langkah terakhir adalah mengaktifkan konfigurasi diatas dengan perintah ini :
$ sudo grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfgSekarang coba restart komputer kalian. Seharusnya kalian sudah tidak akan menemukan pesan error "Can not open font file True" lagi.
Semoga bermanfaat :)
SUMBER
Mengatasi Error "Can not open font file True" di Fedora 17
Sudah beberapa hari ini saya menyadari ada yang aneh pada Fedora 17 saya ketika melakukan booting. Sesaat sebelum muncul tampilan plymouth, entah kenapa di layar saya muncul sebuah pesan error yaitu Can not open font file True. Sayangnya maaf saya tidak bisa mengambil screenshotnya T.T.
Nah, walaupun pesan error ini tidak menimbulkan efek yang aneh-aneh, tapi menurut saya munculnya pesan error tersebut agak mengganggu saja. Tidak sedap dipandang lah pokoknya.
Pesan error ini muncul kira-kira karna tidak adanya file font yang dipilih oleh si Fedora 17 ketika ia booting. Makanya disini kita akan mengarahkan konfigurasi font tersebut ke arah letak file font yang benar. Berikut ini adalah cara-caranya :
1. Edit file /etc/default/grub dengan perintah berikut :
$ sudo nano /etc/default/grubSetelah terbuka, cari baris GRUB_CMDLINE_LINUX dan disitu carilah skrip SYSFONT=True. Jika sudah ketemu, ganti dan tambahkan skrip tersebut menjadi seperti berikut :
SYSFONT=latarcyrheb-sun16Sehingga kira-kira baris tersebut akan menjadi begini :
GRUB_CMDLINE_LINUX="rd.md=0 rd.lvm=0 rd.dm=0 SYSFONT=latarcyrheb-sun16 KEYTABLE=us rd.luks=0 LANG=en_US.UTF-8"Simpan dan tutup file tersebut dengan menekan CTRL + W, lalu tekan Y, lalu Enter.
2. Kemudian edit juga file /etc/sysconfig/i18n dengan perintah berikut ini :
$ sudo nano /etc/sysconfig/i18nDidalamnya juga kira-kira ada baris yang sama yaitu SYSFONT=True. Ganti menjadi sama seperti yang barusan telah kalian lakukan, yaitu mengganti baris SYSFONT=True menjadi SYSFONT=latarcyrheb-sun16.
Jika sudah, simpan dan tutup file tersebut.
3. Langkah terakhir adalah mengaktifkan konfigurasi diatas dengan perintah ini :
$ sudo grub2-mkconfig -o /boot/grub2/grub.cfgSekarang coba restart komputer kalian. Seharusnya kalian sudah tidak akan menemukan pesan error "Can not open font file True" lagi.
Semoga bermanfaat :)
SUMBER
Subscribe to:
Posts (Atom)
















