Monday, February 25, 2013

Artikel - Malware Curi Password di Server Linux


Barusan abis browsing-browsing internet, tiba-tiba saya menemukan satu artikel yang menarik. Isi artikel ini menjelaskan bahwa telah adanya Virus ganas sejenis Backdoor yang berhasil mencuri data-data penting dari sebuah Server yang berbasiskan Linux. Nah lho. Kok bisa ya? Daripada penasaran, lebih baik baca berita lengkapnya dibawah ini.
Sistem operasi open source Linux terkenal aman dari serangan malware atau virus. Karena reputasi ini, banyak perangkat server yang mempercayakan Linux sebagai otak utamanya.

Namun, reputasi ini pelan-pelan mulai dicemari dengan kehadiran malware yang menginfeksi web server Apache berbasis Linux, terdeteksi pada Desember tahun lalu.

Kabar terbaru, yang dirilis oleh produsen aplikasi antivirus ESET, menyebutkan malware berjenis backdoor kembali terdeteksi menginfeksi server berbasis Linux.

ESET Malware Research Lab berhasil mendeteksi malware hasil modifikasi SSH yang berfungsi sebagai backdoor di server Linux.

Modifikasi SSH daemon yang oleh ESET diidentifikasi sebagai Linux/SSHDoor.A ini, sengaja dirancang untuk mampu mencuri data penting, seperti username dan password.

"Tidak mudah untuk memastikan bagaimana SSH daemon yang telah berubah menjadi trojan ini masuk dan menginfeksi server. Kemungkinan karena aplikasi yang digunakan sudah out of date (perlu update/patching), atau password yang lemah," ujar Technical Consultant ESET Indonesia Yudhi Kukuh, dalam keterangan pers yang diterima KompasTekno, Senin (28/1/2013).

Malware Linux/SSHDoor.A dikembangkan untuk mampu mengakses server yang terinfeksi secara remote dengan menggunakan hardcoded password atau SSH key.

Saat daemon diaktifkan, backdoor akan mengirimkan informasi IP dan port mana yang sedang aktif, beserta hostname server-nya. Kemudian, ketika pengguna login ke server yang terinfeksi, username dan password-nya pun secara otomatis terkirim ke server milik peretas.

Secure Shell Protocol (SSH) adalah protokol yang umum di Unix dan biasa digunakan untuk melindungi dan mengamankan komunikasi data.

Protokol SSH juga itu juga berfungsi untuk mengatur remote server, transfer file, dan lainnya. Fungsi tersebut membuat protokol SSH memiliki akses langsung ke dalam server.

Protokol SSH inilah kemudian yang dimanfaatkan dengan cara dimodifikasi.
Bagaimana pendapat kalian? :)

Seluruh tulisan diatas dikutip dari artikel KompasTekno.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive