Thursday, November 28, 2013

Panduan Penggunaan LibreOffice Writer

LibreOffice adalah salah satu aplikasi perkantoran lengkap dan bisa kita install dikomputer kita.

Untuk pengguna ubuntu, sejak Ubuntu 11.04 ketika kita menginstallnya secara default telah terinstall juga LibreOffice ini.

Jika melihat antarmuka maupun fungsi dan kegunaannya, LibreOffice memang menjadi alternative yang menarik dari aplikasi berbayar seperti Microsoft Office, karena memang LibreOffice ditempatkan untuk menggantikan Microsoft Office, khususnya di sistem linux.

Sepertinya kita tidak akan mengalami kebingungan saat menggunakan LibreOffice ini, tetapi jika jika kurang paham, maka ada sedikit angin segar :)

Maksudnya adalah, kita bisa mendownload panduan tentang cara penggunaan LibreOffice (Pengolah kata/Writer), disini!


Panduan Penggunaan LibreOffice Writer

LibreOffice adalah salah satu aplikasi perkantoran lengkap dan bisa kita install dikomputer kita.

Untuk pengguna ubuntu, sejak Ubuntu 11.04 ketika kita menginstallnya secara default telah terinstall juga LibreOffice ini.

Jika melihat antarmuka maupun fungsi dan kegunaannya, LibreOffice memang menjadi alternative yang menarik dari aplikasi berbayar seperti Microsoft Office, karena memang LibreOffice ditempatkan untuk menggantikan Microsoft Office, khususnya di sistem linux.

Sepertinya kita tidak akan mengalami kebingungan saat menggunakan LibreOffice ini, tetapi jika jika kurang paham, maka ada sedikit angin segar :)

Maksudnya adalah, kita bisa mendownload panduan tentang cara penggunaan LibreOffice (Pengolah kata/Writer), disini!


Distro Lokal, BlankOn 8 Rote Sudah Rilis dan Bisa di Download

Masih ingat dengan distro lokal yang memiliki kemampuan setara dengan distro-distro lain dari luar negeri? Apa coba? Yup, Blankon. Salah satu distro linux anak negeri yang terus aktive dikembangkan. Saat ini Blankon telah merilis versi 8 yang diberi nama Rote.

Apa itu Linux BlankOn?


Linux BlankOn adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn. Distribusi ini dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.

Linux BlankOn dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux khas Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran dan pemerintahan.

Linux BlankOn merupakan bagian dari gerakan Proyek BlankOn yang memiliki cakupan yang lebih luas lagi. Gerakan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perangkat lunak bebas dan terbuka.

BlankOn ini membutuhkan resource yang bisa dibilang minimum untuk komputer jaman sekarang yaitu :
  • Prosesor 600MHz
  • RAM 256 MB
  • Hard disk 6 GB
Kita bisa mendownload BlankOn 8 disini atau  versi  sebelumnya disini.

Pasti penasaran dengan distro yang satu ini kan? Makanya coba download dulu deh :)

Distro Lokal, BlankOn 8 Rote Sudah Rilis dan Bisa di Download

Masih ingat dengan distro lokal yang memiliki kemampuan setara dengan distro-distro lain dari luar negeri? Apa coba? Yup, Blankon. Salah satu distro linux anak negeri yang terus aktive dikembangkan. Saat ini Blankon telah merilis versi 8 yang diberi nama Rote.

Apa itu Linux BlankOn?


Linux BlankOn adalah distribusi Linux yang dikembangkan oleh Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) dan Tim Pengembang BlankOn. Distribusi ini dirancang sesuai dengan kebutuhan pengguna komputer umum di Indonesia.

Linux BlankOn dikembangkan secara terbuka dan bersama-sama untuk menghasilkan distro Linux khas Indonesia, khususnya untuk dunia pendidikan, perkantoran dan pemerintahan.

Linux BlankOn merupakan bagian dari gerakan Proyek BlankOn yang memiliki cakupan yang lebih luas lagi. Gerakan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi sumber daya manusia Indonesia dalam konteks perangkat lunak bebas dan terbuka.

BlankOn ini membutuhkan resource yang bisa dibilang minimum untuk komputer jaman sekarang yaitu :
  • Prosesor 600MHz
  • RAM 256 MB
  • Hard disk 6 GB
Kita bisa mendownload BlankOn 8 disini atau  versi  sebelumnya disini.

Pasti penasaran dengan distro yang satu ini kan? Makanya coba download dulu deh :)

New Makulu Linux 4.3 has Released


MakuluLinux is a Debian-based distribution providing a sleek, smooth and stable user experience on any computer. It includes pre-installed multimedia codecs, device drivers and software for everyday use.

Makululinux 4.x Debian Based, running on Kernel 3.11.x 32bit PAE, provides a Sleek, Smooth and Stable user experience that is able to run on any computer from old to new, from netbooks to notebooks, desktops to server stations.

Makulu provides software and codec's pre installed on the OS, to provide an out of the box experience for the end user and his day to day tasks.

Steam is pre installed on Makulu, you can simply log into steam and start playing your favorite game titles.

Wine is pre installed on Makulu, installing windows software has never been easier, simply double click your installer or exe files and they will operate in linux much the same way they do in windows.

The browser of choice on Makulu is Chromium, highly configurable, It is configured with Adblock to block adverts on any website as well as flash videos, Web Caching to allow a user to not just browse with speed but also conserve bandwidth at the same time, Flareget offers multi-threaded downloads and catches links from inside chromium, Youtube tools will allow you to download videos at your finger tips.

Makululinux utilizes multiple stable Kernel 3.10.x Generic PAE enabled. This means that Makululinux will detect ALL of the system memory and put it to use, there is no need to worry if you have more than 4GB system ram.

Makulu XFCE 4.3 Released.
Makululinux 4.3 is the final build in the XFCE 4 series. In simple terms, apart from alot of bug fixes and optimizations, you get more of everything, more apps, more games, more themes, more icon sets, more wallpapers, more of everything.

Based on PAE kernel 3.11.2, now sporting a more refined and polished look and using a new installer, Makulu 4.3 really is just bigger and better in all departments.

New Makulu Linux 4.3 has Released


MakuluLinux is a Debian-based distribution providing a sleek, smooth and stable user experience on any computer. It includes pre-installed multimedia codecs, device drivers and software for everyday use.

Makululinux 4.x Debian Based, running on Kernel 3.11.x 32bit PAE, provides a Sleek, Smooth and Stable user experience that is able to run on any computer from old to new, from netbooks to notebooks, desktops to server stations.

Makulu provides software and codec's pre installed on the OS, to provide an out of the box experience for the end user and his day to day tasks.

Steam is pre installed on Makulu, you can simply log into steam and start playing your favorite game titles.

Wine is pre installed on Makulu, installing windows software has never been easier, simply double click your installer or exe files and they will operate in linux much the same way they do in windows.

The browser of choice on Makulu is Chromium, highly configurable, It is configured with Adblock to block adverts on any website as well as flash videos, Web Caching to allow a user to not just browse with speed but also conserve bandwidth at the same time, Flareget offers multi-threaded downloads and catches links from inside chromium, Youtube tools will allow you to download videos at your finger tips.

Makululinux utilizes multiple stable Kernel 3.10.x Generic PAE enabled. This means that Makululinux will detect ALL of the system memory and put it to use, there is no need to worry if you have more than 4GB system ram.

Makulu XFCE 4.3 Released.
Makululinux 4.3 is the final build in the XFCE 4 series. In simple terms, apart from alot of bug fixes and optimizations, you get more of everything, more apps, more games, more themes, more icon sets, more wallpapers, more of everything.

Based on PAE kernel 3.11.2, now sporting a more refined and polished look and using a new installer, Makulu 4.3 really is just bigger and better in all departments.

Tuesday, November 26, 2013

Melihat Service Ubuntu yang Berjalan Otomatis Saat Startup


Lama ta update. Sehat sob? Saya harap juga begitu hehehe. Kali ini postingan tentang service sob, atau kadang disebut daemon (setan) ya karena program yang berbentuk service kadang tidak terlihat tetapi besar pengaruhnya kaya 'setan' :-D.



Nah terkadang jika komputer kita terlalu banyak menjalankan service saat startup maka itu akan memberatkan saat bootup (startup) karena si OS akan

Melihat Service Ubuntu yang Berjalan Otomatis Saat Startup


Lama ta update. Sehat sob? Saya harap juga begitu hehehe. Kali ini postingan tentang service sob, atau kadang disebut daemon (setan) ya karena program yang berbentuk service kadang tidak terlihat tetapi besar pengaruhnya kaya 'setan' :-D.



Nah terkadang jika komputer kita terlalu banyak menjalankan service saat startup maka itu akan memberatkan saat bootup (startup) karena si OS akan

Sunday, November 24, 2013

Perbaikan Layar Blank Karena Install Display Driver

Pagi ini ada "sesuatu" dengan laptopku. Kejadiannya setelah saya coba untuk menginstall driver nvidia.

Pada prosesnya tidak terjadi sesuatu yang mencurigakan, kejadiannya baru terkuak setelah saya restart laptop (karena sengaja ingin mengetahui perubahan apa yang terjadi setelah menginstall driver tersebut.

Dari startup sampai login tidak terjadi hal yang aneh, kejadiannya baru ketahuan setelah login dengan mengetikkan password, layar tampak blank hitam.

Lama juga gak sembuh, sampai akhirnya tersadar "ada masalah".

Setelah mencari dan mencari akhirnya nemuin cara untuk memperbaiki "penyakit" tersebut.



Masuklah ke terminal dengan mengetikkan Ctrl + Alt + F1, dan setelah login,  ketikkan perintah berikut :

Remove driver nvidia
sudo nvidia-settings --uninstall
sudo apt-get remove --purge nvidia*

Reinstall

sudo apt-get install nvidia-common
sudo apt-get install xserver-xorg-video-nouveau
sudo apt-get install --reinstall libgl1-mesa-glx libgl1-mesa-dri xserver-xorg-core


Reboot komputer, dan tralala.. akhirnya kembali normal :)


Perbaikan Layar Blank Karena Install Display Driver

Pagi ini ada "sesuatu" dengan laptopku. Kejadiannya setelah saya coba untuk menginstall driver nvidia.

Pada prosesnya tidak terjadi sesuatu yang mencurigakan, kejadiannya baru terkuak setelah saya restart laptop (karena sengaja ingin mengetahui perubahan apa yang terjadi setelah menginstall driver tersebut.

Dari startup sampai login tidak terjadi hal yang aneh, kejadiannya baru ketahuan setelah login dengan mengetikkan password, layar tampak blank hitam.

Lama juga gak sembuh, sampai akhirnya tersadar "ada masalah".

Setelah mencari dan mencari akhirnya nemuin cara untuk memperbaiki "penyakit" tersebut.



Masuklah ke terminal dengan mengetikkan Ctrl + Alt + F1, dan setelah login,  ketikkan perintah berikut :

Remove driver nvidia
sudo nvidia-settings --uninstall
sudo apt-get remove --purge nvidia*

Reinstall

sudo apt-get install nvidia-common
sudo apt-get install xserver-xorg-video-nouveau
sudo apt-get install --reinstall libgl1-mesa-glx libgl1-mesa-dri xserver-xorg-core


Reboot komputer, dan tralala.. akhirnya kembali normal :)


Friday, November 22, 2013

Membuat Kalkulator Kubikasi Sederhana Dengan Delphi

Kalkulator sederhana untuk menghitung kubikasi / CBM,
dan meliputi converter yang berguna untuk skala kecil-kecilan.
untuk source code atau contohnya klik disini




unit Unit1;

interface

uses
  Windows, Messages, SysUtils, Variants, Classes, Graphics, Controls, Forms,
  Dialogs, StdCtrls, ExtCtrls;

type
  TForm1 = class(TForm)
    Edit1: TEdit;
    Edit2: TEdit;
    Edit3: TEdit;
    Edit4: TEdit;
    Edit5: TEdit;
    Button1: TButton;
    Button2: TButton;
    Label1: TLabel;
    Panel1: TPanel;
    Edit6: TEdit;
    Edit7: TEdit;
    Label2: TLabel;
    Label3: TLabel;
    Panel2: TPanel;
    Label4: TLabel;
    Label5: TLabel;
    Edit8: TEdit;
    Edit9: TEdit;
    Label6: TLabel;
    Label7: TLabel;
    Label8: TLabel;
    Label9: TLabel;
    Label10: TLabel;
    Label11: TLabel;
    Label12: TLabel;
    procedure Button1Click(Sender: TObject);
    procedure Button2Click(Sender: TObject);
    procedure Edit1KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Edit2KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Edit3KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Edit5KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Label1Click(Sender: TObject);
    procedure Edit6Change(Sender: TObject);
    procedure Edit6KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Edit7Change(Sender: TObject);
    procedure Edit7KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Edit8Change(Sender: TObject);
    procedure Edit9Change(Sender: TObject);
    procedure Edit9KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure Edit8KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
    procedure FormCreate(Sender: TObject);

   private
    { Private declarations }
  public
    { Public declarations }
  end;

var
  Form1: TForm1;
  p,l,t,q,y,m,hasil: extended;

implementation

{$R *.dfm}

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
begin
IF edit1.text='' THEN
Begin
MessageDlg('Panjang masih kosong',mtInformation,[mbOK],0);
edit1.setfocus;
END;

IF edit2.text='' THEN
Begin
MessageDlg('Lebar masih kosong',mtInformation,[mbOK],0);
edit2.setfocus;
END;

IF edit3.text='' THEN
Begin
MessageDlg('Tinggi masih kosong',mtInformation,[mbOK],0);
edit3.setfocus;
End;

IF edit5.text='' THEN
Begin
MessageDlg('Kuantity masih kosong',mtInformation,[mbOK],0);
edit5.setfocus;
End;

