Let's Share your experience!!!

Close (X)

Kisi-kisi Soal UTS dan UAS Elektronika Beserta Jawaban

SOAL A 1) Berikut ini yang termasuk komponen elektronika dengan jenis komponen pasif yaitu ....

Install Raspbian sampai koneksi dengan VNC Viewer disertai username dan password

Pernahkah kawan-kawan install raspbian di Raspberry Pi tanpa keyboard, mungkin akan sulit yah. namun hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan proses remote dengan VNC Viewer yang telah tersedia di Raspbian yang tentunya telah di download dan ditanam dalam Raspberry.

Remove Bios Password and Harddissk (HDD) Laptop

I think to remove the bios password on an average PC is already can, although without having to memorize the password. the system jumpers or removing battery bios. ever see a supervisor, admin, system, HDD, bios, setup password?

Memperbaiki Kick Starter Motor Matic

Motor Matic is a motor that is the easiest to use and most in our homeland. please note that the motor also takes care of very sensitive, just like a computer that also takes care of sensitive anyway.

Gejala Kerusakan Mesin Air Submersible Metabo

Mesin Air Submersible atau yang sering disebut kebanyakan orang (satelit) ini sangat bagus, dengan sistemnya yang canggih dan fleksible. tipe mesin yang berbasis kerja di dalam tanah dan hanya menggunakan satu pipa ini, sangat berguna untuk anda yang memiliki banyak lumpur atau air kuning setelah pengeboran.

Friday, February 28, 2014

Mengedit File PDF di Ubuntu dengan Master PDF Editor



Dulu banyak teman saya yang sering bertanya kepada saya begini, "zal, cara ngedit file pdf di Ubuntu pakai software apa sih?". Nah, bagi kalian yang juga mempunyai pertanyaan yang sama dengan teman-teman saya tersebut, kali ini saya akan membagikan sedikit tips untuk kalian tentang cara Mengedit File PDF di Ubuntu.

Nama aplikasi yang kita butuhkan adalah Master PDF Editor. Aplikasi ini bisa mengedit file-file pdf maupun xps seperti menambahkan teks, gambar, menggabungkan halaman, menghapus halaman, dan sebagainya. Saya sendiri sudah coba, dan memang bagus kok fitur-fiturnya. Selain itu, aplikasi ini benar-benar dapat membuka file pdf sesuai aslinya, tidak ada cacat sama sekali seperti misalnya kita membuka file docx pada Libre Office.



Untuk menginstallnya di Ubuntu, kalian cukup download file .deb nya disini, kemudian klik 2x file tersebut sehingga akan muncul menu instalasi melalui Ubuntu Software Center. Selanjutnya tinggal klik Install dan tunggu prosesnya sampai selesai. Atau bagi kalian yang lebih suka untuk menginstallnya melalui terminal, cukup letakkan file master-pdf-editor_1.9.23_i386.deb yang sudah kalian download di home folder kalian, lalu ketikkan perintah berikut ini :

$ sudo dpkg -i master-pdf-editor_1.9.23_i386.deb

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

Mengedit File PDF di Ubuntu dengan Master PDF Editor



Dulu banyak teman saya yang sering bertanya kepada saya begini, "zal, cara ngedit file pdf di Ubuntu pakai software apa sih?". Nah, bagi kalian yang juga mempunyai pertanyaan yang sama dengan teman-teman saya tersebut, kali ini saya akan membagikan sedikit tips untuk kalian tentang cara Mengedit File PDF di Ubuntu.

Nama aplikasi yang kita butuhkan adalah Master PDF Editor. Aplikasi ini bisa mengedit file-file pdf maupun xps seperti menambahkan teks, gambar, menggabungkan halaman, menghapus halaman, dan sebagainya. Saya sendiri sudah coba, dan memang bagus kok fitur-fiturnya. Selain itu, aplikasi ini benar-benar dapat membuka file pdf sesuai aslinya, tidak ada cacat sama sekali seperti misalnya kita membuka file docx pada Libre Office.



Untuk menginstallnya di Ubuntu, kalian cukup download file .deb nya disini, kemudian klik 2x file tersebut sehingga akan muncul menu instalasi melalui Ubuntu Software Center. Selanjutnya tinggal klik Install dan tunggu prosesnya sampai selesai. Atau bagi kalian yang lebih suka untuk menginstallnya melalui terminal, cukup letakkan file master-pdf-editor_1.9.23_i386.deb yang sudah kalian download di home folder kalian, lalu ketikkan perintah berikut ini :

$ sudo dpkg -i master-pdf-editor_1.9.23_i386.deb

Semoga bermanfaat :)

SUMBER
Share:

mod bis jet bus







MOD jebus BY muhammad husni CONVERTED by VJbenn










Mereplace iveco stralis A, B, C .. Bonus lampu strobo.. Lambang Hino

Download Mod JETBUS husni cvt Vjbenn

Share:

Gejala PC Karena Faktor X

Cara mengetahui gejala yang timbul karena human error atau computer sendiri yang error:


  1. apabila mengoprek komputer PC tanpa mematikan PC tersebut, kadang-kadang secara tidak sadar menyenggol atau membuat korsleting PC sehingga restart sendiri atau malahan mati total tanpa bisa menyalakannya lagi,. lebih baik gunakan dengan cara mencopot baterai BIOS, lalu pasang lagi. ataupun jika ada sistem pin jumper, silahkan tukar pin selama beberapa detik lalu kembalikan ke semula jumper tersebut. setelah itu silahkan nyalakan PC kembali, mudah-mudahan bisa hidup. kalaupun tidak hidup, silahkan bawa ke tempat service.
  2. apabila tiba-tiba PC muncul BLUE SCREEN ketika komputer berjalan,. lebih baik cek RAM (memory) apakah kapasitas dalam program sebanding dengan kapasitas RAM tersebut. silahkan cek melalui task manager. jika ternyata saat BLUE SCREEN muncul lalu kita mematikan PC secara paksa (tekan tombol power selama 5 detik) lalu tidak bisa restart, lebih baik gunakan cara 1. lalu masuk safe mode. cari letak masalahnya .
  3. apabila mati listrik dan seketika itupun PC mendadak mati, jika anda pengguna WINDOWS 7 janganlah khawatir karena terdapat sistem recovery dari OS ini sehingga saat kita menyalakan PC kembali, semua program yang terbuka sebelum mati listrik, akan tampil kembali.
  4. apabila komputer dinyalakan dan tidak ada respon dari monitor, akan tetapi PC tetap menyala,. lebih baik cek posisi RAM (memory) apakah sudah benar atau belum posisinya, ingat satu hal jangan mengubah atau mencabut RAM dalam posisi komputer menyala, jika ternyata posisi telah betul, periksalah posisi colokan vga dengan cara copot pasang, jika masih saja belum menyala periksalah pada bios, terletak dimanakah posisi yang harus terpasang, apakah via on board atau via vga card. jika masih belum menyala tukarlah RAM dengan yang lebih baik. jika masih juga berarti MOTHERBOARD rusak.
  5. apabila komputer dinyalakan lalu langsung mati, dinyalakan mati lagi,. lebih baik periksalah PROCESSOR karena berpengaruh besar terhadap kerja komputer. periksalah pertama kali pada heatsink fan atau kipas pada dudukan processor, jangan lupa untuk memberikan pasta antara processor dan fan dan periksalah apakah letaknya sudah benar atau tidak. jika masih saja begitu,gantilah dengan yang lebih baik.
  6. apabila komputer telah menyala dan setelah beberapa jam kemudian langsung mati,. lebih baik periksalah posisi dari heatsink fan, biasanya karena guncangan atau apapun, jika kaki fan menggunakan plastik / fiber kadang-kadang kaki fan tersebut bisa saja patah, dan tergeser dari posisi yang mana seharusnya menempel kuat  dengan processor. kalo kaki fan patah, lebih baik gantilah sesuai dengan yang lebih baik. jangan lupa untuk memeriksa ukuran fan jika ingin membeli baru. karena tidak semua fan sama.
  7.  apabila komputer tidak menyala sama sekali,. lebih baik periksalah posisi jumper bios, karena jika posisinya salah, maka komputer tak akan menyala total. segera copot dari posisi clear dan pasang pada posisi cmos.
  8.  
semoga berguna. lebih baik mencegah rusak parah daripada rusak selamanya dan data penting hilang semua

Share:

Cara Membuat Installshield Express



Dalam pembuatan installshield pertama kali yang harus dilakukan adalah masuk ke dalam program installshield yang anda punya dan akan tampil gambar di samping. lalu klik create a new project - blank setup project - create









setelah muncul gambar di samping isilah di General Information: produk name, version, installdir, databasedir, subject.
jika anda punya spesifikasi feature silahkan isi sendiri
















Di Specify Aplication Data - File: pilih data yang akan anda masukkan isi dengan file .exe klik kanan copy, dan pindahkan ke destination computer's file. begitu juga dengan databasenya.













lalu pilih shortcut dimana tempat serta file .exe nya









































Share:

Thursday, February 27, 2014

Membuat Web Hosting 000WEBHOST

Earn Money - Join Affiliate Program!

Do not miss a chance to earn money!
Send visitors to our website and for each registration we will pay you $5!
Payment will be sent by check, wire transfer or PayPal as soon you will accumulate $100 (or 20 signups) every month.


We have everything you may need:
  • Over 40 banners
    Our banners are eye catching with high clickthrough rate. Just copy/paste a given HTML code of banner and insert in to your webpage - signups are guaranteed.

  • Forum Finder tool
    We have found that the best converting traffic come from forums. Forum traffic has over 15% conversion rate and it means that if you will refer 100 visitors to our website from forums - 15 will signup and you will get $75! This is why we have created this unique tool for you.

  • Promotional Texts
    We wrote you some ready-to-use texts for promoting our service. Just copy/paste these texts to your website, blog, or post directly to any forum - signups are guaranteed!
Sign up now and you will see how easy our affiliate program is converting. Some affiliates have over 10% signup rate (that means they get 10 signups or $50 for 100 visitors they send here). Do not miss your chance to earn big money by promoting our free web hosting service.

Share:

Tuesday, February 25, 2014

Instalasi Squid Lusca Proxy di Ubuntu Server 12.04 LTS


Ada beberapa artikel yang pernah saya baca yang membahas tentang cara instalasi Squid Lusca di Ubuntu, baik itu untuk versi 12.04 maupun untuk versi Ubuntu sebelum-sebelumnya. Tapi dari beberapa artikel tersebut, kebanyakan kurang jelas step by step instalasinya. Ada juga yang kurang mantap performanya, bahkan ada yang tidak bisa HIT sama sekali!

Satu-satunya tutorial yang membahas secara gamblang dan lengkap sekali petunjuk step by stepnya hanyalah di trit yang ada di forum Ubuntu-indonesia.com ini. Oleh karena itu, berdasarkan sumber dari trit tersebut, saya akan mencoba menuliskannya kembali disini dengan step by step yang insyaAllah lebih saya perjelas lagi. Tujuannya tentu agar semua orang bisa mencoba membuat Squid Lusca ini dengan mudah dan benar. :)

Yang Harus Disiapkan
  1. Memiliki pengetahuan dasar tentang jaringan dan Linux. Setidaknya kalian sudah harus paham betul konsep jaringan TCP/IP seperti ip address, subnet mask, dll. Selain itu kalian juga harus sudah paham cara pengkonfigurasian jaringan di Ubuntu, seperti mengganti ip address, gateway, dan dns. Silahkan download ebook saya disini untuk pembahasan mengenai cara-cara konfigurasi jaringan dasar di Ubuntu Server 12.04 LTS.
  2. Memiliki pengetahuan tentang perintah-perintah dasar di Linux, seperti cp, mv, mkdir, chown, chmod, dan vim atau nano. Bisa kalian cari di google ebook-ebook yang membahas mengenai perintah dasar terminal di Linux.
  3. Memiliki pengetahuan tentang cara instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS. Silahkan download ebook saya disini untuk pembahasan mengenai cara instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS.
  4. Memiliki Harddisk paling minimal 2 buah. Karena wajib hukumnya untuk memisahkan antara harddisk untuk sistem dan harddisk untuk penyimpanan cache. Tujuannya agar performa si Squid bisa mencapai kemampuan tertinggi. 
  5. 1 buah kartu jaringan. Boleh menggunakan kartu jaringan yang onboard kok.

Spesifikasi Komputer Saya

Spek komputer berikut merupakan spek komputer yang saya gunakan di Virtualbox untuk keperluan praktek pembuatan Proxy pada artikel ini. Konsepnya sama saja, silahkan disesuaikan dengan spesifikasi komputer yang kalian punya.

1. Processor : Intel Core i3
2. Ram : 2 GB
3. HDD :
  • HDD1 : 8 GB --> Untuk sistem
  • HDD 2 : 20 GB --> Untuk penyimpanan cache
4. 1 buah kartu jaringan onboard.

Instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS dan Pemartisian

Proses instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS untuk keperluan Proxy server notabene sama saja dengan cara instalasi Ubuntu Server yang saya tulis di ebook saya. Jadi silahkan kalian ikuti saja step-by-step yang ada disitu. Letak perbedaannya hanya terdapat pada bagian pemartisian harddisk. Kalau di ebook saya menggunakan metode Guided, maka khusus untuk pembuatan Proxy, kita harus mempartisi Harddisk kita secara manual. Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Saat muncul bagian Partition Method, pilih Manual.


2. Kemudian akan terlihat ada dua buah harddisk disitu beserta ukurannya. HDD1 yang berukuran 8 GB akan saya bagi untuk Swap Area sebesar 2GB dan sisanya untuk sistem /. Ukuran Swap Area idealnya adalah 2x RAM. Namun apabila RAM kalian sudah 2GB keatas, maka sebaiknya ukuran Swap Area kalian buat sebesar 2GB saja. Karena nanti mubazir si Swap Areanya jarang terpakai sebab ukuran RAM kalian sudah cukup besar. 

Tekan Enter pada HDD1. Apabila Harddisk kalian adalah Harddisk baru, maka ketika kalian tekan Enter, akan muncul pertanyaan seperti berikut. Pilih Yes.


Setelah itu akan terlihat Free Space dari HDD1. Tekan Enter pada Free Space tersebut.


Pilih Create New Partition.


Ketikkan ukuran partisi yang ingin kalian buat. Karena disini saya ingin membuat Swap Area terlebih dahulu, maka ketik saja 2 GB. Lalu tekan Enter.


Untuk tipe partisinya, pilih saja Primary.


Pilih Beginning apabila muncul pertanyaan seperti ini.


Ganti bagian Use As menjadi Swap Area. Jika sudah pilih Done Setting Up New Partition.


Lakukan hal yang sama untuk membuat partisi /. Bedanya adalah pada bagian Partition Settings, kalian pilih Use As : Ext4 journaling file system, dan Mount point : /. Jika sudah pilih Done Setting Up New Partition.

Untuk harddisk yang kedua pun caranya sama seperti diatas. Perbedaannya pada bagian Partition Settings, kalian pilih Use As : ReiserFS journaling file system, Mount point > Enter Manually > /proxy. Jika sudah pilih Done Setting Up New Partition.


Jika kalian melakukannya dengan benar, maka tampilannya kira-kira akan seperti berikut. Setelah itu tekan Enter pada Finish partitioning and write changes to disk.


Terakhir pilih Yes.


Instalasi Squid Lusca

1. Pertama-tama pastikan bahwa si Proxy kalian ini sudah bisa terkoneksi ke internet. Silahkan diatur saja settingan gateway dan dns sesuai dengan skema jaringan milik kalian. Kalau topologi jaringan saya adalah sebagai berikut :

internet --------------------------------(10.0.0.2)mikrotik(192.168.1.1)--(192.168.1.2-192.168.1.100) client
(192.168.0.1)
|
|
(192.168.0.2)
 proxy

2. Aktifkan user root agar nanti tidak terlalu ribet menggunakan sudo di setiap perintah yang kalian lakukan. Langkah ini sebenarnya opsional saja, karena walaupun tidak mengaktifkan user root, kalian masih bisa melakukan semua langkah-langkah instalasi Squid Lusca-nya.

Untuk mengaktifkan user root silahkan eksekusi perintah berikut :

$ sudo -i
# passwd

Lalu masukkan password baru untuk user root.

3. Langkah kedua, kalian perlu menaikkan jumlah maksimal file descriptor yang bisa dibaca oleh sistem. Ini sangat diperlukan apabila ukuran cache kalian sudah diatas 100GB, karena semakin besar ukuran cache, maka semakin besar pula kebutuhan file descriptornya.

Untuk menaikkan file descriptor, eksekusi perintah berikut :

# nano /etc/security/limits.conf

Pada bagian paling bawah file tersebut tambahkan script ini :

root - nofile 65535

Setelah itu restart komputer :

# reboot

Setelah komputer direstart, pastikan bahwa efeknya sudah berjalan :

# ulimit -a | grep 'open files'
open files   (-n) 65535

4. Selanjutnya kita harus menambahkan modul ip_conntrack agar performa squid semakin baik :

# nano /etc/modules

Pada baris paling bawah tambahkan :

ip_conntrack

Simpan jika sudah.

5. Langkah berikutnya adalah menginstall paket-paket yang diperlukan untuk menginstall Lusca :

# apt-get update
# apt-get install apache2 php5 squid squidclient squid-cgi gcc build-essential sharutils ccze libzip-dev automake1.9 libfile-readbackwards-perl -y

6. Setelah itu download juga paket Luscanya :

# wget http://backcode.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2

7. Setelah proses download selesai, ekstraklah file tersebut :

# tar -xvjf LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2

8. Sekarang baru kita masuk ke dalam tahap pengkompilan. Sebelum itu, kalian harus mengetahui terlebih dahulu kode CFLAGS dari tipe prosesor kalian. Karena kode CFLAGS ini kita perlukan untuk proses pengkompilan.

Ketahui terlebih dahulu tipe prosesor kalian dengan mengetikkan perintah berikut :

# cat /proc/cpuinfo

Perhatikan bagian yang kira-kira ada seperti ininya :

processor : 0
vendor_id : GenuineIntel
cpu family : 6
model : 37
model name : Intel(R) Core(TM) i3 CPU       M 380  @ 2.53GHz

Setelah kalian mengetahui tipe prosesor kalian, baru cari CFLAGS nya dari web ini http://wiki.gentoo.org/wiki/Safe_CFLAGS atau web ini http://gentoo-en.vfose.ru/wiki/Safe_Cflags/Intel#Core_i7_and_Core_i5.2C_Xeon_55xx khusus untuk intel Xeon.



Dari situ kalian bisa dapatkan kode yang kira-kira seperti ini (yang ini merupakan CFLAGS untuk Processor Intel Core i3) :

CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}"

Silahkan kalian kopi, lalu simpan baik-baik. Kode ini akan kita perlukan untuk langkah selanjutnya.

9. Yuk kita mulai proses kompilnya :

# cd LUSCA_HEAD-r14809
# make clean
# CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}" \
./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin \
-libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid \
-datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 \
--with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null \
--enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp \
--enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English \
--enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups \
--with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files \
--with-large-files --enable-referer-log
# make
# make install

nb : pada script yang saya tandai merah, kalian ganti dengan kode CFLAGS milik kalian masing-masing.

Jika tidak ada pesan error, maka sampai tahap ini squid lusca kalian sudah berhasil terinstall.

10. Selanjutnya kalian harus mengganti hak akses partisi penyimpanan cache kalian agar menjadi kepemilikan user proxy dan grup proxy :

# chown -R proxy.proxy /proxy
# chmod -R 777 /proxy

11. Buat juga direktori untuk penyimpanan file log dari si Squid :

# mkdir /var/log/squid

Jangan lupa ganti kepemilikannya menjadi milik user proxy dan grup proxy juga :

# chown -R proxy.proxy /var/log/squid

12. Untuk file-file konfigurasi milik squidnya, saya sudah menyiapkannya untuk kalian. File-file konfigurasi ini saya dapatkan dari trit ubuntu-indonesia.com juga. Silahkan didownload saja :

# wget https://dl.dropboxusercontent.com/u/64064946/fileconfig.tar.gz

13. Ekstrak dan kopikan file-file konfigurasi tersebut ke direktori /etc/squid :

# tar -xvf fileconfig.tar.gz
# cp fileconf/* /etc/squid

14. Beri hak akses eksekusi untuk semua file berekstensi .pl pada direktori /etc/squid :

# chmod 0755 /etc/squid/*.pl

15. Dari semua file-file konfigurasi yang saya berikan hampir semuanya sudah tinggal pakai. Namun apabila kalian ada yang menggunakan konfigurasi yang berbeda dari punya saya, seperti subnet klien, nama disk cache, besar RAM, maupun ukuran harddisk disk cache, maka ada beberapa file yang perlu kalian edit.

Merubah subnet klien

Sesuai dengan topologi jaringan saya berikan diatas, subnet untuk klien saya adalah 192.168.1.0/24. Jika kalian ingin merubahnya sehubungan dengan perbedaan topologi jaringan, maka edit file acl.conf :

# nano /etc/squid/acl.conf

Cari baris acl localnet src 192.168.1.0/24 (Gunakan fasilitas search dengan menekan tombol CTRL + W). Lalu ganti bagian 192.168.1.0/24 sesuai dengan yang kalian inginkan. Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Merubah nama disk cache

Pada artikel ini, disk cache yang saya buat bernama /proxy. Apabila kalian menggunakan nama lain, silahkan edit file squid.conf :

# nano /etc/squid/squid.conf

Cari bagian cache_dir aufs /proxy 16000 37 256 , lalu ganti bagian /proxy menjadi nama disk cache sesuai dengan milik kalian masing-masing.

Mengubah ukuran disk cache

Ukuran harddisk untuk disk cache pada artikel ini adalah sebesar 20GB. Untuk mengubahnya sesuai dengan ukuran disk cache kalian, edit file /etc/squid/squid.conf :

# nano /etc/squid/squid.conf

Cari bagian cache_dir aufs /proxy 16000 37 256 . Perhatikan yang saya tandai merah dan biru. Untuk yang saya tandai merah, itu merupakan 80% dari ukuran total disk cache saya yang sebesar 20GB. Ini merupakan prinsip penggunaan disk cache yang baik. Sehingga disitu saya tulis 16000 (satuannya megabyte). Silahkan kalian ganti dengan 80% dari total ukuran disk cache kalian masing-masing.

Sedangkan untuk yang saya tandai biru, itu diperoleh dari rumus : ukuran 80% disk cache  dalam satuan byte/13/256/256 X 2.

Kira-kira cara menghitungnya seperti ini : 16000000/13/256/256 X 2 = 37.5. Dibulatkan saja menjadi 37.

Mengubah ukuran RAM

RAM yang saya gunakan pada artikel ini adalah 2GB. Jika kalian memiliki ukuran RAM yang berbeda dari saya, untuk mengubahnya kalian perlu mengedit file tune.conf :

# nano /etc/squid/tune.conf

Cari bagian ipcache_size 4096 lalu ganti angka 4096 dengan 2X ukuran RAM kalian dalam satuan Megabyte. Sebagai contoh, disitu tertulis 4096 karena hasil dari 2 X ukuran ram saya yaitu 2048.

Setelah itu cari lagi bagian fqdncache_size 2048 lalu ganti angka 2048 dengan ukuran RAM kalian dalam satuan Megabyte. Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Untuk script-script lainnya, bisa kalian pelajari sendiri dengan melihat semua file yang ada didalam direktori /etc/squid.

Testing

1. Sebelum kalian mengetes squid kalian, pertama-tama matikan terlebih dahulu service dari Squid3. Karena nanti akan bentrok dengan service milik Squid Lusca.

# service squid3 stop

2. Kemudian kalian harus membuat direktori-direktori untuk tempat penyimpanan cache didalam disk cache kalian dengan menggunakan perintah berikut :

# squid -f /etc/squid/squid.conf -z

3. Baru sekarang jalankan squidnya :

# squid -NDd1 &

Berhubung kita menjalankan squidnya pada mode background, maka setelah kalian menjalankan perintah diatas, kalian bisa tekan tombol Enter.

4. Lalu pastikan kalau squid sudah mampu menjalankan servicenya dengan file descriptor yang sudah kalian tentukan diawal, yaitu sebesar 65535 :

# squidclient mgr:info | grep 'file descri'
Maximum number of file descriptors: 65535
Available number of file descriptors: 65511

Reserved number of file descriptors: 100

5. Terakhir, pantau log file dari squid dengan perintah berikut :

# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze



Membuat Autostart Squid

Agar service squid langsung berjalan setiap komputer menyala, maka kalian harus menambahkan script autostart baru pada direktori /etc/init.d :

# nano /etc/init.d/squid

Kopikan semua script yang ada di halaman ini http://web.suffieldacademy.org/ils/netadmin/docs/software/squid/etc/init.d/squid kedalam file tersebut. Jika sudah simpan dan tutup filenya.

nb : file /etc/init.d/squid memang kosong. jadi jangan kaget ketika kalian mengetikkan perintah diatas, ternyata malah seperti membuat file baru.

Kemudian eksekusi dua perintah berikut untuk memberikan hak akses executable dan membuat file tersebut autostart setiap komputer dijalankan :

chmod 755 /etc/init.d/squid
update-rc.d squid defaults

Selanjutnya masukkan juga script berikut pada file /etc/rc.local untuk membuat squid3 tidak berjalan setiap komputer nyala. Kalau tidak, takutnya nanti bentrok antara squid3 dengan lusca.

nano /etc/rc.local

Masukkan script ini :

service squid3 stop

Simpan dan tutup file tersebut.

Memonitor Kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer

Apabila kita hanya melihat file log milik squid secara mentah, rasanya kita agak kurang paham dan kurang bisa melihat statistiknya secara lengkap. Oleh karena itu kita memerlukan tools tambahan agar kita bisa memantau file log squid dengan tampilan yang lebih user friendly. Kalian bisa membaca artikel milik saya tentang cara memonitor kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer disini.

Komentar Pribadi

Seluruh konfigurasi diatas sudah sering saya coba di beberapa PC dengan spek yang berbeda, seperti Intel Pentium 4, Dual Core, Core 2 Duo, sampai Intel Core i3 dan Intel Xeon. Untuk ngehit situs-situs HTTP dan game-game HTTP seperti game facebook dan friv.com sangat lancar. Untuk ngehit youtube pun lancar. Yang kurang adalah tidak seluruh update patch game online bisa ngehit (saya baru mencoba yang bisa terHIT hanya beberapa game gemscool saja, sedangkan untuk game online selain itu tidak bisa), serta tidak bisa ngehit speedtest. Sehingga ketika di test di speedtest, hanya bisa menampilkan angka yang sesuai dengan bandwidth asli.

Saya masih dalam tahap mengoprek-oprek lagi agar kekurangan yang saya alami diatas agar bisa segera teratasi.  Apabila ada diantara kalian yang mempunyai script yang lebih mantap dari milik saya, yang mungkin bisa ngehit semua patch game online dan speedtest monggo dishare saja dengan mengomentari artikel ini.

Semoga bermanfaat :)

UPDATED 15 JUNI 2014

Artikel ini bakalan sering saya update, jadi tolong dicek secara berkala jika kalian memang membuat proxy berdasarkan artikel ini.

SUMBER
Share:

Instalasi Squid Lusca Proxy di Ubuntu Server 12.04 LTS


Ada beberapa artikel yang pernah saya baca yang membahas tentang cara instalasi Squid Lusca di Ubuntu, baik itu untuk versi 12.04 maupun untuk versi Ubuntu sebelum-sebelumnya. Tapi dari beberapa artikel tersebut, kebanyakan kurang jelas step by step instalasinya. Ada juga yang kurang mantap performanya, bahkan ada yang tidak bisa HIT sama sekali!

Satu-satunya tutorial yang membahas secara gamblang dan lengkap sekali petunjuk step by stepnya hanyalah di trit yang ada di forum Ubuntu-indonesia.com ini. Oleh karena itu, berdasarkan sumber dari trit tersebut, saya akan mencoba menuliskannya kembali disini dengan step by step yang insyaAllah lebih saya perjelas lagi. Tujuannya tentu agar semua orang bisa mencoba membuat Squid Lusca ini dengan mudah dan benar. :)

Yang Harus Disiapkan
  1. Memiliki pengetahuan dasar tentang jaringan dan Linux. Setidaknya kalian sudah harus paham betul konsep jaringan TCP/IP seperti ip address, subnet mask, dll. Selain itu kalian juga harus sudah paham cara pengkonfigurasian jaringan di Ubuntu, seperti mengganti ip address, gateway, dan dns. Silahkan download ebook saya disini untuk pembahasan mengenai cara-cara konfigurasi jaringan dasar di Ubuntu Server 12.04 LTS.
  2. Memiliki pengetahuan tentang perintah-perintah dasar di Linux, seperti cp, mv, mkdir, chown, chmod, dan vim atau nano. Bisa kalian cari di google ebook-ebook yang membahas mengenai perintah dasar terminal di Linux.
  3. Memiliki pengetahuan tentang cara instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS. Silahkan download ebook saya disini untuk pembahasan mengenai cara instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS.
  4. Memiliki Harddisk paling minimal 2 buah. Karena wajib hukumnya untuk memisahkan antara harddisk untuk sistem dan harddisk untuk penyimpanan cache. Tujuannya agar performa si Squid bisa mencapai kemampuan tertinggi. 
  5. 1 buah kartu jaringan. Boleh menggunakan kartu jaringan yang onboard kok.

Spesifikasi Komputer Saya

Spek komputer berikut merupakan spek komputer yang saya gunakan di Virtualbox untuk keperluan praktek pembuatan Proxy pada artikel ini. Konsepnya sama saja, silahkan disesuaikan dengan spesifikasi komputer yang kalian punya.

1. Processor : Intel Core i3
2. Ram : 2 GB
3. HDD :
  • HDD1 : 8 GB --> Untuk sistem
  • HDD 2 : 20 GB --> Untuk penyimpanan cache
4. 1 buah kartu jaringan onboard.

Instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS dan Pemartisian

Proses instalasi Ubuntu Server 12.04 LTS untuk keperluan Proxy server notabene sama saja dengan cara instalasi Ubuntu Server yang saya tulis di ebook saya. Jadi silahkan kalian ikuti saja step-by-step yang ada disitu. Letak perbedaannya hanya terdapat pada bagian pemartisian harddisk. Kalau di ebook saya menggunakan metode Guided, maka khusus untuk pembuatan Proxy, kita harus mempartisi Harddisk kita secara manual. Berikut adalah langkah-langkahnya :

1. Saat muncul bagian Partition Method, pilih Manual.


2. Kemudian akan terlihat ada dua buah harddisk disitu beserta ukurannya. HDD1 yang berukuran 8 GB akan saya bagi untuk Swap Area sebesar 2GB dan sisanya untuk sistem /. Ukuran Swap Area idealnya adalah 2x RAM. Namun apabila RAM kalian sudah 2GB keatas, maka sebaiknya ukuran Swap Area kalian buat sebesar 2GB saja. Karena nanti mubazir si Swap Areanya jarang terpakai sebab ukuran RAM kalian sudah cukup besar. 

Tekan Enter pada HDD1. Apabila Harddisk kalian adalah Harddisk baru, maka ketika kalian tekan Enter, akan muncul pertanyaan seperti berikut. Pilih Yes.


Setelah itu akan terlihat Free Space dari HDD1. Tekan Enter pada Free Space tersebut.


Pilih Create New Partition.


Ketikkan ukuran partisi yang ingin kalian buat. Karena disini saya ingin membuat Swap Area terlebih dahulu, maka ketik saja 2 GB. Lalu tekan Enter.


Untuk tipe partisinya, pilih saja Primary.


Pilih Beginning apabila muncul pertanyaan seperti ini.


Ganti bagian Use As menjadi Swap Area. Jika sudah pilih Done Setting Up New Partition.


Lakukan hal yang sama untuk membuat partisi /. Bedanya adalah pada bagian Partition Settings, kalian pilih Use As : Ext4 journaling file system, dan Mount point : /. Jika sudah pilih Done Setting Up New Partition.

Untuk harddisk yang kedua pun caranya sama seperti diatas. Perbedaannya pada bagian Partition Settings, kalian pilih Use As : ReiserFS journaling file system, Mount point > Enter Manually > /proxy. Jika sudah pilih Done Setting Up New Partition.


Jika kalian melakukannya dengan benar, maka tampilannya kira-kira akan seperti berikut. Setelah itu tekan Enter pada Finish partitioning and write changes to disk.


Terakhir pilih Yes.


Instalasi Squid Lusca

1. Pertama-tama pastikan bahwa si Proxy kalian ini sudah bisa terkoneksi ke internet. Silahkan diatur saja settingan gateway dan dns sesuai dengan skema jaringan milik kalian. Kalau topologi jaringan saya adalah sebagai berikut :

internet --------------------------------(10.0.0.2)mikrotik(192.168.1.1)--(192.168.1.2-192.168.1.100) client
(192.168.0.1)
|
|
(192.168.0.2)
 proxy

2. Aktifkan user root agar nanti tidak terlalu ribet menggunakan sudo di setiap perintah yang kalian lakukan. Langkah ini sebenarnya opsional saja, karena walaupun tidak mengaktifkan user root, kalian masih bisa melakukan semua langkah-langkah instalasi Squid Lusca-nya.

Untuk mengaktifkan user root silahkan eksekusi perintah berikut :

$ sudo -i
# passwd

Lalu masukkan password baru untuk user root.

3. Langkah kedua, kalian perlu menaikkan jumlah maksimal file descriptor yang bisa dibaca oleh sistem. Ini sangat diperlukan apabila ukuran cache kalian sudah diatas 100GB, karena semakin besar ukuran cache, maka semakin besar pula kebutuhan file descriptornya.

Untuk menaikkan file descriptor, eksekusi perintah berikut :

# nano /etc/security/limits.conf

Pada bagian paling bawah file tersebut tambahkan script ini :

root - nofile 65535

Setelah itu restart komputer :

# reboot

Setelah komputer direstart, pastikan bahwa efeknya sudah berjalan :

# ulimit -a | grep 'open files'
open files   (-n) 65535

4. Selanjutnya kita harus menambahkan modul ip_conntrack agar performa squid semakin baik :

# nano /etc/modules

Pada baris paling bawah tambahkan :

ip_conntrack

Simpan jika sudah.

5. Langkah berikutnya adalah menginstall paket-paket yang diperlukan untuk menginstall Lusca :

# apt-get update
# apt-get install apache2 php5 squid squidclient squid-cgi gcc build-essential sharutils ccze libzip-dev automake1.9 libfile-readbackwards-perl -y

6. Setelah itu download juga paket Luscanya :

# wget http://backcode.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2

7. Setelah proses download selesai, ekstraklah file tersebut :

# tar -xvjf LUSCA_HEAD-r14809-patch.tar.bz2

8. Sekarang baru kita masuk ke dalam tahap pengkompilan. Sebelum itu, kalian harus mengetahui terlebih dahulu kode CFLAGS dari tipe prosesor kalian. Karena kode CFLAGS ini kita perlukan untuk proses pengkompilan.

Ketahui terlebih dahulu tipe prosesor kalian dengan mengetikkan perintah berikut :

# cat /proc/cpuinfo

Perhatikan bagian yang kira-kira ada seperti ininya :

processor : 0
vendor_id : GenuineIntel
cpu family : 6
model : 37
model name : Intel(R) Core(TM) i3 CPU       M 380  @ 2.53GHz

Setelah kalian mengetahui tipe prosesor kalian, baru cari CFLAGS nya dari web ini http://wiki.gentoo.org/wiki/Safe_CFLAGS atau web ini http://gentoo-en.vfose.ru/wiki/Safe_Cflags/Intel#Core_i7_and_Core_i5.2C_Xeon_55xx khusus untuk intel Xeon.



Dari situ kalian bisa dapatkan kode yang kira-kira seperti ini (yang ini merupakan CFLAGS untuk Processor Intel Core i3) :

CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}"

Silahkan kalian kopi, lalu simpan baik-baik. Kode ini akan kita perlukan untuk langkah selanjutnya.

9. Yuk kita mulai proses kompilnya :

# cd LUSCA_HEAD-r14809
# make clean
# CHOST="i686-pc-linux-gnu" CFLAGS="-O2 -pipe -march=core2 -msse4 -mcx16 -mpopcnt -msahf -fomit-frame-pointer" CXXFLAGS="${CFLAGS}" \
./configure -prefix=/usr -exec-prefix=/usr -bindir=/usr/sbin -sbindir=/usr/sbin \
-libexecdir=/usr/lib/squid -sysconfdir=/etc/squid -localstatedir=/var/spool/squid \
-datadir=/usr/share/squid --enable-gnuregex --enable-async-io=24 --with-aufs-threads=24 \
--with-pthreads --with-aio --with-dl --enable-storeio=aufs,null \
--enable-removal-policies=heap --enable-icmp --enable-delay-pools --disable-wccp \
--enable-snmp --enable-cache-digests --enable-default-err-language=English \
--enable-err-languages=English --enable-linux-netfilter --disable-ident-lookups \
--with-maxfd=65535 --enable-follow-x-forwarded-for --enable-large-cache-files \
--with-large-files --enable-referer-log
# make
# make install

nb : pada script yang saya tandai merah, kalian ganti dengan kode CFLAGS milik kalian masing-masing.

Jika tidak ada pesan error, maka sampai tahap ini squid lusca kalian sudah berhasil terinstall.

10. Selanjutnya kalian harus mengganti hak akses partisi penyimpanan cache kalian agar menjadi kepemilikan user proxy dan grup proxy :

# chown -R proxy.proxy /proxy
# chmod -R 777 /proxy

11. Buat juga direktori untuk penyimpanan file log dari si Squid :

# mkdir /var/log/squid

Jangan lupa ganti kepemilikannya menjadi milik user proxy dan grup proxy juga :

# chown -R proxy.proxy /var/log/squid

12. Untuk file-file konfigurasi milik squidnya, saya sudah menyiapkannya untuk kalian. File-file konfigurasi ini saya dapatkan dari trit ubuntu-indonesia.com juga. Silahkan didownload saja :

# wget https://dl.dropboxusercontent.com/u/64064946/fileconfig.tar.gz

13. Ekstrak dan kopikan file-file konfigurasi tersebut ke direktori /etc/squid :

# tar -xvf fileconfig.tar.gz
# cp fileconf/* /etc/squid

14. Beri hak akses eksekusi untuk semua file berekstensi .pl pada direktori /etc/squid :

# chmod 0755 /etc/squid/*.pl

15. Dari semua file-file konfigurasi yang saya berikan hampir semuanya sudah tinggal pakai. Namun apabila kalian ada yang menggunakan konfigurasi yang berbeda dari punya saya, seperti subnet klien, nama disk cache, besar RAM, maupun ukuran harddisk disk cache, maka ada beberapa file yang perlu kalian edit.

