Wednesday, December 7, 2011

Setting Reservation IP DHCP server di Debian 6 squeeze


Masih melanjutkan postingan kemaren yang tentang instalasi dhcp server, kali ini saya mau ngasih tutorial setting DHCP lagi. Yaitu Setting Reservation IP DHCP server di Debian 6 squeeze.

Apa itu reservation IP? Saya ambil dari suatu situs : A DHCP reservation is a permanent IP address assignment. It is a specific IP address within a DHCP scope that is permanently reserved for leased use to a specific DHCP client. Ngerti kan artinya? nggak tau? Ndeso! hehe
Yaudah saya jelasin nih ya, kalo menurut bahasa saya, ip reservasi itu kayak memberikan satu ip permanent kepada satu DHCP client. Jadi setiap si client itu konek ke DHCP server, dia pasti akan selalu mendapat ip yang sama. Sistemnya adalah dengan mendaftarkan mac address si client ke dhcp server. Biar ngerti langsung kita praktekin aja deh.

Contoh kasus :

Range IP yang di gunakan


Misalnya kita tentukan saja 192.168.7.100 sampai 192.168.7.200. Kalo masih belum paham tentang DHCP server serta pemberian range-range ip, coba baca-baca lagi artikel ini

Mac address client


Misalnya kita tentukan saja 0a:00:27:00:00:00

Gimana caranya melihat mac address client? (di ubuntu lho yaa, di wind*s silahkan cari di google. :p)

Buka terminal, ketikkan ifconfig, nanti lihat di HWaddr seperti yang saya tandai kuning dibawah :



Ip permanent yang akan di dapat client


Misalnya kita tentukan saja 192.168.7.105. Bebas kok.

Kemudian kita setting di file /etc/dhcp/dhcpd.conf .

# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Search kata kunci host fantasia, kalo udah ketemu, hapus tanda pagar di depannya hingga tanda pagar di depan tanda }



Setelah itu edit menjadi seperti ini :


host empol {
Hardware ethernet 0a:00:27:00:00:00;
fixed-address 192.168.7.105 ;
}




nb: kata "empol" yang saya warnain merah itu bebas kalian ganti. Itu cuma buat tanda pemilik mac addressnya doang kok.

Setelah itu save dan tutup filenya. Kemudian restart dhcp servernya.

# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Coba test dari client.

$ sudo dhclient labelinterface

Karena, disini saya ngetestnya dari virtualbox, maka label interfacenya adalah vboxnet0. Tapi kalo nanti kalian melakukannya dengan interface asli, maka bisa jadi eth0 atau eth1 tergantung ethernet yang kalian gunakan.

$ sudo dhclient vboxnet0

Maka tampilannya akan seperti ini yang berarti telah berhasil.



Kalo di Wind*s, cara untuk mengetestnya sama dengan yang ada di artikel ini.

Semoga bermanfaat :)
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Blog Archive