BEGIN
p:=strtofloat(edit1.text);
l:=strtofloat(edit2.text);
t:=strtofloat(edit3.text);
q:=strtofloat(edit5.text);

hasil:= p*l*t*q/1000000;
edit4.text:= floattostr(hasil);

end;
END;

procedure TForm1.Button2Click(Sender: TObject);
begin
application.Terminate;
end;


procedure TForm1.Edit1KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit2.SetFocus;
end;
end;

procedure TForm1.Edit2KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit3.SetFocus;
end;
end;

procedure TForm1.Edit3KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit5.SetFocus;
end;
end;

procedure TForm1.Edit5KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin Button1.SetFocus;
end;
end;

procedure TForm1.Label1Click(Sender: TObject);
begin
edit1.text:='';
edit2.text:='';
edit3.text:='';
edit4.text:='';
edit5.text:='';
edit6.text:='';
edit7.text:='';
edit8.text:='';
edit9.text:='';
end;



procedure TForm1.Edit6Change(Sender: TObject);
begin
IF edit6.text='' THEN
 Begin
 edit7.Text:='';

end;

y:=strtofloat(edit6.text);
m:=y*0.9144;
edit7.text:= floattostr(m);

end;


procedure TForm1.Edit6KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit7.SetFocus;
end;
end;




procedure TForm1.Edit7Change(Sender: TObject);
begin
IF edit7.text='' THEN
 Begin
 edit6.Text:='';

      end;

y:=strtofloat(edit7.text);
m:=y/0.9144;
edit6.text:= floattostr(m);

end;

procedure TForm1.Edit7KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit6.SetFocus;
end;
end;


procedure TForm1.Edit8Change(Sender: TObject);
begin
IF edit8.text='' THEN
 Begin
 edit9.Text:='';

end;

y:=strtofloat(edit8.text);
m:=y*2.54;
edit9.text:= floattostr(m);

end;


procedure TForm1.Edit8KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit9.SetFocus;
end;
end;

procedure TForm1.Edit9Change(Sender: TObject);
begin
IF edit9.text='' THEN
 Begin
 edit8.Text:='';

      end;

y:=strtofloat(edit9.text);
m:=y/2.54;
edit8.text:= floattostr(m);

end;



procedure TForm1.Edit9KeyPress(Sender: TObject; var Key: Char);
begin
IF key=chr(13)
then
begin edit8.SetFocus;
end;
end;


procedure TForm1.FormCreate(Sender: TObject);
begin
form1.Position := poDesktopCenter;
form1.BorderStyle := bssingle;
form1.BorderIcons := BorderIcons - [bimaximize] ;
end;

end.

Cara Membatasi Akses PhpMyAdmin Di Linux Berdasarkan IP Address

Hai! Wah, sudah cukup lama juga saya tidak memposting artikel di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia ini ya. Seperti biasalah, karena keterbatasan waktu dan banyaknya aktifitas saya :D
Saya menulis di blog ini ketika memiliki waktu luang, dan mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk posting artikel baru. Tidak tau kenapa juga, pembahasan di artikel ini masih berhubungan dengan keamanan di server database. Sebelumnya saya juga menjelaskan topik yang sama di artikel ini :
Mungkin sebenarnya dari semua yang saya jelaskan di artikel-artikel tersebut tidak harus anda pakai semua meskipun saya setuju dengan pernyataan "semakin aman semakin baik, masa bodoh dengan kenyamanan". Di artikel ini saya ingin memberikan informasi tentang pengamanan server database atau server PhpMyAdmin dengan cara membatasi akses PhpMyAdmin berdasarkan IP Address.

Saya sudah menjelaskan cukup panjang lebar dipembahasan sebelumnya bahwa sangat riskan sekali membiarkan PhpMyAdmin terbuka untuk publik, meskipun tidak dipublikasikan tapi tetap saja opened for everyone :)

Akhirnya saya menemukan lagi cara yang menarik, yaitu membatasi akses phpmyadmin berdasarkan IP Address, dengan metode ini phpmyadmin tetap tertutup, dan hanya dibuka untuk orang-orang tertentu.

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat IP Address client anda static (kalau DB Admin berada di jaringan lokal), lakukan pengaturan ini di router DHCP anda. Jika anda memiliki relasi kerja diperusahaan lain anda akan memakai IP Public router WAN untuk identitas mereka.

Selanjutnya buka file "/etc/phpmyadmin/apache.conf", dan perhatikan pengaturan yang saya buat :

Alias /phpmyadmin /usr/share/phpmyadmin

<Directory /usr/share/phpmyadmin>
        Options FollowSymLinks
        DirectoryIndex index.php

        <IfModule mod_php5.c>
                AddType application/x-httpd-php .php

                php_flag magic_quotes_gpc Off
                php_flag track_vars On
                php_flag register_globals Off
                php_admin_flag allow_url_fopen Off
                php_value include_path .
                php_admin_value upload_tmp_dir /var/lib/phpmyadmin/tmp
                php_admin_value open_basedir /usr/share/phpmyadmin/:/etc/phpmyadmin/:/var/lib/phpmyadmin/
        </IfModule>
#rule berawal dari sini
deny from all
allow from 10.1.1.1 10.1.1.2 10.1.1.10 10.0.64.1
#rule berakhir sampai sini
</Directory>

Statement "deny from all" sudah jelas sekali akan menolak semua transaksi dari sumber manapun, lalu statement "alow from..." akan mengijinkan beberapa IP address untuk dapat mengaksesnya. Dan lihat daftar IP Address yang saya ijinkan untuk mengakses PhpMyAdmin. Pemisah mereka hanya spasi saja, tidak perlu koma atau apapun. Jika yang di allow adalah network tertentu cukup tambahkan network mereka seperti misalnya 10.1.1.0/25.

Mudah sekali ternyata kan! :)
Sekarang PhpMyAdmin saya hanya dapat diakses dari komputer-komputer yang memiliki IP address diatas.

Metode seperti apa yang akan anda pakai untuk mengamankan server database phpmyadmin? Jelas itu menjadi keputusan anda, saya sudah memberikan beberapa metode yang cukup untuk menjadi bahan pertimbangan anda.

Selamat mencoba,
Salam penguin! :)


Cara Membatasi Akses PhpMyAdmin Di Linux Berdasarkan IP Address

Hai! Wah, sudah cukup lama juga saya tidak memposting artikel di blog Tutorial Linux Ubuntu Berbahasa Indonesia ini ya. Seperti biasalah, karena keterbatasan waktu dan banyaknya aktifitas saya :D
Saya menulis di blog ini ketika memiliki waktu luang, dan mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk posting artikel baru. Tidak tau kenapa juga, pembahasan di artikel ini masih berhubungan dengan keamanan di server database. Sebelumnya saya juga menjelaskan topik yang sama di artikel ini :
Mungkin sebenarnya dari semua yang saya jelaskan di artikel-artikel tersebut tidak harus anda pakai semua meskipun saya setuju dengan pernyataan "semakin aman semakin baik, masa bodoh dengan kenyamanan". Di artikel ini saya ingin memberikan informasi tentang pengamanan server database atau server PhpMyAdmin dengan cara membatasi akses PhpMyAdmin berdasarkan IP Address.

Saya sudah menjelaskan cukup panjang lebar dipembahasan sebelumnya bahwa sangat riskan sekali membiarkan PhpMyAdmin terbuka untuk publik, meskipun tidak dipublikasikan tapi tetap saja opened for everyone :)

Akhirnya saya menemukan lagi cara yang menarik, yaitu membatasi akses phpmyadmin berdasarkan IP Address, dengan metode ini phpmyadmin tetap tertutup, dan hanya dibuka untuk orang-orang tertentu.

Hal pertama yang harus anda lakukan adalah membuat IP Address client anda static (kalau DB Admin berada di jaringan lokal), lakukan pengaturan ini di router DHCP anda. Jika anda memiliki relasi kerja diperusahaan lain anda akan memakai IP Public router WAN untuk identitas mereka.

Selanjutnya buka file "/etc/phpmyadmin/apache.conf", dan perhatikan pengaturan yang saya buat :

Alias /phpmyadmin /usr/share/phpmyadmin

<Directory /usr/share/phpmyadmin>
        Options FollowSymLinks
        DirectoryIndex index.php

        <IfModule mod_php5.c>
                AddType application/x-httpd-php .php

                php_flag magic_quotes_gpc Off
                php_flag track_vars On
                php_flag register_globals Off
                php_admin_flag allow_url_fopen Off
                php_value include_path .
                php_admin_value upload_tmp_dir /var/lib/phpmyadmin/tmp
                php_admin_value open_basedir /usr/share/phpmyadmin/:/etc/phpmyadmin/:/var/lib/phpmyadmin/
        </IfModule>
#rule berawal dari sini
deny from all
allow from 10.1.1.1 10.1.1.2 10.1.1.10 10.0.64.1
#rule berakhir sampai sini
</Directory>

Statement "deny from all" sudah jelas sekali akan menolak semua transaksi dari sumber manapun, lalu statement "alow from..." akan mengijinkan beberapa IP address untuk dapat mengaksesnya. Dan lihat daftar IP Address yang saya ijinkan untuk mengakses PhpMyAdmin. Pemisah mereka hanya spasi saja, tidak perlu koma atau apapun. Jika yang di allow adalah network tertentu cukup tambahkan network mereka seperti misalnya 10.1.1.0/25.

Mudah sekali ternyata kan! :)
Sekarang PhpMyAdmin saya hanya dapat diakses dari komputer-komputer yang memiliki IP address diatas.

Metode seperti apa yang akan anda pakai untuk mengamankan server database phpmyadmin? Jelas itu menjadi keputusan anda, saya sudah memberikan beberapa metode yang cukup untuk menjadi bahan pertimbangan anda.

Selamat mencoba,
Salam penguin! :)


Wednesday, November 13, 2013

Pear OS 8 - Fast, Free and Incredibly Easy to Use Linux Base OS

Pear Linux is a French Ubuntu-based desktop Linux distribution. Some of its features include ease-of-use, custom user interface with a Mac OS X-style dockbar, and out-of-the-box support for many popular multimedia codecs.

Fast
Pear OS 8 loads quickly on any computer, but it’s super-fast on newer machines. With no unnecessary programs or trial software to slow things down, you can boot up and open a browser in seconds.

Free
Pear Os is free to download and install it's on your desktop, laptop or tablet (tablet edition). Install it and choose from thousands of apps available in the Pear Software Center.

Beautiful
To use Pear OS 8 is to fall in love with it. The desktop environment is intuitive but powerful, so you can work quickly and accomplish all you can imagine. You’ll be captivated by its elegance.

Compatible & Complete
Pear OS 8 works brilliantly with a range of devices. Simply plug in your MP3 player, camera or printer and you’ll be up and running straightaway. No installation CDs. No fuss. And Pear OS 8 is compatible with Windows files too, so you can open, edit and share Microsoft Office documents stress-free (with LibreOffice).

Pear OS 8 comes with a set of pre-installed software, including MyPear 6, Clean My Pear 2 and more than 3,000 downloadable apps including Steam, the world’s most popular gaming platform.


Recommended Minimum System Requirements
  • 700 MHz processor (about Intel Celeron or better, 32 or 64 bit)
  • 512 MiB RAM (system memory)
  • 8 GB of hard-drive space (or USB stick, memory card or external drive but see LiveCD for an alternative approach)
  • VGA capable of 1024×768 screen resolution
  • Either a CD/DVD drive or a USB port for the installer media
  • Internet access is helpful
  • ATI (some may require the proprietary fglrx driver)
  • Intel (i915 or better, except GMA 500, aka “Poulsbo”)
  • NVidia (with their proprietary driver)
Download

Pear OS 8 - Fast, Free and Incredibly Easy to Use Linux Base OS

Pear Linux is a French Ubuntu-based desktop Linux distribution. Some of its features include ease-of-use, custom user interface with a Mac OS X-style dockbar, and out-of-the-box support for many popular multimedia codecs.

Fast
Pear OS 8 loads quickly on any computer, but it’s super-fast on newer machines. With no unnecessary programs or trial software to slow things down, you can boot up and open a browser in seconds.

Free
Pear Os is free to download and install it's on your desktop, laptop or tablet (tablet edition). Install it and choose from thousands of apps available in the Pear Software Center.

Beautiful
To use Pear OS 8 is to fall in love with it. The desktop environment is intuitive but powerful, so you can work quickly and accomplish all you can imagine. You’ll be captivated by its elegance.

Compatible & Complete
Pear OS 8 works brilliantly with a range of devices. Simply plug in your MP3 player, camera or printer and you’ll be up and running straightaway. No installation CDs. No fuss. And Pear OS 8 is compatible with Windows files too, so you can open, edit and share Microsoft Office documents stress-free (with LibreOffice).

Pear OS 8 comes with a set of pre-installed software, including MyPear 6, Clean My Pear 2 and more than 3,000 downloadable apps including Steam, the world’s most popular gaming platform.


Recommended Minimum System Requirements
  • 700 MHz processor (about Intel Celeron or better, 32 or 64 bit)
  • 512 MiB RAM (system memory)
  • 8 GB of hard-drive space (or USB stick, memory card or external drive but see LiveCD for an alternative approach)
  • VGA capable of 1024×768 screen resolution
  • Either a CD/DVD drive or a USB port for the installer media
  • Internet access is helpful
  • ATI (some may require the proprietary fglrx driver)
  • Intel (i915 or better, except GMA 500, aka “Poulsbo”)
  • NVidia (with their proprietary driver)
Download

Mengatasi Overheat dan Memperpanjang Nyala Baterai di Ubuntu 13.10


Selama hampir 2 tahun saya memakai Ubuntu, saya selalu mengalami masalah overheating yang cukup memusingkan di laptop saya. Sejak versi Ubuntu 11.04 sampai Ubuntu 13.04, suhu rata-rata laptop saya adalah 75 derajat dalam keadaan idle dan 85 derajat dalam keadaan aktif. Bahkan kalau saya main game atau menjalankan guest OS di Virtualbox, tidak jarang laptop saya tiba-tiba mati sendiri karena saking panasnya (menembus angka 90 derajat). Saya sudah memakai kipas fan tambahan dan juga sudah mencoba berbagai macam aplikasi dan tweak yang katanya bisa mengatasi masalah overheat ini, salah satunya adalah jupiter. Tapi hasilnya tetap nihil. Padahal dulu sewaktu saya masih memakai Ubuntu versi 10.10, laptop saya normal-normal saja dengan suhu rata-rata 45 derajat. Dengan kenyataan seperti itu tentunya letak kesalahannya bukanlah pada faktor hardware laptop saya, melainkan dari ketidakcocokan (entah kernel atau driver atau apapun) pada versi Ubuntu 11.04 keatas terhadap laptop saya.

Ketika Ubuntu 13.10 dirilis, saya pun kembali berharap agar laptop saya bisa dingin lagi seperti dulu. Tapi ternyata sama saja. Laptop saya tetap panas seperti biasa. Duh, kalau terus-terusan seperti ini kasihan laptop sayanya, bisa-bisa umurnya ga bakal lama lagi -_-

Saya pun coba googling kembali, hingga akhirnya saya menemukan artikel ini. Disalah satu bagian pada artikel tersebut dikatakan saya perlu menginstall aplikasi bernama TLP dimana aplikasi ini dapat berfungsi mengatasi overheat dan juga memperpanjang daya baterai. Jujur saya agak pesimis awalnya, karena cara ini terlihat sangat simpel dan mudah sekali. Cukup install dan tidak perlu mengkonfigurasi apa-apa. Sekilas tampak mirip seperti jupiter kan? Tinggal install dan run, tapi efeknya tidak ada. Maka saya berasumsi kemungkinan besar efek aplikasi ini pun sama dengan jupiter. Perasaan pesimis ini muncul bukannya mengada-ada, soalnya sebelumnya saya sudah pernah melakukan tweak-tweak yang jauh lebih ribet daripada trik ini. Akan tetapi hasilnya tidak ada. Yang susah saja gagal, apalagi yang mudah kan?

Akan tetapi semua perkiraan saya tersebut salah. Setelah saya coba install aplikasi ini, ternyata efeknya langsung terasa! 65 derajat dalam keadaan idle dan 75 derajat dalam keadaan aktif. Waaaah happening banget nih! Lumayan bisa turun 10 derajat kan. Alangkah senangnya hati saya :D. Setelah sekian lama gitu lho! Akhirnya penderitaan ini berakhir juga. 

Nah, bagi kalian yang ingin mencoba juga trik ini, silahkan langsung eksekusi perintah berikut satu persatu di terminal :

$ sudo add-apt-repository ppa:linrunner/tlp
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install tlp tlp-rdw
$ sudo tlp start


Setelah terinstall, restartlah komputer kalian. Tidak perlu melakukan konfigurasi apa-apa kok. Tinggal nikmati saja hasilnya. :D

Trik ini sudah saya coba sendiri pada mesin dengan spesifikasi sebagai berikut :

Laptop : HP G42-360TX
OS : Ubuntu 13.10
VGA : Ati Radeon HD5470


Tidak tertutup kemungkinan untuk dapat dilakukan di komputer dan versi OS dengan spesifikasi yang berbeda.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Mengatasi Overheat dan Memperpanjang Nyala Baterai di Ubuntu 13.10


Selama hampir 2 tahun saya memakai Ubuntu, saya selalu mengalami masalah overheating yang cukup memusingkan di laptop saya. Sejak versi Ubuntu 11.04 sampai Ubuntu 13.04, suhu rata-rata laptop saya adalah 75 derajat dalam keadaan idle dan 85 derajat dalam keadaan aktif. Bahkan kalau saya main game atau menjalankan guest OS di Virtualbox, tidak jarang laptop saya tiba-tiba mati sendiri karena saking panasnya (menembus angka 90 derajat). Saya sudah memakai kipas fan tambahan dan juga sudah mencoba berbagai macam aplikasi dan tweak yang katanya bisa mengatasi masalah overheat ini, salah satunya adalah jupiter. Tapi hasilnya tetap nihil. Padahal dulu sewaktu saya masih memakai Ubuntu versi 10.10, laptop saya normal-normal saja dengan suhu rata-rata 45 derajat. Dengan kenyataan seperti itu tentunya letak kesalahannya bukanlah pada faktor hardware laptop saya, melainkan dari ketidakcocokan (entah kernel atau driver atau apapun) pada versi Ubuntu 11.04 keatas terhadap laptop saya.

Ketika Ubuntu 13.10 dirilis, saya pun kembali berharap agar laptop saya bisa dingin lagi seperti dulu. Tapi ternyata sama saja. Laptop saya tetap panas seperti biasa. Duh, kalau terus-terusan seperti ini kasihan laptop sayanya, bisa-bisa umurnya ga bakal lama lagi -_-

Saya pun coba googling kembali, hingga akhirnya saya menemukan artikel ini. Disalah satu bagian pada artikel tersebut dikatakan saya perlu menginstall aplikasi bernama TLP dimana aplikasi ini dapat berfungsi mengatasi overheat dan juga memperpanjang daya baterai. Jujur saya agak pesimis awalnya, karena cara ini terlihat sangat simpel dan mudah sekali. Cukup install dan tidak perlu mengkonfigurasi apa-apa. Sekilas tampak mirip seperti jupiter kan? Tinggal install dan run, tapi efeknya tidak ada. Maka saya berasumsi kemungkinan besar efek aplikasi ini pun sama dengan jupiter. Perasaan pesimis ini muncul bukannya mengada-ada, soalnya sebelumnya saya sudah pernah melakukan tweak-tweak yang jauh lebih ribet daripada trik ini. Akan tetapi hasilnya tidak ada. Yang susah saja gagal, apalagi yang mudah kan?

Akan tetapi semua perkiraan saya tersebut salah. Setelah saya coba install aplikasi ini, ternyata efeknya langsung terasa! 65 derajat dalam keadaan idle dan 75 derajat dalam keadaan aktif. Waaaah happening banget nih! Lumayan bisa turun 10 derajat kan. Alangkah senangnya hati saya :D. Setelah sekian lama gitu lho! Akhirnya penderitaan ini berakhir juga. 

Nah, bagi kalian yang ingin mencoba juga trik ini, silahkan langsung eksekusi perintah berikut satu persatu di terminal :

$ sudo add-apt-repository ppa:linrunner/tlp
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install tlp tlp-rdw
$ sudo tlp start


Setelah terinstall, restartlah komputer kalian. Tidak perlu melakukan konfigurasi apa-apa kok. Tinggal nikmati saja hasilnya. :D

Trik ini sudah saya coba sendiri pada mesin dengan spesifikasi sebagai berikut :

Laptop : HP G42-360TX
OS : Ubuntu 13.10
VGA : Ati Radeon HD5470


Tidak tertutup kemungkinan untuk dapat dilakukan di komputer dan versi OS dengan spesifikasi yang berbeda.

Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Sunday, November 10, 2013

Yuk Install Pulse Audio Equalizer

Equalizer adalah suatau alat yang digunakan untuk mengatur tone yang diumpankan kepada amplifier. Dalam dunia komputer, equalizer ini bisa berupa software/aplikasi yang didesain untuk memiliki fungsi-fungsi yang sama dengan equalizer sesungguhnya.

Dengan ubuntu kita bisa memanfaatkan equalizer ini misalnya untuk mendapatkan suara dari media player sesuai dengan yang kita inginkan. Seperti kita ketahui bahwa tidak semua media player memiliki built-in equalizer, Totem misalnya.

Adalah Pulse Audio Equalizer, sebuah aplikasi Equalizer yang bisa kita gunakan di sistem linux kita.

Untuk menginstall Pulse Audio Equalizer di ubuntu, gunakan perintah berikut di terminal :

sudo add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8
sudo apt-get update
sudo apt-get install pulseaudio-equalizer


Tunggu sampai seluruh prosesnya selesai, lama waktunya tergantung kualitas koneksi internet kita.

Setelah selesai, kita bisa menjalankannya dengan mengetikkan Equalizer di dash ubuntu.

Lakukan sedikit pengaturan secara manual ataupun dengan memiliki preset (ada sekitar 19 preset) yang telah ada, kemudian dan aktivkan equalizer dengan mengklik checklist EQ Enabled ini supaya berjalan/berfungsi (Enable). Ketika ingin mematikannya maka lakukan langkah tadi, dengan menghilangkan tanda checked-nya.

Yuk Install Pulse Audio Equalizer

Equalizer adalah suatau alat yang digunakan untuk mengatur tone yang diumpankan kepada amplifier. Dalam dunia komputer, equalizer ini bisa berupa software/aplikasi yang didesain untuk memiliki fungsi-fungsi yang sama dengan equalizer sesungguhnya.

Dengan ubuntu kita bisa memanfaatkan equalizer ini misalnya untuk mendapatkan suara dari media player sesuai dengan yang kita inginkan. Seperti kita ketahui bahwa tidak semua media player memiliki built-in equalizer, Totem misalnya.

Adalah Pulse Audio Equalizer, sebuah aplikasi Equalizer yang bisa kita gunakan di sistem linux kita.

Untuk menginstall Pulse Audio Equalizer di ubuntu, gunakan perintah berikut di terminal :

sudo add-apt-repository ppa:nilarimogard/webupd8
sudo apt-get update
sudo apt-get install pulseaudio-equalizer


Tunggu sampai seluruh prosesnya selesai, lama waktunya tergantung kualitas koneksi internet kita.

Setelah selesai, kita bisa menjalankannya dengan mengetikkan Equalizer di dash ubuntu.

Lakukan sedikit pengaturan secara manual ataupun dengan memiliki preset (ada sekitar 19 preset) yang telah ada, kemudian dan aktivkan equalizer dengan mengklik checklist EQ Enabled ini supaya berjalan/berfungsi (Enable). Ketika ingin mematikannya maka lakukan langkah tadi, dengan menghilangkan tanda checked-nya.

Mengaktifkan Tab Completion Ubuntu 13.10

Saya sudah beberapa kali menulis artikel mengenai tab completion di blog ini. Rata-rata caranya hampir sama walaupun berbeda versi OS. Tapi untuk Ubuntu 13.10, cara mengaktifkan tab completion ini agak sedikit berbeda. Karena tidak seperti biasanya, disini ada dua file yang perlu diedit. Yuk, langsung kita praktekkan saja.

1. Buka terminal, lalu edit file /etc/bash.bashrc :

$ sudo gedit /etc/bash.bashrc

Tekan ctrl + F lalu cari kata kunci completion sehingga kalian menemukan baris semacam ini : # enable bash completion in interactive shells. Tepat dibawah baris tersebut, kalian hapus tanda pagar yang ada di depan baris if ! shopt -oq posix; then sampai baris fi.


Simpan dan tutuplah file tersebut.

2. Edit juga file ~/.bashrc dengan mengeksekusi perintah ini :

$ sudo gedit ~/.bashrc

Pada baris paling bawah file tersebut, kalian tambahkan script berikut ini :

if [ "$TERM" != "dumb" ]; then
complete -W "$(echo `cat ~/.ssh/known_hosts | cut -f 1 -d ' ' | sed -e s/,.*//g | uniq | grep -v "\["`;)" ssh
complete -W "$PATH" sudo
complete -cf sudo
fi



Simpan dan tutuplah file tersebut.

3. Sekarang coba kalian tes saja, seharusnya fitur tab completion ini sudah aktif.

Semoga bermanfaat :)

Mengaktifkan Tab Completion Ubuntu 13.10

Saya sudah beberapa kali menulis artikel mengenai tab completion di blog ini. Rata-rata caranya hampir sama walaupun berbeda versi OS. Tapi untuk Ubuntu 13.10, cara mengaktifkan tab completion ini agak sedikit berbeda. Karena tidak seperti biasanya, disini ada dua file yang perlu diedit. Yuk, langsung kita praktekkan saja.

1. Buka terminal, lalu edit file /etc/bash.bashrc :

$ sudo gedit /etc/bash.bashrc

Tekan ctrl + F lalu cari kata kunci completion sehingga kalian menemukan baris semacam ini : # enable bash completion in interactive shells. Tepat dibawah baris tersebut, kalian hapus tanda pagar yang ada di depan baris if ! shopt -oq posix; then sampai baris fi.


Simpan dan tutuplah file tersebut.

2. Edit juga file ~/.bashrc dengan mengeksekusi perintah ini :

$ sudo gedit ~/.bashrc

Pada baris paling bawah file tersebut, kalian tambahkan script berikut ini :

if [ "$TERM" != "dumb" ]; then
complete -W "$(echo `cat ~/.ssh/known_hosts | cut -f 1 -d ' ' | sed -e s/,.*//g | uniq | grep -v "\["`;)" ssh
complete -W "$PATH" sudo
complete -cf sudo
fi



Simpan dan tutuplah file tersebut.

3. Sekarang coba kalian tes saja, seharusnya fitur tab completion ini sudah aktif.

Semoga bermanfaat :)

Saturday, November 9, 2013

Install Virtualbox 4.3 di Ubuntu 13.10

Virtualbox versi 4.3 sudah dirilis bulan lalu dengan berbagai macam fitur baru yang keren. Salah satunya adalah fitur untuk dapat merekam (screencapture) layar guest OS yang kalian jalankan. Sehingga kalian tidak perlu lagi menggunakan aplikasi tambahan semacam kazam atau xvidcap untuk merekam layar virtualbox kalian.

Berikut adalah beberapa fitur baru/tambahan pada Virtualbox 4.3 :

- Ditambahkannya fitur emulasi SCSI CD-ROM, termasuk boot support;
- sudah didukung IPv6;
- fitur live snapshot sudah berjalan lagi;
- peningkatan akselerasi 3D untuk Ubuntu dan Fedora;
- sudah support Windows 8.1, Windows Server 2012 R2 dan Mac OS X 10.9;
- dll.

Untuk menginstall Virtualbox 4.3 di Ubuntu 13.10 tinggal kalian jalankan saja perintah-perintah berikut satu persatu pada terminal :

1. Jika kalian sebelumnya sudah pernah install Virtualbox 4.2 :

$ echo "deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list
$ wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | sudo apt-key add -
$ sudo apt-get update
$ killall VBoxSVC VBoxXPCOMIPCD
$ sudo apt-get remove virtualbox-4.2
$ sudo apt-get install virtualbox-4.3
$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.0/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack -O /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack
$ sudo VBoxManage extpack install --replace /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack


2. Jika kalian belum pernah sama sekali menginstall Virtualbox :

$ echo "deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list
$ wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | sudo apt-key add -
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install virtualbox-4.3
$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.0/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack -O /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack
$ sudo VBoxManage extpack install /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack



Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Install Virtualbox 4.3 di Ubuntu 13.10

Virtualbox versi 4.3 sudah dirilis bulan lalu dengan berbagai macam fitur baru yang keren. Salah satunya adalah fitur untuk dapat merekam (screencapture) layar guest OS yang kalian jalankan. Sehingga kalian tidak perlu lagi menggunakan aplikasi tambahan semacam kazam atau xvidcap untuk merekam layar virtualbox kalian.

Berikut adalah beberapa fitur baru/tambahan pada Virtualbox 4.3 :

- Ditambahkannya fitur emulasi SCSI CD-ROM, termasuk boot support;
- sudah didukung IPv6;
- fitur live snapshot sudah berjalan lagi;
- peningkatan akselerasi 3D untuk Ubuntu dan Fedora;
- sudah support Windows 8.1, Windows Server 2012 R2 dan Mac OS X 10.9;
- dll.

Untuk menginstall Virtualbox 4.3 di Ubuntu 13.10 tinggal kalian jalankan saja perintah-perintah berikut satu persatu pada terminal :

1. Jika kalian sebelumnya sudah pernah install Virtualbox 4.2 :

$ echo "deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list
$ wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | sudo apt-key add -
$ sudo apt-get update
$ killall VBoxSVC VBoxXPCOMIPCD
$ sudo apt-get remove virtualbox-4.2
$ sudo apt-get install virtualbox-4.3
$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.0/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack -O /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack
$ sudo VBoxManage extpack install --replace /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack


2. Jika kalian belum pernah sama sekali menginstall Virtualbox :

$ echo "deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian $(lsb_release -sc) contrib" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/virtualbox.list
$ wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | sudo apt-key add -
$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install virtualbox-4.3
$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.0/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack -O /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack
$ sudo VBoxManage extpack install /tmp/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.0-89960.vbox-extpack



Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Alpine Linux, Small, Simple, Secure

Alpine Linux is a community developed operating system designed for x86 routers, firewalls, VPNs, VoIP boxes and servers. It was designed with security in mind, it has proactive security features like PaX and SSP that prevent security holes in the software to be exploited.

The C library used is uClibc and the base tools are all in BusyBox. Those are normally found in embedded systems and are smaller than the tools found in GNU/Linux systems.

"Alpine" originally stood for A Linux Powered Integrated Network Engine. The idea was that the distribution would be focused on networking, and be a tiny "engine" or framework, which larger systems could be built upon.

Today, "Alpine" is nothing more than a name, despite continuing to live up to its original name. As an example, here are a few of Alpine's achievements and real-world uses:
  • The first open-source implementation of Cisco's DMVPN, called OpenNHRP, was written for Alpine Linux.
  • In addition to its use as a firewall or router system, Alpine Linux is also used in a number of installations as the basis for enterprise servers, running such software as PostgreSQL, Postfix, Asterisk, Kamailio, and being used for iSCSI SANs. It is the little engine that could.
Why Should I Try It?
  • It's easy to install: You can boot it from a USB stick and have a fully configured system in less than 10 minutes.
  • It's simple: The package management and init system is a breeze to use.
  • It's more secure: When The Linux 0-day vmsplice vulnerability was causing admins everywhere to upgrade their kernels post-haste, Alpine Linux systems were basically impervious. Yes, the code crashed the application, but the PaX protection prevented system compromise. The value of PaX and SSP has been proven on more than one occasion.
  • It's small: The traditional GNU/Linux base system is over 100MB in size (excluding the kernel), while the base system in Alpine Linux is only 4-5MB in size (excluding the kernel).
  • It has the Alpine Configuration Framework (ACF): While optional, ACF is a powerful web application used to configure an Alpine Linux device. (Screenshots)
  • It's great for experimenting: Since the system configuration can be backed up to a single file, you will be able to test configurations before deploying them to production systems. (See Alpine Local Backup.)
  • It supports Linux-VServer: Similar to FreeBSD Jails, it allows you to run virtual servers.
Download Alpine Linux

Alpine Linux, Small, Simple, Secure

Alpine Linux is a community developed operating system designed for x86 routers, firewalls, VPNs, VoIP boxes and servers. It was designed with security in mind, it has proactive security features like PaX and SSP that prevent security holes in the software to be exploited.

The C library used is uClibc and the base tools are all in BusyBox. Those are normally found in embedded systems and are smaller than the tools found in GNU/Linux systems.

"Alpine" originally stood for A Linux Powered Integrated Network Engine. The idea was that the distribution would be focused on networking, and be a tiny "engine" or framework, which larger systems could be built upon.

Today, "Alpine" is nothing more than a name, despite continuing to live up to its original name. As an example, here are a few of Alpine's achievements and real-world uses:
  • The first open-source implementation of Cisco's DMVPN, called OpenNHRP, was written for Alpine Linux.
  • In addition to its use as a firewall or router system, Alpine Linux is also used in a number of installations as the basis for enterprise servers, running such software as PostgreSQL, Postfix, Asterisk, Kamailio, and being used for iSCSI SANs. It is the little engine that could.
Why Should I Try It?
  • It's easy to install: You can boot it from a USB stick and have a fully configured system in less than 10 minutes.
  • It's simple: The package management and init system is a breeze to use.
  • It's more secure: When The Linux 0-day vmsplice vulnerability was causing admins everywhere to upgrade their kernels post-haste, Alpine Linux systems were basically impervious. Yes, the code crashed the application, but the PaX protection prevented system compromise. The value of PaX and SSP has been proven on more than one occasion.
  • It's small: The traditional GNU/Linux base system is over 100MB in size (excluding the kernel), while the base system in Alpine Linux is only 4-5MB in size (excluding the kernel).
  • It has the Alpine Configuration Framework (ACF): While optional, ACF is a powerful web application used to configure an Alpine Linux device. (Screenshots)
  • It's great for experimenting: Since the system configuration can be backed up to a single file, you will be able to test configurations before deploying them to production systems. (See Alpine Local Backup.)
  • It supports Linux-VServer: Similar to FreeBSD Jails, it allows you to run virtual servers.
Download Alpine Linux

Friday, November 8, 2013

Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Oleh Seorang System Administrator

Seorang system administrator mempunyai tanggung jawab yang cukup besar didalam sebuah perusahaan, semua data yang berkaitan dengan perusahaan tersebut menjadi tanggung jawab yang harus benar-benar dijaga oleh seorang system administrator. Dalam pengelolaan data-data tersebut mereka harus mengamankannya dari dari kerusakan file, kehilangan file, atau kerusakan yang disebabkan oleh pihak luar. Tidak ada orang yang langsung menguasai sesuatu secara langsung dan instant, semuanya akan menjalani proses-proses yang cukup panjang, jadi jika anda adalah seorang system administrator yang baru saja menginjakkan kaki dibidang infrastruktur sistem, jangan pernah berkecil hati atau minder karena anda seorang pemula. Percayalah, waktu akan membawa anda pada pengalaman yang luar biasa jika anda bisa memanfaatkannya. Dengan dibuatnya tulisan ini, mungkin akan menambahkan wawasan anda mengenai tugas-tugas penting yang harus dilakukan oleh seorang system administrator.

[ Monitoring Performance Server ]
Jangan perdulikan anda berada di instansi yang kecil, sedang, atau besar. Hal ini tetap harus diperhatikan, jangan sampai tidak! Karena jika performance server kita tidak stabil, maka dalam hitungan detik saja anda dapat memberikan kerugian pada perusahaan. Dan ketika user meng-complain kita, rasanya tidak enak didengar. Jadi monitoring performance server itu harus selalu pantau, Malah kalau bisa saya sarankan anda selalu mobile. Buatlah tool kecil yang bisa mengintegrasikan server-server dengan gadget anda. Mengingat perkembangan gadget yang semakin canggih belakangan ini, rasanya hal itu sudah sangat memungkinkan, tidak perlu yang bagus-bagus, buat saja yang sederhana. Asalkan SNMP server dapat berfungsi baik ketika salah satu server mengalami penurunan performance atau down. Jika anda bukan seorang developer dan malas seperti saya, anda juga bisa menggunakan monitoring tools yang sudah ada seperti misalnya Zenoss, openNMS, The Dude, Observium, atau yang lainnya. Dan jangan lupa untuk menginstall service sendmail didalam server monitoring anda, ini cukup membantu ketika server anda mengalami penurunan performance atau bahkan down, maka fitur-fitur pada tools tadi akan mengirimkan email kepada anda secara langsung. Biasanya error alert pada server ada tingkatannya, dari warning sampai critical warning. Jangan sampai anda mendapatkan notifikasi critical warning karena berarti kondisinya benar-benar gawat. Dengan tools tadi anda bukan hanya bisa memonitoring server tetapi juga perangkat-perangkat jaringan yang aktif seperti switch, router, dan access point. Tapi itu juga jika memang perangkat-perangkat tersebut mempunyai fitur SNMP.

[ Backup Data ]
Jangan besar kepala hanya karena anda handal mengendalikan performance server, baik itu dari segi pengaturan performance ataupun pengelolaan data, backup data tetap harus ada! Kita bahkan tidak tau apa yang akan terjadi dalam satu detik kemudian, jadi lebih baik mencegah daripada mengatasi. Dalam melakukan backup data sebaiknya dilakukan dalam beberapa metode sekaligus. Buatlah jadwal backup otomatis dengan tujuan yang berbeda. Saya pribadi membackup data-data server setiap hari, dari backup-backup harian tadi saya akan mem-burning setiap minggu. Boros memang, tapi rasanya worth it lah. Selain itu, buatlah sebuah server backup DRC (Disaster Recovery Center). Seperti yang tadi saya katakan, kita tidak tau apa yang akan terjadi satu detik kemudian, bencana alam atau kebakaran mungkin saja terjadi dan merobohkan gedung kantor anda. Dan saat itu terjadi, kita memiliki backup ditempat lain. Ya! DRC tidak boleh berada didalam gedung yang sama dengan gedung kantor kita, dikhawatirkan karena jika terjadi kehancuran pada gedung kantor utama dan mengakibatkan server kita rusak berat, maka kita mempunyai backup data secara utuh ditempat lain.

[ Keamanan. Jangan Membuka Port Yang Tidak Dipakai Oleh Aplikasi ]
Bicara mengenai kemanan tentunya kita tau akan bermain dengan firewall. Cara memasang firewall di server itu ada beberapa metode, anda bisa memakai metode drop all allow some atau allow all drop some. Sebelumnya saya pernah menjelaskan mengenai firewall secara detail di artikel ini, silahkan disimak jika anda belum pernah membacanya. Menurut saya pribadi membuka terlalu banyak port server itu adalah riskan. Sangat rentan sekali oleh serangan hacker. Jaringan itu luas, ada banyak watak yang bermacam-macam di setiap user nya. Tentu saja kita tidak menginginkan server-server kita kesurupan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya pribadi hanya membuka port-port yang memang dipakai oleh aplikasi, jika tidak untuk apa saya buka? Akses ssh pun saya rubah, saya segan membiarkan port ssh menggunakan port default. Jika server anda memakai system operasi linux, cara mengganti port ssh di linux juga sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya. Dan juga, saya tidak membiarkan siapapun masuk selain orang-orang dengan IP address tertentu yang sudah saya patenkan dengan mac address nya di router.

Saya rasa masih banyak hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang system administrator, tulisan kecil ini hanya gambaran secara global saja. Mungkin dilain kesempatan saya akan jelaskan lebih mendetail lagi. Semoga dapat menambah wawasan kepada anda.

Semoga bermanfaat,
Salam penguin! :)



Hal-Hal Yang Harus Dilakukan Oleh Seorang System Administrator

Seorang system administrator mempunyai tanggung jawab yang cukup besar didalam sebuah perusahaan, semua data yang berkaitan dengan perusahaan tersebut menjadi tanggung jawab yang harus benar-benar dijaga oleh seorang system administrator. Dalam pengelolaan data-data tersebut mereka harus mengamankannya dari dari kerusakan file, kehilangan file, atau kerusakan yang disebabkan oleh pihak luar. Tidak ada orang yang langsung menguasai sesuatu secara langsung dan instant, semuanya akan menjalani proses-proses yang cukup panjang, jadi jika anda adalah seorang system administrator yang baru saja menginjakkan kaki dibidang infrastruktur sistem, jangan pernah berkecil hati atau minder karena anda seorang pemula. Percayalah, waktu akan membawa anda pada pengalaman yang luar biasa jika anda bisa memanfaatkannya. Dengan dibuatnya tulisan ini, mungkin akan menambahkan wawasan anda mengenai tugas-tugas penting yang harus dilakukan oleh seorang system administrator.

[ Monitoring Performance Server ]
Jangan perdulikan anda berada di instansi yang kecil, sedang, atau besar. Hal ini tetap harus diperhatikan, jangan sampai tidak! Karena jika performance server kita tidak stabil, maka dalam hitungan detik saja anda dapat memberikan kerugian pada perusahaan. Dan ketika user meng-complain kita, rasanya tidak enak didengar. Jadi monitoring performance server itu harus selalu pantau, Malah kalau bisa saya sarankan anda selalu mobile. Buatlah tool kecil yang bisa mengintegrasikan server-server dengan gadget anda. Mengingat perkembangan gadget yang semakin canggih belakangan ini, rasanya hal itu sudah sangat memungkinkan, tidak perlu yang bagus-bagus, buat saja yang sederhana. Asalkan SNMP server dapat berfungsi baik ketika salah satu server mengalami penurunan performance atau down. Jika anda bukan seorang developer dan malas seperti saya, anda juga bisa menggunakan monitoring tools yang sudah ada seperti misalnya Zenoss, openNMS, The Dude, Observium, atau yang lainnya. Dan jangan lupa untuk menginstall service sendmail didalam server monitoring anda, ini cukup membantu ketika server anda mengalami penurunan performance atau bahkan down, maka fitur-fitur pada tools tadi akan mengirimkan email kepada anda secara langsung. Biasanya error alert pada server ada tingkatannya, dari warning sampai critical warning. Jangan sampai anda mendapatkan notifikasi critical warning karena berarti kondisinya benar-benar gawat. Dengan tools tadi anda bukan hanya bisa memonitoring server tetapi juga perangkat-perangkat jaringan yang aktif seperti switch, router, dan access point. Tapi itu juga jika memang perangkat-perangkat tersebut mempunyai fitur SNMP.

[ Backup Data ]
Jangan besar kepala hanya karena anda handal mengendalikan performance server, baik itu dari segi pengaturan performance ataupun pengelolaan data, backup data tetap harus ada! Kita bahkan tidak tau apa yang akan terjadi dalam satu detik kemudian, jadi lebih baik mencegah daripada mengatasi. Dalam melakukan backup data sebaiknya dilakukan dalam beberapa metode sekaligus. Buatlah jadwal backup otomatis dengan tujuan yang berbeda. Saya pribadi membackup data-data server setiap hari, dari backup-backup harian tadi saya akan mem-burning setiap minggu. Boros memang, tapi rasanya worth it lah. Selain itu, buatlah sebuah server backup DRC (Disaster Recovery Center). Seperti yang tadi saya katakan, kita tidak tau apa yang akan terjadi satu detik kemudian, bencana alam atau kebakaran mungkin saja terjadi dan merobohkan gedung kantor anda. Dan saat itu terjadi, kita memiliki backup ditempat lain. Ya! DRC tidak boleh berada didalam gedung yang sama dengan gedung kantor kita, dikhawatirkan karena jika terjadi kehancuran pada gedung kantor utama dan mengakibatkan server kita rusak berat, maka kita mempunyai backup data secara utuh ditempat lain.

[ Keamanan. Jangan Membuka Port Yang Tidak Dipakai Oleh Aplikasi ]
Bicara mengenai kemanan tentunya kita tau akan bermain dengan firewall. Cara memasang firewall di server itu ada beberapa metode, anda bisa memakai metode drop all allow some atau allow all drop some. Sebelumnya saya pernah menjelaskan mengenai firewall secara detail di artikel ini, silahkan disimak jika anda belum pernah membacanya. Menurut saya pribadi membuka terlalu banyak port server itu adalah riskan. Sangat rentan sekali oleh serangan hacker. Jaringan itu luas, ada banyak watak yang bermacam-macam di setiap user nya. Tentu saja kita tidak menginginkan server-server kita kesurupan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saya pribadi hanya membuka port-port yang memang dipakai oleh aplikasi, jika tidak untuk apa saya buka? Akses ssh pun saya rubah, saya segan membiarkan port ssh menggunakan port default. Jika server anda memakai system operasi linux, cara mengganti port ssh di linux juga sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya. Dan juga, saya tidak membiarkan siapapun masuk selain orang-orang dengan IP address tertentu yang sudah saya patenkan dengan mac address nya di router.

Saya rasa masih banyak hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang system administrator, tulisan kecil ini hanya gambaran secara global saja. Mungkin dilain kesempatan saya akan jelaskan lebih mendetail lagi. Semoga dapat menambah wawasan kepada anda.

Semoga bermanfaat,
Salam penguin! :)