Merubah subnet klien

Sesuai dengan topologi jaringan saya berikan diatas, subnet untuk klien saya adalah 192.168.1.0/24. Jika kalian ingin merubahnya sehubungan dengan perbedaan topologi jaringan, maka edit file acl.conf :

# nano /etc/squid/acl.conf

Cari baris acl localnet src 192.168.1.0/24 (Gunakan fasilitas search dengan menekan tombol CTRL + W). Lalu ganti bagian 192.168.1.0/24 sesuai dengan yang kalian inginkan. Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Merubah nama disk cache

Pada artikel ini, disk cache yang saya buat bernama /proxy. Apabila kalian menggunakan nama lain, silahkan edit file squid.conf :

# nano /etc/squid/squid.conf

Cari bagian cache_dir aufs /proxy 16000 37 256 , lalu ganti bagian /proxy menjadi nama disk cache sesuai dengan milik kalian masing-masing.

Mengubah ukuran disk cache

Ukuran harddisk untuk disk cache pada artikel ini adalah sebesar 20GB. Untuk mengubahnya sesuai dengan ukuran disk cache kalian, edit file /etc/squid/squid.conf :

# nano /etc/squid/squid.conf

Cari bagian cache_dir aufs /proxy 16000 37 256 . Perhatikan yang saya tandai merah dan biru. Untuk yang saya tandai merah, itu merupakan 80% dari ukuran total disk cache saya yang sebesar 20GB. Ini merupakan prinsip penggunaan disk cache yang baik. Sehingga disitu saya tulis 16000 (satuannya megabyte). Silahkan kalian ganti dengan 80% dari total ukuran disk cache kalian masing-masing.

Sedangkan untuk yang saya tandai biru, itu diperoleh dari rumus : ukuran 80% disk cache  dalam satuan byte/13/256/256 X 2.

Kira-kira cara menghitungnya seperti ini : 16000000/13/256/256 X 2 = 37.5. Dibulatkan saja menjadi 37.

Mengubah ukuran RAM

RAM yang saya gunakan pada artikel ini adalah 2GB. Jika kalian memiliki ukuran RAM yang berbeda dari saya, untuk mengubahnya kalian perlu mengedit file tune.conf :

# nano /etc/squid/tune.conf

Cari bagian ipcache_size 4096 lalu ganti angka 4096 dengan 2X ukuran RAM kalian dalam satuan Megabyte. Sebagai contoh, disitu tertulis 4096 karena hasil dari 2 X ukuran ram saya yaitu 2048.

Setelah itu cari lagi bagian fqdncache_size 2048 lalu ganti angka 2048 dengan ukuran RAM kalian dalam satuan Megabyte. Jika sudah simpan dan tutup file tersebut.

Untuk script-script lainnya, bisa kalian pelajari sendiri dengan melihat semua file yang ada didalam direktori /etc/squid.

Testing

1. Sebelum kalian mengetes squid kalian, pertama-tama matikan terlebih dahulu service dari Squid3. Karena nanti akan bentrok dengan service milik Squid Lusca.

# service squid3 stop

2. Kemudian kalian harus membuat direktori-direktori untuk tempat penyimpanan cache didalam disk cache kalian dengan menggunakan perintah berikut :

# squid -f /etc/squid/squid.conf -z

3. Baru sekarang jalankan squidnya :

# squid -NDd1 &

Berhubung kita menjalankan squidnya pada mode background, maka setelah kalian menjalankan perintah diatas, kalian bisa tekan tombol Enter.

4. Lalu pastikan kalau squid sudah mampu menjalankan servicenya dengan file descriptor yang sudah kalian tentukan diawal, yaitu sebesar 65535 :

# squidclient mgr:info | grep 'file descri'
Maximum number of file descriptors: 65535
Available number of file descriptors: 65511

Reserved number of file descriptors: 100

5. Terakhir, pantau log file dari squid dengan perintah berikut :

# tail -f /var/log/squid/access.log | ccze



Membuat Autostart Squid

Agar service squid langsung berjalan setiap komputer menyala, maka kalian harus menambahkan script autostart baru pada direktori /etc/init.d :

# nano /etc/init.d/squid

Kopikan semua script yang ada di halaman ini http://web.suffieldacademy.org/ils/netadmin/docs/software/squid/etc/init.d/squid kedalam file tersebut. Jika sudah simpan dan tutup filenya.

nb : file /etc/init.d/squid memang kosong. jadi jangan kaget ketika kalian mengetikkan perintah diatas, ternyata malah seperti membuat file baru.

Kemudian eksekusi dua perintah berikut untuk memberikan hak akses executable dan membuat file tersebut autostart setiap komputer dijalankan :

chmod 755 /etc/init.d/squid
update-rc.d squid defaults

Selanjutnya masukkan juga script berikut pada file /etc/rc.local untuk membuat squid3 tidak berjalan setiap komputer nyala. Kalau tidak, takutnya nanti bentrok antara squid3 dengan lusca.

nano /etc/rc.local

Masukkan script ini :

service squid3 stop

Simpan dan tutup file tersebut.

Memonitor Kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer

Apabila kita hanya melihat file log milik squid secara mentah, rasanya kita agak kurang paham dan kurang bisa melihat statistiknya secara lengkap. Oleh karena itu kita memerlukan tools tambahan agar kita bisa memantau file log squid dengan tampilan yang lebih user friendly. Kalian bisa membaca artikel milik saya tentang cara memonitor kinerja Squid Lusca dengan Squid Analyzer disini.

Komentar Pribadi

Seluruh konfigurasi diatas sudah sering saya coba di beberapa PC dengan spek yang berbeda, seperti Intel Pentium 4, Dual Core, Core 2 Duo, sampai Intel Core i3 dan Intel Xeon. Untuk ngehit situs-situs HTTP dan game-game HTTP seperti game facebook dan friv.com sangat lancar. Untuk ngehit youtube pun lancar. Yang kurang adalah tidak seluruh update patch game online bisa ngehit (saya baru mencoba yang bisa terHIT hanya beberapa game gemscool saja, sedangkan untuk game online selain itu tidak bisa), serta tidak bisa ngehit speedtest. Sehingga ketika di test di speedtest, hanya bisa menampilkan angka yang sesuai dengan bandwidth asli.

