Monday, November 17, 2014

Cara Menambahkan Guest OS Baru di Proxmox VE 3.0

Ini merupakan kelanjutan dari artikel kemarin yang membahas mengenai langkah-langkah instalasi Proxmox VE 3.0.

Setelah kalian berhasil menginstall Proxmox di server, selanjutnya tentu kalian harus membuat server-server Guest baru di dalamnya. Karena sebenarnya server Guest inilah yang akan kalian gunakan sebagai "the real" server nantinya. Misalnya kalian ingin membuat 3 buah server Guest yang masing-masing berperan sebagai Mail Server, Active Directory, dan Webserver, dan seterusnya.

Disini saya akan memberikan contoh bagaimana cara membuat sebuah server Guest baru. Server ini nantinya akan saya isi dengan OS Ubuntu Server 12.04 LTS.

1. Loginlah sebagai user root di control panel Proxmox kemudian klik tombol Create VM di pojok kanan atas halaman control panel.


2. Isi pada kolom Name dengan hostname server baru yang ingin dibuat. Pada bagian lainnya tidak perlu diubah.


3. Karena Ubuntu 12.04 sudah menggunakan kernel 3.xx maka saya disini memilih Linux 3.xx sebagai tipe OSnya.


4. Untuk CD Installer yang akan kita gunakan untuk menginstall OS baru ini, kita masukkan saja ke CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Jadi si server guest ini akan membaca CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Pilih Use Physical CD/DVD Drive.


5. Pada bagian Harddisk tidak ada yang perlu dirubah kecuali saya memilih SATA pada tipe harddisk dan angka 1 pada jumlah harddisk. Jika kalian ingin mengcustom sendiri konfigurasi harddisk kalian, bebas-bebas saja. Selanjutnya tinggal klik Next.


6. Untuk CPU tidak ada yang perlu diubah kecuali kalian ingin mengcustomnya sendiri (seperti jumlah core, dll).


7. Selanjutnya adalah konfigurasi RAM. Kalian bisa memilih metode pengalokasian memori secara tetap atau dinamis. Disini saya memilih metode tetap dengan besarnya memori 512MB.


8. Terakhir pastikan bahwa konfigurasi jaringan kalian adalah mode bridge ke interface vmbr0. Ini bertujuan agar si server guest bisa juga berhubungan dengan jaringan nyata si server proxmox.


9. Selanjutnya akan tampil review dari seluruh konfigurasi yang telah kalian buat. Klik Finish.


10. Untuk menjalankan si server guest, kalian tinggal klik kanan > Start pada menu server guest yang telah muncul.


Pastikan bahwa muncul pesan status OK pada bagian bawah halaman proxmox.



Catatan : Jika terjadi error : No accelerator found! pada saat menjalankan server guest, maka kalian perlu mendisable fitur KVM hardware virtualization dengan cara mengklik 2 kali pada menu server guest, lalu pada tab option kalian klik dua kali lagi menu KVM hardware virtualization. Hilangkan centangnya.


11. Untuk melihat tampilan dari server guest yang telah kalian jalankan, kalian bisa mengklik kanan > Console pada menu server guest yang sudah dibuat. Selanjutnya kalian tinggal menginstall si server guest seperti instalasi Ubuntu Server pada komputer asli pada umumnya.



Catatan : Untuk melihat tampilan melalui console, pastikan bahwa browser yang kalian pakai sudah mempunyai plugin java player. Kalian bisa install terlebih dahulu plugin tersebut. Untuk Ubuntu, kalian bisa melihat artikel saya yang ini :  Install Java Plugin di Firefox Ubuntu

Semoga bermanfaat :)

Cara Menambahkan Guest OS Baru di Proxmox VE 3.0

Ini merupakan kelanjutan dari artikel kemarin yang membahas mengenai langkah-langkah instalasi Proxmox VE 3.0.

Setelah kalian berhasil menginstall Proxmox di server, selanjutnya tentu kalian harus membuat server-server Guest baru di dalamnya. Karena sebenarnya server Guest inilah yang akan kalian gunakan sebagai "the real" server nantinya. Misalnya kalian ingin membuat 3 buah server Guest yang masing-masing berperan sebagai Mail Server, Active Directory, dan Webserver, dan seterusnya.

Disini saya akan memberikan contoh bagaimana cara membuat sebuah server Guest baru. Server ini nantinya akan saya isi dengan OS Ubuntu Server 12.04 LTS.

1. Loginlah sebagai user root di control panel Proxmox kemudian klik tombol Create VM di pojok kanan atas halaman control panel.


2. Isi pada kolom Name dengan hostname server baru yang ingin dibuat. Pada bagian lainnya tidak perlu diubah.


3. Karena Ubuntu 12.04 sudah menggunakan kernel 3.xx maka saya disini memilih Linux 3.xx sebagai tipe OSnya.


4. Untuk CD Installer yang akan kita gunakan untuk menginstall OS baru ini, kita masukkan saja ke CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Jadi si server guest ini akan membaca CD/DVD ROM asli dari server Proxmox kita. Pilih Use Physical CD/DVD Drive.


5. Pada bagian Harddisk tidak ada yang perlu dirubah kecuali saya memilih SATA pada tipe harddisk dan angka 1 pada jumlah harddisk. Jika kalian ingin mengcustom sendiri konfigurasi harddisk kalian, bebas-bebas saja. Selanjutnya tinggal klik Next.


6. Untuk CPU tidak ada yang perlu diubah kecuali kalian ingin mengcustomnya sendiri (seperti jumlah core, dll).


7. Selanjutnya adalah konfigurasi RAM. Kalian bisa memilih metode pengalokasian memori secara tetap atau dinamis. Disini saya memilih metode tetap dengan besarnya memori 512MB.


8. Terakhir pastikan bahwa konfigurasi jaringan kalian adalah mode bridge ke interface vmbr0. Ini bertujuan agar si server guest bisa juga berhubungan dengan jaringan nyata si server proxmox.


9. Selanjutnya akan tampil review dari seluruh konfigurasi yang telah kalian buat. Klik Finish.


10. Untuk menjalankan si server guest, kalian tinggal klik kanan > Start pada menu server guest yang telah muncul.


Pastikan bahwa muncul pesan status OK pada bagian bawah halaman proxmox.



Catatan : Jika terjadi error : No accelerator found! pada saat menjalankan server guest, maka kalian perlu mendisable fitur KVM hardware virtualization dengan cara mengklik 2 kali pada menu server guest, lalu pada tab option kalian klik dua kali lagi menu KVM hardware virtualization. Hilangkan centangnya.


11. Untuk melihat tampilan dari server guest yang telah kalian jalankan, kalian bisa mengklik kanan > Console pada menu server guest yang sudah dibuat. Selanjutnya kalian tinggal menginstall si server guest seperti instalasi Ubuntu Server pada komputer asli pada umumnya.



Catatan : Untuk melihat tampilan melalui console, pastikan bahwa browser yang kalian pakai sudah mempunyai plugin java player. Kalian bisa install terlebih dahulu plugin tersebut. Untuk Ubuntu, kalian bisa melihat artikel saya yang ini :  Install Java Plugin di Firefox Ubuntu

Semoga bermanfaat :)

Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude

Memantau dan memonitor jaringan mikrotik dan perangkat lainnya yang saling terhubung dapat dilakukan dengan mudah menggunakan aplikasi yang bernama The Dude. The Dude adalah aplikasi buatan Mikrotik yang berfungsi untuk memonitor jaringan komputer dengan simple dan mudah. 

The Dude dapat melakukan scanning otomatis pada semua perangkat yang terhubung pada subnet jaringan tertentu. Hasil scanning nya berupa gambar peta konfigurasi jaringan yang muncul secara otomatis. Peta konfigurasi jaringan ini akan menggambarkan kondisi jaringan apakah sedang up/down. 

Selain itu the dude juga dapat menampilkan transfer rate antar perangkat di jaringan, jadi kita dapat memantau traffic yang berjalan di jaringan kita secara realtime dengan mudah. Yang lebih istimewa lagi, the dude bisa digunakan pada perangkat selain Mikrotik. 

The Dude dapat mengidentifikasi secara otomatis jenis dari perangkat yang ada di jaringan dengan menscan service yang digunakan oleh perangkat tertentu. Misalnya, the dude menscan perangkaat dengan open port 80, ia akan mengidentifikasikan perangkat itu sebagai Web Server.

Oke, sudah cukup penjelasannya. Sekarang kita coba Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Langkah-langkah nya adalah sebagai berikut


2. Install aplikasi The Dude.

3. Buka aplikasinya, akan muncul tampilan The Dude seperti gambar berikut :


Berikut adalah contoh peta jaringan dan data di the dude :

Map.png

4. Untuk mulai menggunakannya ada dua cara :
- Memasukkan data perangkat secara manual
- Menscan semua perangkat di jaringan tertentu, data & peta jaringan perangkat akan muncul secara otomatis (opsi ini yang akan kita gunakan)

5. Klik menu Discover --> Masukkan alamat subnet jaringan yang ingin di scan. misalnya 10.10.10.0/24 --> klik Discover.

6. Semua perangkat yang dalam kondisi menyala pada subnet tersebut akan ditemukaan oleh The Dude dan secara otomatis akan terbentuk peta jaringan dari semua perangkat yang ditemukan tersebut, seperti gambar berikut ini. (Maaf sedikit sensor :D)


7. Dari gambar tersebut dapat diketahui kondisi masing-masing perangkat, dapat juga diketahui transfer rate antar perangkat (router).

8. Untuk melihat data secara detil perangkat hasil scanning, klik dua kali di icon perangkat. Kita dapat merubah data perangkat, seperti merubah nama, IP address, username & password, dll.



9. Status peralatan apakah jaringan nya up, down, atau ada service yang timed out dapat dilihat seperti gambar berikut :

Keterangan Warna :
- Warna hijau = Jaringan dan peralatan ok (up)
- Warna merah = Ada gangguan jaringan atau peralatan (down)
- Warna orange = Ada service yang timed out, atau dalam interval tertentu terjadi sesekali timed out.

10. Selain itu pada tiap peralatan juga terdapat tools yang bisa kita gunakan untuk menganalisa status nya, seperti gambar berikut ini :

 
11. Selain dapat menscan perangkat secara otomatis, kita juga dapat menambahkan perangkat ke peta jaringan secara manual. Klik tombol + Device.


12. Masukkan IP Address perangkat, Masukkan Username & Password (jika ada) --> Next


13. Klik Discovery. The Dude akan menscan service yang berjalan pada device tersebut secara otomatis --> Finish


14. Kita juga bisa menghubungkan perangkat baru ini dengan menambahkan link. Klik tombol + Link.


15. Drag icon antar perangkat yang mau dihubungkan. Pilih Mastering type : Simple. Hasilnya akan seperti ini :


16. Untuk dapat menampilkan traffic (Tx Rx) antar kedua perangkat, pada link Anda bisa memilih Mastering Type : snmp atau routeros. Namun tidak semua perangkat mendukung fitur ini. Jika kedua perangkat adalah router Mikrotik, maka username dan password pada data perangkat harus diisi dan pilih mode routeros pada data dan link nya.

Oke, untuk sementara cukup sampai disini dulu tutorial Cara Memantau dan Memonitor Jaringan Mikrotik Menggunakan The Dude. Silakan anda coba-coba dan kembangkan sendiri sesuai kebutuhan jaringan nya.