Saya masih dalam tahap mengoprek-oprek lagi agar kekurangan yang saya alami diatas agar bisa segera teratasi.  Apabila ada diantara kalian yang mempunyai script yang lebih mantap dari milik saya, yang mungkin bisa ngehit semua patch game online dan speedtest monggo dishare saja dengan mengomentari artikel ini.

Semoga bermanfaat :)

UPDATED 15 JUNI 2014

Artikel ini bakalan sering saya update, jadi tolong dicek secara berkala jika kalian memang membuat proxy berdasarkan artikel ini.

SUMBER
Share:

Monday, February 24, 2014

Memonitor Kinerja Squid Proxy dengan Squid Analyzer di Ubuntu 12.04 Server


Sudah lama sekali rasanya saya menelantarkan blog ini. Maafkan saya ya sekarang nampaknya saya sudah mulai jarang menulis lagi, yah dengan beribu-ribu alasan dibelakangnya. Oleh karena itu bagi kalian yang ingin berkontribusi untuk menulis di blog ini demi menghidupkan kembali Linuxku.com, silahkan saja baca halaman ini ya untuk menjadi penulis di Linuxku.com. Saya sangat senang apabila ada diantara kalian yang berminat untuk menyumbangkan tulisannya disini. :)

Pada postingan kali ini, saya ingin membagikan cara memonitor kinerja squid proxy dengan Squid Analyzer.

Squid merupakan software Proxy yang sangat terkenal dikalangan Network Administrator. Berhubung begitu pentingnya squid ini, kita perlu untuk selalu memonitor kinerja sang squid agar kita mengetahui seberapa efisienkah konfigurasi yang kita punya.

Untuk melakukan monitoring Squid Proxy, ada beberapa tools yang cukup terkenal diantaranya SARG, Cacti, maupun Mysar. Namun pada postingan ini saya ingin memberikan alternatif tools lain bernama Squid Analyzer. Apa itu Squid Analyzer? Squid Analyzer merupakan salah satu tools penganalisa log milik Squid yang dapat menyajikan statistik lengkap meliputi waktu, hit, byte, pengguna, jaringan, hingga top url dan top domain yang paling sering diakses. Keunggulan yang ditawarkan dari Squid Analyzer diantaranya adalah tidak perlu adanya database apapun untuk dapat menjalankannya, dan juga tampilan Squid Analyzer ini termasuk yang cukup user friendly dibandingkan SARG ataupun Mysar.

Yuk, mending kita langsung coba saja ya.

Yang perlu disiapkan

1. Squid sudah terinstall dan jalan dengan baik. Boleh menggunakan Squid3, Squid 2.7, maupun Lusca. Saya tidak akan membahas tentang cara instalasi Squidnya ya, kalian tinggal cari saja di Google tentang cara instalasi Squidnya.

2. Install Webserver dan Perl :

$ sudo apt-get install apache2 php5 perl

Pastikan tidak ada pesan error yang muncul. Atau lihat artikel instalasi Webserver yang sudah pernah saya tulis disini.

3. Install SSH :

$ sudo apt-get install ssh

SSH disini digunakan untuk mengirim file dari client ke server menggunakan metode SCP.

Instalasi

1. Download paket SquidAnalyzer disini.

2. Kirimkan file squidanalyzer-5.3.tar.gz yang sudah kalian download dari komputer klien ke komputer server dengan menggunakan metode SCP.

Disini letak file squidanalyzer saya ada di direktori Downloads pada komputer klien dan ingin saya kirimkan ke home direktori milik user rizal yang ada di komputer server dengan ip 192.168.0.2. Maka eksekusi perintah berikut pada komputer klien :

$ scp Downloads/squidanalyzer-5.3.tar.gz rizal@192.168.0.2:

Ketik Yes jika muncul pertanyaan untuk menambahkan key SSH. Setelah itu masukkan password user rizal. Tunggu hingga proses pengiriman selesai.

3. Sekarang pindahlah ke komputer Server. Disini saya anggap kalian login sebagai user rizal. Maka kalian bisa langsung mengekstrak file squidanalyzer yang sudah kalian kirimkan sebelumnya :

$ tar -xvf squidanalyzer-5.3.tar.gz
$ cd squidanalyzer-5.3


4. Ganti menjadi user root :

$ sudo su

5. Install Squid Analyzer-nya :

# perl Makefile.PL
# make
# make install


6. Selanjutnya, khusus bagi yang menggunakan squid selain versi 3, kalian harus mengedit file konfigurasi Squid Analyzer untuk mengganti letak file log squidnya :

# nano /etc/squidanalyzer/squidanalyzer.conf

Ganti bagian LogFile /var/log/squid3/access.log menjadi LogFile /var/log/squid/access.log. Simpan dengan menekan CTRL + X > Y > Enter.


7. Berhubung Squid Analyzer adalah tools berbasis web, maka kalian harus mengedit file httpd.conf-nya apache agar webserver kalian bisa menampilkan halaman Squid Analyzernya.

# nano /etc/apache2/httpd.conf

Tambahkan script berikut didalam file tersebut :


Alias /squidreport /var/www/squidanalyzer
<Directory /var/www/squidanalyzer>
Options -Indexes FollowSymLinks MultiViews
AllowOverride None
Order deny,allow
Allow from all
</Directory>


Simpan dan tutup filenya jika sudah.


Jangan lupa restartlah webserver apache kalian :

# service apache2 restart

8. Setelah itu jalankan service squid-analyzer untuk pertama kalinya :

# /usr/local/bin/squid-analyzer

9. Agar Squid Analyzer bisa merefresh log squid setiap 10 menit sekali, maka kalian harus menambahkan script berikut kedalam jadwal cron :

# crontab -e

Jika muncul pertanyaan kalian ingin mengedit filenya menggunakan text editor apa, pilih saja text editor Nano agar mudah.

Dibaris paling bawah file konfigurasi crontab tersebut, tambahkan script ini :

*/10 * * * * /usr/local/bin/squid-analyzer > /dev/null 2>&1

Simpan jika sudah.

10. Terakhir, akseslah Squid Analyzer melalui web browser dengan mengarahkannya ke alamat http://ipserver/squidreport


Untuk cara penggunaannya eksplor sendiri saja ya. Mudah kok, tinggal klik-klik saja statistik apa yang ingin kalian tampilkan.

Statistik Harian


Statistik Tipe Mime


Statistik User


Statistik Top Domain


Semoga bermanfaat :)

Share:

Blog Archive